Honorer SDN 4 Toboali Protes

  • Whatsapp

Ada GTT Baru Sudah Terima Honor
Saleh: Masih Dalam Penataan

TOBOALI – Tiga honorer SD Negeri 4 Toboali Jumat (24/3/2017) mendatangi Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bangka Selatan.
Mereka mempertanyakan Guru Tidak Tetap (GTT) yang baru bekerja tiga bulan terakhir di SDN 4 Toboali sudah diusulkan menerima honor yang bersumber dari APBD 2017. Sementara ketiga honorer yang terdiri dari 1 GTT dan 2 PTT (Pegawai Tidak Tetap) sudah beberapa tahun bekerja di SDN 4 Toboali tidak juga diusulkan menjadi honorer APBD Basel.
“Kita kesini mempertanyakan, mengapa ada GTT di SDN 4 Toboali, baru tiga bula kerja sudah diusulkan menerima honor APBD, sementara kita sudah 5 tahun menjadi PTT dan GTT tidak juga diusulkan menerima, kita mempertanyakan itu, apa masalahnya, serta persyaratannya apa, karena honor yang kita terima dari Dana BOS APBN SD jauh lebih besar honor APBD, kita selama ini hanya menerima gaji Rp 950 ribu perbulan, kalau honor APBD sudah Rp 1,8 juta – Rp 2 juta, itulah mengapa kita datang ke sini, GTT baru 3 bulan sudah diusulkan masuk honor ABPD, kita sudah 5 tahun kerja tidak diusulkan,” jelas Faisal kepada wartawan kemarin pagi di Kantor Dikbud Basel.
Ia mengaku baru menerima informasi bahwa 1 GTT di SDN 4 Toboali sudah masuk usulan menerima APBD baru Kamis kemarin sehingga dirinya bersama dua honorer lainnya memberanikan diri datang ke Kantor Dikbud Basel untuk mempertanyakan hal tersebut.
“Kita sudah bertemu dengan Kabid Dikdas, namun jawabannya belum memuaskan kami, tadi kami lanjut mau bertemu dengan kepala dinas namun, Pak kepala dinas mau keluar ada kegiatan di Gedung Nasional,” imbuh Faisal.
Ia berharap Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Basel bersikap adil dalam mengusulkan honorer penerima APBD Basel. “Kita minta Dindikbud adil, kita yang sudah bekerja lama ya harus menerima honor ABPD juga, dan untuk pendidikan, kitapun saat ini sedang dalam proses menyelesaikan kuliah S1 kita,” harapnya. Sementara itu, Kabid Dikdas, Saleh dikonfirmasi menyebutkan pihaknya saat ini sedang menata Guru Tidak Tetap (GTT) dan PTT (Pegawai Tidak Tetap) di Bangka Selatan. Hal ini bertujuan untuk mendata apakah para honorer tersebut menerima honorer berasal dari ABPD atau ABPN.
Ia mengakui persoalan seperti ini akan menimbulkan kecemburuan antara honorer penerima ABPD dan honorer APBN sehingga akan dibenahi. “Saya pribadi berencana menata secara transfaran, kita buka agar masyarakat ikut mengawasi, di tes terbuka, kalau usulan ini dari Cabdin yang masuk ke kita, tentu persyaratan latar belakang pendidikan S1 menjadi prioritas, tetapi lamanya bekerja juga menjadi bahan pertimbangan, namun nama yang diusulkan ini juga masih dalam pertimbangan, belum tentu pasti, keingingan kita semua honorer sekolah SD yang jumlahnya 219 mau di APBD-kan, namun kan ditata ulang, bahkan GTT menjadi prioritas, namun tentu ada penataan,” ungkap Saleh. (raw/6)

Related posts