Hutan Lindung Gunung Sepang Dijarah Penambang

  • Whatsapp

Gunakan 2 Alat Berat dan 6 Unit TI
Akiong: Ya Milik Saya

Gantung – Wilayah Padang Berebat yang berada dalam Kawasan Hutan Lindung (HL) Gunung Sepang di Desa Simpang Tiga, Kecamatan Simpang Renggiang, Kabupaten Belitung Timur (Beltim), kini rusak dijarah penambang pasir timah.
Kawasan ini diketahui memiliki potensi kekayaan SDA timah, sehingga menjadi incaran para penambang bermodal. Para cukong itu diduga berlindung dibalik kekuatan tertentu untuk memuluskan aksi nekatnya.
Sebab, sudah beberapa kali penambang di kawasan hutan ini ditangkap aparat, bahkan ada yang sudah dikirim ke balik jeruji penjara. Namun itu tak membuat penambang kapok bahkan semakin menggila menambang dengan backingan aparat-aparat penegak hukum.
Mirisnya, penangkapan lanjutan terhadap para pelaku tambang selalu luput dari kejaran aparat. Sehingga patut diduga, ada oknum yang ikut bermain sehingga pelaku luput dari sergapan.
Dari pantauan Rakyat Pos pada Sabtu (30/03/2019), sedikitnya ada 5 set tambang liar yang sedang dalam persiapan operasi, 1 set sudah beroperasi dan dua unit 2 excavator standby di kawasan itu.

TAMBANGI HUTAN – Dua unit eksavator dan 6 set mesin tambang milik Akiong, pengusaha asal Kecamatan Gantung diakui menambangi kawasan Hutan Lindung Gunung Sepang di Kabupaten Beltim. Tampak alat berat dan sakan tambang tengah beraktivitas di kawasan hutan itu tanpa ada tindakan dari aparat penegak hukum. (Foto: Bastiar Riyanto)

Sedangkan informasi lain yang berhasil dihimpun, 2 unit alat berat merk Hitachi dan 1 set tambang yang sudah beroperasi, adalah milik pengusaha tambang asal Kecamatan Gantung, yakni Akiong.
“Alat dan tambang milik Akiong,” kata salah seorang penambang. Hal senada disampaikan oleh operator alat berat yang diketahui bernama NG.
Ketika dilakukan konfirmasi terkait tambang dan alat berat dalam kawasan hutan lindung itu, Akiong pun tak menyangkalnya.
“Ya, milik saya,” kata Akiong kepada wartawan melalui sambungan telepon, Sabtu (30/03/2019).
Tambang itu tidak hanya memporakporandakan kawasan hutan Gunung Sepang, tapi juga daerah aliran sungai (DAS) Buding yang menjadi pembatas wilayah dua kabupaten di Pulau Belitong, yakni Kabupaten Belitung dan Belitung Timur.
Hanya saja, untuk dapat menjangkau lokasi tambang yang diduga ilegal tersebut tidak mudah. Selain harus menerobos perkebunan kelapa sawit, jalanya yang berliku, becek dan licin. Itu pula yang membuat penjarah kawasan hutan terlarang itu selalu luput dari pantauan aparat.
Kapolsek Gantung, AKP Riki Dwiraya Putra yang dihubungi melalui sambungan telepon, Sabtu akhir pecan kemarin mengaku belum tahu adanya aktivitas tambang ilegal di Padang Berebat yang disinyalir berada dalam kawasan hutan lindung.
Namun Kapolsek berjanji akan mengecek kebenarannya. “Kita akan cek dulu,” jawab Riki. (yan/6)

Related posts