by

Hudarni Harapkan Masyarakat Babel Implementasi 4 Pilar Kebangsaan

Anggota MPR RI, Drs HA Hudarni Rani SH saat menggelar sosialisasi Sosialisasi Pancasila, Undang- Undang Dasar 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika di Desa Dendang, Kecamatan Kelapa, Kabupaten Bangka Barat, Sabtu (2/6/2018). (foto: rell).

KELAPA – Anggota MPR RI, Drs HA Hudarni Rani SH kembali menggelar sosialisasi Sosialisasi Pancasila, Undang- Undang Dasar 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika di desa Dendang, Kecamatan Kelapa, Kabupaten Bangka Barat, Sabtu (2/6/2018).

Sosialisasi ini dihadiri sedikitnya 200 peserta yang terdiri dari para tokoh masyarakat, tokoh pemuda, para guru, dosen, aktifis, OSIS, pelajar, mahasiswa, pekerja perkebunan sawit dan ibu-ibu pengurus dan anggota PKK.

Demikian rilis yang diterima harian ini Minggu (3/6/2018) Sosialisasi dipandu moderator Sandy Pratama, S.Ip, M.Si (Dosen Ilmu Politik UBB) yang kebetulan asli desa Dendang membuka pembicaraan dengan menyebutkankan Pancasila sebagai pedoman hidup tentunya memiliki nilai luhur yang ada didalamnya yang saat ini belum sepenuhnya dipahami oleh semua bangsa Indonesia.

Narasumber pertama adalah Anggota MPR RI sekaligus Anggota DPD RI, Drs HA Hudarni Rani, SH menjelaskan bahwa berdasarkan ketentuan perundang-undangan yaitu Undang-Undang No. 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD atau yang lebih dikenal Undang-Undang MD3 dikatakan bahwa MPR terdiri atas anggota DPR dan anggota DPD yang dipilih melalui pemilihan umum.

MPR merupakan lembaga Permusyaratan Rakyat yang berkedudukan sebagai lembaga Negara. Oleh karena itu sebagai anggota MPR tidak hanya berperan sebagai wakil rakyat dan wakil daerah tetapi juga mempunyai tugas dan kewajiban memasyarakatkan Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika.

“Pelaksanaan acara sosialisasi ini dilakukan dengan melibatkan seluruh anggota MPR. Ini menunjukan adanya tanggung jawab bersama dalam memberikan pemahaman nilai-nilai luhur bangsa dan Ketetapan MPR kepada masyarakat. Sebagai wujud dari tanggung jawab tersebut maka setiap anggota MPR mendapat tugas untuk melakukan sosialisasi putusan MPR di daerah pemilihannya. Pentingnya sosialisasi didaerah pemilihan anggota MPR adalah dalam rangka manifestasi angota MPR untuk membangun daerah agar seluruh penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di daerah dilaksanakan dengan mengedepankan nilai-nilai luhur bangsa sebagaimana terdapat pada Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika,” imbuh Hudarni.

Menurutnya, sosialisasi kali ini merupakan kegiatan yang ke 3 dari 6 (enam) kegiatan sosialisasi yang telah diagendakan oleh MPR RI untuk tahun 2018 ini.

Lebih lanjut dalam sambutannya Hudarni Rani menginginkan semua masyarakat Bangka Belitung lebih mampu mengimplementasikan 4 pilar kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari, menjaga kerukunan beragama dalam bertetangga dan bermasyarakat adalah salah satu bentuk pengamalan nilai-nilai kebangsaan.

“Pemahaman 4 pilar kebangsaan jangan tanggung-tanggung, kita harus tahu dan menyadari bahwa 4 konsensus nasional tersebut yaitu Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhineka Tunggal Ika adalah harga mati yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Insya Allah Bangka Belitung sejak dulu telah menerapkan pengamalan nilai nilai kebangsaan, namun kita tetap harus waspada agar keadaan tetap aman dan masyarakat tetap sejahtera dan bisa bekerja mencari nafkah dengan aman. Kini saatnya kita bersatu, berbagi dan berprestasi,” jelasnya.

Sementara itu, dalam paparannya Dr Ibrahim, SFil, MSi menjelaskan makna Bhineka Tunggal Ika adalah bahwa adanya perubahan teknologi dan budaya yang membuat berubahnya gaya hidup, menjadi maju namun diharapkan tidak menghilangkan kearifan lokal, masyarakat dapat berkembang tetapi tidak merusak, dapat hidup rukun damai tetapi tidak saling melukai.

Dr. Nizwan Zukhri, SE. MM menyatakan bahwa Nilai – nilai 4 Pilar Kebangsaan sangan erat dengan kehidupan nenek moyang kita sejak dulu, gotong royong merupakan kearifan lokal yang dapat ditemui pada masyarakat Indonesia sejak dulu. Ia berharap kedepan semoga kemakmuran, hidup nyaman, tenang, damai, mendapatkan pendidikan dan kesehatan yang baik, rukun dan damai antar umat beragama dan rekreasi. (raw/3)

Comment

BERITA TERBARU