Hidayat Arsani Ingin Tetap Berkarya Membangun Babel

  • Whatsapp

Syukuran Kelahiran ke-56

PANGKALPINANG- Rabu (21/8/2019) usia owner Harian Pagi Rakyatpos, genap berusia 56 tahun. Usia yang tak lagi muda ini, ditandai dengan syukuran secara sederhana di kediaman pribadinya, kawasan Kampak Kota Pangkalpinang, yang dihadiri jajaran karyawan, dan perbankan yang menyempatkan hadir.

Mengenakan kemeja biru muda dengan celana jins dengan warna yang kontras, Hidayat menyambut hangat para tamunya, dan berterimakasih atas kehadiran dan doa diusianya ke-56 ini, didampingi sang istri tercinta, Ni Komang Widari yang anggun mengenakan jumpsuit perpaduan warga lavender muda dengan corak biru.

“Saya tidak menyangka, diantar banyak hidangan dari karyawan dan relasi, padahal saya hanya mengundang sekedarnya, yang penting bagi saya adalah doanya,” kata Dayat sapaan akrab Hidayat Arsani dengan mata berbinar.

Ucapan terima kasih, juga disampaikan secara khusus dari Hidayat kepada Pimpinan Bank sumsel Babel, Asraf kurniawan (dari Kantor Pusat Palembang), Widjanarko ( kepala cabang Bank Sumsel Babel Toboali); Febriansyah Muslimin (kepala cabang Bank Sumsel Babel Pangkal Pinang), Sadikin (Kepala Cabang Bank Sumsel Babel Sungailiat), Bambang Ardiansyah (Kepala Cabang Bank Sumsel Babel Belinyu), Pimpinan Bank Mandiri Cabang Pangkalpinang, Bambang Prasetyo, serta para pengusaha dan lainnya.

Pada refleksi hari kelahirannya, Dayat sempat menuturkan kisah dan perjalanan hidupnya dari lahir hingga usia saat ini, dimana Hidayat mengaku penasaran dengan wajah kedua orangtuanya, yang telah membuangnya di Rumah Sakit Bhakti Timah, 56 tahun silam.

Namun demikian, Dayat yang pernah dinobatkan sebagai bapak pembangunan Bangka Belitung ini tidak pernah berputus asa. Dia terus bekerja keras dari kecil hingga akhirnya meraih sukses.

“Waktu dilahirkan 21 Agustus 1963, nenek Fatimah bin Sedu, yang waktu itu bekerja di rumah sakit sebagai tukang cuci, begitu subuh nenek turun dari Wasre, terlihat bayi yang sudah biru mukanya, saya diangkat oleh pak Arsani dan ibu Muhaya, saya diangkat jadi anaknya,” tuturnya.

“Perjalanan hidup saya sangat sedih, karena orangtua sederhana miskin, makan nasi ini harus seminggu sekali, makan jagung yang dibuat sama kerak nasi, sangat luar biasa, dimana saya dari kelas tiga SD cari uang sekolah sendiri. Dari SMEA tak pernah bebankan orangtua beli baju buku saya sendiri,” tambahnya.

Berbagai pekerjaan, tambahnya sudah dilakoni, mulai dari kuli pikul, bekerja ngaspal jalan, nyemen, dan lainnya, hingga akhirnya ia menjadi pengusaha sukses.

“Kedepan harus sadar usia makin hari makin berat, pertanggungjawaban makin berat dan mawas diri, semoga saya terus sehat dan tetap berkarya membangun Babel,” pungkasnya.

Perjalanan karier Hidayat juga cukup panjang, ia juga pernah berkarier di dunia politik dan mengantarkannya menjadi Wakil Gubernur Babel dan sukses menjadi pengusaha nasional, mendatangkan berbagai investor ke Babel, hingga merambah dunia bisnis di bidang perhotelan, media massa, rumah sakit dan kini aktif melanjutkan kariernya sebagai pengusaha dan peternak.

“Saya akan lebih banyak ke bisnis, saya tidak mau di politik lagi, sudah saya buang habis, saya tidak mau lagi permusuhan, biarlah saya jadi petani dan petambak, ingin jadi petambak terbesar di Babel,” tegasnya.

Syukuran Hidayat Arsani ini, ditandai dengan pemotongan tumpeng. Tumpeng pertama diserahkan kepada Suratno, pembaca doa pada syukuran itu dan kemudian pemotongan kue ulangtahun, ia disuapi istri tercinta. (nov)

Related posts