Hutan Lindung Pantai Lepar Digasak TN

  • Whatsapp
AKIBAT TAMBANG – Kawasan Hutan Lindung Pantai Lepar di Belinyu tampak telah rusak parah akibat penambangan ilegal belakangan ini. Lubang tambang dan bekas galian tersebar di puluhan hektar lahan. Padahal, spanduk himbauan larangan menambang dan memasukan alat berat di lokasi ini telah dipasang, namun aktivitas penambangan malah kian menjadi. (Foto: Istimewa)

Spanduk Himbauan KPHP tak Digubris
Kadishut Babel Minta KPH Turun

BELINYU – Puluhan hektar lahan di kawasan Hutan Lindung Pantai Lepar, Kecamatan Belinyu Kabupaten Bangka kini nyaris luluh lantak digarap oleh tambang timah ilegal. Diduga, seorang oknum pengusaha tambang nonkonvensional (TN) yang menggasak kawasan hutan itu.
Ironisnya, spanduk himbauan yang telah dipasang UPTD Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Bubus Panca Unit III Dinas Kehutanan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berisi larangan dan ancaman hukuman jika menambang di kawasan hutan tersebut, sama sekali tak digubris penambang.
Tentu saja masyarakat yang berada di Pantai Lepar dan hendak berwisata merasa terganggu dengan aktivitas tambang timah dipastikan ilegal ini. Warga mengeluhkan kawasan hutan diperlakukan demikian.
“Ini kawasan Pantai Lepar, puluhan hektar lahan kini dirusak begini,” sesal seorang warga yang meminta identitasnya tidak ditulis kepada wartawan, Senin (10/3/2019).
Menurutnya, penambangan pasir timah ilegal itu dapat merusak ekosistem kawasan pantai dan hutan. Tiap hari ada beberapa alat berat jenis becho atau eksavator yang mengeruk lahan itu.
“Padahal sudah ada spanduk dari Dinas Kehutanan dilarang menambang dan memasukan alat berat ke kawasan ini tapi tetap saja nambang,” keluhnya.
Dia menjelaskan total keseluruhan lahan yang masuk dalam satu hamparan kawasan hutan lindung Pantai Lepar ini mencapai 100 hektar. Dari total itu, sudah puluhan hektar lahan yang berlubang dan tanahnya diangkat ke permukaan. Setidaknya ada lebih dari dua unit mesin tambang di dalam lubang-lubang itu.
“Anehnya walaupun masuk hutan lindung pantai tapi tidak ada penertiban tambang itu oleh aparat penegak hukum, heran juga,” tukasnya.
Ditanya siapa pengusaha tambang yang berani menambangi kawasan hutan tersebut, warga ini mengaku orang itu berinisial IB. Tidak hanya itu ada pula keterlibatan pengusaha perempuan dalam hal pengadaan alat berat atau PC yang masuk ke dalam hutan lindung Lepar.
“Tambangnya jenis TN, PC-nya ada masuk orang lain, mungkin sewa atau terlibat gimana. Kayaknya orang kuat sehingga tak tersentuh,” tandasnya pesimis.
Menanggapi dugaan perambahan kawasan hutan dengan penambangan liar ini, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Bangka Belitung, Marwan menegaskan akan meminta jajaran KPHP untuk segera turun bersikap.
“Konfirmasi kepala KPH biar mereka turun kalau memang itu kawasan hutan lindung pantai,” tegasnya saat dikonfirmasi via sambungan telepon, Selasa sore (12/3/2019).
Sedangkan IB pengusaha yang disebut sebut sebagai pelaku penambangan di hutan lindung itu, hingga berita ini dirampungkan tadi malam belum berhasil dikonfirmasi. Wartawan harian ini pun tengah menindaklanjuti temuan perambahan kawasan hutan lindung ini dengan melakukan konfirmasi lebih lanjut kepada Kapolda Kepulauan Bangka Belitung dan tim Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI. (red/1)

Related posts