Kiri Sayap
kanan Sayap Kategori
Dibawah Menu

Hidayat Arsani Apresiasi PLN Bangun Kabel Bawah Laut

RAKYATPOS.COM, PANGKALPINANG- CEO Arsani Group, Hidayat Arsani mengapresiasi PT PLN Unit Induk Wilayah Bangka Belitung (UIW Babel) yang akan mengalirkan listrik dari Pulau Sumatera ke Babel menggunakan kabel bawah laut. Ia juga berterimakasih, PLN telah menjadi malaikat yang memberikan penerangan kepada masyarakat dengan meningkatkan layanan kepada pelanggan.

Menurut Bang Dayat begitu biasa dia disapa, jika dibandingkan dengan dulu, saat ini masyarakat di Babel sudah sangat leluasa menikmati listrik selama 24 jam. Padahal, kata dia, dibalik nyala listrik tersebut ada perjuangan dan kerja keras dari PT PLN.

"PLN sudah kerja keras, tidak ada lagi seperti dulu ada laporan Sabtu dikerjakan Senin, PLN adalah malaikat listrik. Kita tahu persis bagaimana kesedihan petugas dalam menjaga listrik, kadang di saat orang libur lebaran, mereka bekerja, saat orang tiduk mereka tetap kerja," ujar Dayat disela ramah tamah PT PLN Babel dengan media massa, di Balitong Resort, kawasan wisata Pantai Pasirpadi, Pangkalpinang, Sabtu (24/10/2020).

Hidayat menilai, semua memiliki kekurangan dan kesalahan, pun demikian dengan PT PLN. Dia memaklumi jika masih ditemukan pemadaman listrik, tetapi tidak seperti saat Babel krisis listrik. Ia juga bahkan menginisiasi untuk membantu PT PLN dalam menjaga jaringan, dengan melakukan pemangkasan terhadap pohon yang menganggu jalannya listrik.

"Mungkin nanti kami akan sinergi bagaimana menjaga agar listrik tetap terjaga, kami akan coba tebang pohon di daerah yang kiranya dapat menantu kelancaran jaringan PLN, yang penting PLN kerjanya hanya menjaga jaringan dan perawatan listrik, kami siap membantu," kata Dayat.

Ia juga optimis, jika investasi PT PLN menyambung listrik dari Sumatera dengan kabel bawah laut, akan membuka peluang investasi di Babel. Karena ia tak menampik, investor akan mudah masuk ke suatu daerah ketika listrik tercukupi. "Walaupun investasinya tinggi, tapi hasilnya luar biasa, investor akan banyak masuk dan Babel akan maju serta sejahtera, " ujarnya.

Sebagai pengusaha, ia juga menilai bahwa listrik sangat dibutuhkan bagi pengusaha, bukan saja untuk kepentingan listrik di perkantoran, tetapi juga untuk berbagai usaha, seperti tambak udang dan lainnya.

"Ketika bicara PLN listrik, ini bukan hanya untuk saat ini tapi untuk anak cucu, sudah bertahun-tahun di Babel kesulitan mau investasi karena energi nggak cukup, hari ini kita tau bahwa proyek kabel laut, akan dikerjakan kedepan kita harapkan PLN bersama membangun Babel, " tuturnya.

Sementara, General Manager PT PLN Babel, Abdul Mukhlis menyebutkan, PLN terus berusaha melayani masyarakat sebaik-baiknya, meskipun diakuinya pekerjaan tersebut tidaklah mudah mengingat harus menjaga keandalan listrik selama 24 jam.

"Tidak ada niat kami untuk merusak keheningan doa yang terusik karena PLN, ujian terganggu karena PLN, kami ingin berikan listrik 24 jam sepanjang tahun, tetapi kami bukan super yang tidak ada cacat, kami manusia biasa yang mengoperasikan peralatan listrik, ada kalanya peralatan ini terganggu, tapi kami siap melakukan perbaikan, tetapi kecepatan pekerjaan tergantung kondisi di lapangan, " jelasnya.

Untuk menjaga keandalan listrik dan suplai listrik di Babel, ditegaskan dia, PLN akan menarik listrik dari Sumatera ke Babel, menggunakan kabel bawah laut, sepanjang 35,5 kilometer. "Kami akan gali tanah di dasar laut menggunakan robot, menanam kabel, nanti akan diakhiri listrik dan juga jaringan internet, mudah-mudahan di bulan April- Juni 2021 bisa terhubung, sehingga daya listrik jauh lebih dari cukup dan andal," bebernya.

Saat ini, sebutnya PLN masih mengandalkan PLTD, PLTU, PLTS, dengan biaya listrik saat ini berkisar Rp2.600/kwh, dengan harga jual Rp1.200, sehingga masih subsidi sekitar 1.300/kwh. "Dengan dekatkan penarikan kabel bawah lain ini, energi akan lebih murah, karena gunakan PLTU, biaya lebih murah, dan keandalan lebih bagus," jelasnya.

Dengan mendapat tambahan energi ini nantinya, investasi di Babel juga akan berkembang lebih cepat serta keandalan listrik lebih mantap sehingga tak sering padam. "Investasi kami ini sekitar Rp2,5 triliun, jika nanti selesai kita akan dapat tambahan daya 200-300 MW, " imbuhnya.

Kondisi kelistrikan di Babel saat ini, Mukhlis menambahkan, daya mampu 191 MW dan beban puncak 152 MW di Bangka, serta daya mampu 61 MW dan beban 41 MW di Belitung. "PLN siap mendukung kebutuhan bisnis dan industri di Babel, " pungkasnya. (nov/10)

Diatas Footer
Light Dark