Hilir DAS Ditambang Penyebab Banjir

  • Whatsapp

Tim Gabungan Sikat TI Rajuk di Beltim

MANGGAR – Penambangan pasir timah di bagian hilir Daerah Aliran Sungai (DAS), disinyalir menjadi penyebab banjir bandang yang terjadi di Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung baru-baru ini. Sebab, aktivitas ilegal penambangan yang menggunakan ponton jenis rajuk itu, telah merusak sepadan sungai, dan membuat dangkal aliran hilir sungai.
Akibatnya, air tumpahan hujan berkapasitas besar dari hulu DAS yang ditampung badan sungai, tidak dapat keluar melewati bagian hilir sungai dan meluap ke permukiman penduduk. Hal itu karena bagian hilir sungai yang ditambang menjadi dangkal, bahkan tak jarang berubah jadi daratan.
Menyikapi itu, tim gabungan terdiri dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Belitung Timur, Polres dan jajaran serta TNI, melakukan penindakan terhadap tambang-tambang liar tersebut.
Penertiban pertamakali dilakukan di aliran Sungai Dusun Seberang Desa Kurnia Jaya, Kecamatan Manggar. Di lokasi yang sulit dijangkau tersebut, ditemukan 11 set mesin tambang yang sedang beroperasi. Namun melihat tim bergerak, pekerja tambang langsung melarikan diri, dan tim hanya mengamankan mesin-mesin penambang.
Hingga saat ini belum diketahui pemilik dari 11 mesin tambang yang diamankan oleh tim gabungan. Barang bukti penambangan ilegal itu, sebanyak 3 unit mesin Robin kini diamankan di Kantor Sat Polair Polres Belitung Timur. Sedangkan 8 mesin Robin lainnya, 7 mesin pompa tanah, 3 buah selang ukuran 3 dim sepanjang 3 meter dan 5 buah sampan/perahu kecil diamankan di kantor Sat Pol PP.
Tidak hanya menindak tambang di sungai Dusun Seberang, Manggar, tim gabungan juga menyapu bersih TI rajuk di aliran Sungai Lenggang Kecamatan Gantung. Dalam operasi itu, tim menyita 6 unit ponton TI di seputaran Pulau Dapor Desa Selinsing. Terhadap penyitaan itu, 1 unit barang bukti diamankan di Mapolres Beltim dan 5 unit lainnya dimusnahkan ditempat dengan cara dibakar.
“Operasi ini juga dilakukan termasuk di wilayah yang mencemari sumber baku air minum PDAM Gantung,” kata Kepala Satpol PP Beltim, Ronny Setiawan.
Dia menambahkan, operasi yang dilakukan tim gabungan ini bermula dari laporan warga dan adanya kebun warga yang rusak akibat beroperasinya TI rajuk di wilayah Pulau Dapor Desa Selinsing, Kecamatan Gantung.
“Berdasarkan laporan warga, dan arahan dari Gubernur Babel kami melakukan operasi penertiban dan penindakan, terkait aktivitas tambang illegal,” ujar Roni seraya menyebutkan operasi penertiban ini akan dilakukan rutin oleh tim gabungan.
Ia mengaku, sebelumnya tim telah memberi himbauan kepada penambang-penambang tersebut, bahkan telah berulang kali dilakukan penertiban. Namun penambang membandel dan terus melakukan penambangan di kawasan yang dilarang, sehingga perlu diambil langkah tegas. (yan/1)

Pos terkait