Huzarni Rani Diperiksa Kejati

  • Whatsapp

Terkait Dugaan Korupsi Pengerukan Pulomas
Dua Dirut Pulomas Tersangka?

PANGKALPINANG – Huzarni Rani, adik mantan Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Huzarni Rani diperiksa oleh tim penyidik Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung (Pidsus Kejati Babel). Mantan Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Babel yang juga pernah menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bangka Selatan tahun 2015 ini, diperiksa terkait kasus dugaan korupsi pengerukan alur muara Pelabuhan Jelitik di Sungailiat, Kabupaten Bangka.
Dalam pantauan Rakyat Pos, Huzarni datang memenuhi panggilan penyidik Pidsus sekitar pukul 09.00 Wib dan pemeriksaan berlangsung selama 5 jam. Selain Huzarni, penyidik juga memeriksa Kepala Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP) Pangkalbalam, Adriawan Simanungkalit dan dua stafnya.
Adriawan mendatangi Gedung Pidsus Kejati Babel sekitar pukul 09.00 Wib dan baru keluar dari ruang pemeriksaan sekitar pukul 17.30 Wib. Adriawan ketika keluar dari ruang pemeriksaan ditemani dua stafnya, yakni Iwansyah dan Ferdiansyah serta sopirnya.
Ia tak menampik diperiksa oleh jaksa penyidik Pidsus Kejati Babel terkait kasus dugaan korupsi pengerukan alur muara Pelabuhan Jelitik di Sungailiat, Kabupaten Bangka.
“Iya, hanya dimintai keterangan saja. Pemeriksaan ini terkait masalah keselamatan pelayaran,” ungkap Adriawan sedikit mengelak.
Adriawan juga mengelak tentang banyaknya poin pertanyaan yang dicecar jaksa kepada dirinya dalam pemeriksaan itu. Namun awak media terus mengorek keterangan darinya.
“Waduh, hanya sedikit ah. Siang. Nggak, jam 9 kan kita di sini hujan,” elaknya lagi.
Dikatakan dia, pihaknya juga melakukan pemeriksaan surat persetujuan berlayar (SPB) dalam kasus pengerukan oleh PT Pulomas Sentosa itu.
“Kita kan hanya keselamatan pelayaran bahwa kapalnya itu bekerja. Kita cek apakah dokumen kapalnya hidup apa tidak. Ya kalau enggak lengkap pasti ada,” bebernya.
Diakui Adriawan, dirinya diperiksa dalam kasus pengerukan PT Pulomas Sentosa itu terkait dikeluarkannya izin keselamatan pelayaran.
“Kita hanya bicara tupoksinya saja. Kita hanya meriksa kelayakan kapalnya dari sisi keselamatan pelayarannya,” tambahnya.
Sedangkan Iwan mengungkapkan, pertanyaan yang diajukan oleh jaksa dinilai membingungkan untuk menjawab.
“Jaksa hanya nanya ada kapal yang gak bergerak atau gak aktif. Saya cuma ditanya sebentar. Pak Adriawan yang diperiksa, kalau saya hanya pendamping saja. Hanya memberi penjelasan, bukan diperiksa,” elak staf KSOP Wilker Sungaiselan itu.
Menurut Iwan, jaksa juga dalam pemeriksaan itu mengajukan pertanyaan yang sifatnya di luar teknis tugasnya di KSOP.
“Kadang saya susah menjawabnya. Bukan teknis pertanyaannya tetapi diluar teknis pengetahuannya. Takut salah omong. Makanya saya hati-hati menjawabnya,” tandas dia.
Dan informasi yang beredar di kalangan jurnalis Kejati Babel kemarin, dikabarkan bahwa 2 big bos PT Pulomas Sentosa, yakni Direktur Utama (Dirut), Sumartono Sudarmadji dan Direktur Cabang, Dennis telah dinaikkan statusnya dari saksi sebagai tersangka.
Jika betul dua direktur itu dinaikkan statusnya, berati sudah ada 3 tersangka yang ditetapkan dalam kasus dugaan korupsi pengerukan alur muara Pelabuhan Jelitik di Sungailiat ini, oleh jaksa penyidik. Termasuk sebelumnya mantan Bupati Bangka, Yusroni Yazid yang telah ditetapkan sebagai tersangka pekan kemarin. (bis/6)

Related posts