by

Hudarni Rani Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan

Hudarni Rani foto Bersama Ketua Leksikal, Marwansyah, Wakil Bupati Beltim, Camat, dan Forkopinda Beltim, disela-sela Kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan.(foto: dod).

MANGGAR – Anggota DPD RI Babel, Hudarni Rani bekerja sama dengan Leksikal Babel, Marwansyah melaksanakan kegiatan sosialisasi empat pilar Kebangsaan dan bernegara.
Acara yang dilaksanakan di Aula Kantor Camat Manggar Kabupaten Beltim tersebut diikuti oleh para perwakilan pelajar, Kades, Camat serta Forkopimda se Beltim. Pada senin (12/2/2018).

Diketahui, acara ini Kerjasama MPR RI dengan Leksikal Babel yang dibuka oleh Wakil Bupati Beltim, Burhanudin.

Dalam sambutannya, Burhanudin menerangkan tentang kaitan antara empat pilar dengan kearipan lokal “Makan Bedulang”.

“Orang Bangka Belitung punya prinsip Serumpun Sebalai, orang Bangka Belitung, orang Belitung Timur mengenal yang namanya makan sedulang. Kalau kita serius fokus terhadap kearifan budaya lokal akan berbudaya sebagaimana kita orang Melayu, maka tampillah semangat kebangsaan kita, dalam kehidupan sehari-hari sebagai orang Bangka Belitung ataupun Melayu Bangka Belitung,” terang Aan sapaan Burhanudin.

Kemudian, kata Aan, Dari makan sedulang itu saya pernah sampaikan kepada guru di SMA/SMP, saya ingin makan sedulang itu agar menjadi pendidikan karakter bagi putra-putri Belitung Timur.

“Dari makan sedulang itu banyak makna yang bisa kita wujudkan, makna – makna dari makan sedulang itu kita kaitkan dalam kehidupan sehari-hari kemudian kita kaitkan dengan NKRI,” ujar Aan.

Sebelum makan kita diawali doa, tidak ada orang makan sedulang itu buka mentudung langsung makan, itu tidak ada. “Tetap diawali dengan doa. Dengan doa itu cerminan orang Melayu Bangka Belitung adalah orang yang taat, yang mengakui dan mencintai adanya Tuhan,” papar Aan.

Dengan makan sedulang itu cerminan persatuan sebagai orang Beltim itu terlihat, bagaimana bercengkrama dengan makan sedulang lauk sedikit dibagi.

“Dengan makan sedulang, kita melayu Bangka Belitung melakukan azas adil, rasa sosial yang tinggi dan tetap menjaga rasa persatuan dan kesatuan kita sebagai masyarakat,” pungkas Aan.

Selama ini, Belitung kondusif, mari kita jaga. Orang Belitung itu dari Papua sampai Aceh ada disini dan saling menghargai.

Sementara itu, Hudarni Rani menerangkan, kegiatan ini konsepnya mensosialisasikan empat pilar kebangsaan dengan kaitan meningkatkan rencana pembangunan masyarakat.

Dijelaskannya, anak-anak harus dikasih semangat. “Bagaimanapun kita berpikir Global bertindak lokal. Jadi, jangan berpikir ke lain, kita berpikir bagaimana Belitung Timur menjadi maju. Kita semua lah, jadi Jangan berpikir tentang sana. Berpikir Global bertindak lokal. Bagaimana kearifan lokalnya di Belitung Timur ini kita jaga juga. Bukan berarti kita sekolah tinggi terus kearipan lokalnya dihilangkan, jangan. Kearifan lokalnya kita budayakan,” ujar Hudarni.

Ditambahkannya, sosialisasi 4 pilar ini merupakan bagian dari tugas Majelis Permusyawaratan Rakyat. “Terutama saya dari DPD RI dapil Bangka Belitung untuk menyampaikannya kepada masyarakat,” ungkapnya.

“Dari Sabang sampai Merauke kita adalah negara kesatuan Republik Indonesia. Dan negara kesatuan adalah harga mati bagi kita semua. Harga mati yang tak bisa ditawar-tawar lagi. Ini perlunya memberikan pemahaman kepada generasi muda pemahaman cinta terhadap ideologi nasional Pancasila ini dapat kita laksanakan dengan sebaik-baiknya. Apalagi pemahaman – pemahaman dengan teknologi yang lebih tinggi saat ini, membuat suasana kadang-kadang kalau kita salah salah membuat kita berbahaya bahkan negara yang berbahaya,” imbuhnya. (dny/3).

Comment

BERITA TERBARU