Honorer Basel Ditangkap Simpan Sabu

  • Whatsapp
Pasangan suami istri, Irwan (35) dan Wiwik (37) yang ditangkap jajaran Satres Narkoba Polres Belitung karena kedapatan membawa nakoba jenis sabu-sabu, Jumat (26/6/2020). (Foto: Dodi Iskandar)

Sempat Jatuhkan Barang Bukti
Di Belitung, Polisi Amankan Pasutri

TOBOALI – SU alias Mohek, warga Desa Gadung, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan (Basel) diciduk Tim Satnarkoba Polres Basel Sabtu (27/6/2020). Pria berusia 29 tahun yang bekerja sebagai honorer di lingkungan Pemkab Basel tersebut diamankan petugas setelah didapati menyimpan sabu-sabu seberat 0.20 gram.

Kapolres Basel AKBP Stanislaus Ferdinand Suwarji melalui Kabag Ops Kompol Rusnoto penangkapan tersangka Mohek oleh Satresnarkoba pimpinan Iptu Yandrie C Akip.

“Pada hari Sabtu tanggal 27 juni 2020 pukul 19.00 WIB telah dilakukan penangkapan terhadap satu orang laki-laki atas nama Suhendra di Desa Gadung,” ujarnya, Senin (29/6/2020)

Baca Lainnya

Rusnoto mengatakan, pada malam itu anggota Polres Basel mendapatkam informasi dari masyarakat bahwa di sebuah rumah yang terletak di Desa Gadung sering terjadi penyalahgunaan narkotika.

“Kemudian dilakukan penyelidikan. Sekira pukul 19.00 anggota menggerebek sebuah pekarangan rumah di Desa Gadung. Setelah melihat kedatangan tim, tersangka sepertinya panik,” kata Rusnoto.

Di tempat kejadian perkara (TKP), petugas melihat tersangka mejatuhkan barang bukti (BB) sabu. Pada saat itu, dia sedang duduk di atas bangku yang berada di pekarangan rumah tempat dilakukan penangkapan.

“Kemudian setelah itu kita langsung bawa tersangka ke Mapolres Basel dan barang bukti guna proses lebih lanjut. Selain sabu, BB lain yang kita amankan ialah satu unit HP merk Nokia warna putih,” pungkasnya.

Dilansir, Kabag Ops Polres Bangka Selatan, Kompol Rusnoto seizin Kapolres Bangka Selatan AKBP Ferdinan S Suwarji mengatakan, kasus narkoba di Kabupaten Bangka Selatan pada masa pandemi Covid-19 sangat menonjol. Hal ini dibuktikan dengan pengungkapan 7 kasus narkoba selama satu bulan.

“Kita pastikan bahwa dimasa Pandemi ini kasus narkoba di Bangka Selatan meningkat. Dari tanggal 15 Mei-18 Juni 2020 Satnarkoba Polres Bangka Selatan Bpberhasil mengungkap sebanyak 7 kasus dengan 7 orang tersangka,” kata Kompol Rusnoto saat konferensi pers, Jumat 19 Juni 2020 lalu.

Ia mengatakan meningkatnya kasus narkoba di Bangka Selatan di masa pandemi Covid ini karena para tersangka berfikir jika anggota kepolisian Polres Bangka Selatan lengah karena disibukkan dengan masalah Covid-19.

“Prediksi kita, karena kepolisian saat ini disibukan dengan kondisi Covid sehingga para pelaku ini berfikir jika anggota kita lengah, sehingga mereka memanfaatkan kesempitan dalam kesempatan,” ujarnya.

Ia mengatakan, masalah narkoba merupakan prioritas utama kepolisian khususnya diwilayah hukum Polres Bangka Selatan.

“Kasus narkoba ini bukan hanya di wilayah kota yang mengalami peningkatan tapi hampir disemua wilayah. Untuk itu kita dari kepolisian khusus Polres Bangka Selatan akan terus fokus untuk mengungkap peredaran narkoba.

Terpisah, Jajaran Satres Narkoba Polres Belitung mengamankan Irwan (35) dan Wiwik (37) karena kedapatan membawa Nakoba jenis sabu-sabu, Jumat (26/6/2020) lalu.

Pasangan suami istri ini diamankan saat mengendarai sepeda motor di Jalan Jenderal Sudirman, Desa Perawas, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung.

Saat dilakukan penggeledahan, anggota berhasil menemukan empat plastik bening berisikan Narkoba yang diduga jenis sabu-sabu, dengan total berat keseluruhan mencapai 3,50 gram terbungkus tisu dimasukkan ke dalam botol Yakult.

Kanit Idik I Satres Narkoba Polres Belitung Bripka Thomas Wijaya mengatakan keduanya berhasil ditangkap setelah polisi menerima informasi dari masyarakat akan adanya transaksi narkoba yang dilakukan pelaku.

Berbekal informasi tersebut, polisi langsung melakukan penyelidikan, dengan cara membuntuti pelaku yang sedang mengendari motor pada Jumat (26/6/2020) sekitar pukul 15.30 WIB.

Kemudian anggota Satres Narkoba memberhentikan pelaku, dan langsung melakukan penggeledahan.

“Jadi barang bukti (narkoba) ditemukan dalam tas hitam milik istri pelaku yakni Wiwik,” ungkap Bripka Thomas Wijaya kepada Rakyat Pos, Senin ( 29/06/2020).

Ia menambahkan berdasarkan pemeriksaan, sabu-sabu tersebut rencananya akan dipindah tangankan kepada orang lain.

Karena belum memiliki bukti yang cukup, pihaknya belum menyatakan bahwa narkoba itu akan dijual. Namun berdasarkan hasil tes urine keduanya dinyatakan negatif.

“Menurut pengakuan, barang haram itu didapat dari setelah pelaku ditelpon dari orang yang tidak dikenal. Narkoba itu baru saja diambil, dan langsung diamankan,” ujar Bripka Thomas Wijaya.

Akibat perbuatannya kedua pelaku dijerat pasal 112 ayat 1 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika. Dengan ancaman hukuman paling lama 15 tahun penjara.

“Saat ini yang bersangkutan telah mendekam di sel tahanan Polres Belitung guna menjalani proses lebih lanjut,” kata Bripka Thomas Wijaya. (raw/dod/6)

Related posts