by

Hendri dan Sariat Disidik Ditreskrimsus?

-NEWS-539 views

Mukti Juharsa: Kita Masih Sidik
Ada Berita Acara Penyerahan Kunci PC

PANGKALPINANG – Perkara 4 unit alat berat yang ditangkap tim gabungan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Dinas Kehutanan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Dihut Babel) bersama tim Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Gakum KLHK) yang sudah dilimpahkan ke Direktorat Reserse dan Kriminal Khusus Kepolisian Daerah (Ditreskrimsus Polda) Babel, hingga sekarang masih mengambang.
Pasalnya, dalam perkara tersebut belum satupun tersangka yang dijerat. Padahal, telah diketahui 4 unit alat berat yang kini diamankan di halaman Mapolda Babel, melakukan kegiatan penambangan di kawasan Hutan Lindung dan Hutan Produksi Kubu di Kabupaten Bangka Selatan.
Anehnya lagi, 4 unit alat berat jenis becho atau PC limpahan timgab PPNS tersebut ditangkap tanpa disertai pemiliknya. Bahkan, operator alat berat, koordinator maupun pengurusnya yang sudah diketahui, hingga kemarin masih berkeliaran bebas tanpa tersentuh hukum.
Kabar baiknya, Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Babel, Kombes Pol Mukti Juharsa berjanji akan mengusut kasus ini. Termasuk mengecek lagi dan menyidik koordinator penambangan serta alat berat/PC diduga Hendri Gondrong dan Sariat selaku pengurus PC tersebut.
“Nanti pulang saya cek yah, masih rapat di Jakarta,” tulis Dirreskrimsus dalam pesan singkat saat dikonfirmasi Rakyat Pos, Selasa sore (9/10/2018).
Ia menambahkan, perkara dugaan penambangan ilegal dengan menggunakan alat berat itu hingga sekarang masih dalam proses penyidikan pihaknya.
“Kita masih sidik,” ujarnya.
Senada diungkapkan Kasubdit IV Tipiter, AKBP I Wayan Riko Setiawan saat dihubungi terpisah. Ia mengatakan, perkara 4 unit PC tersebut masih dalam proses penyidikan.
“Sidik. Perkuat saksi-saksi,” tukasnya.
Dalam berita sebelumnya, dugaan penambangan pasir kuarsa menggunakan empat unit alat berat di kawasan Hutan Lindung dan Hutan Produksi Kubu di Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan ini mulai terkuak dengan adanya tandatangan dalam berita acara penarikan serta penyerahan kunci alat berat antara warga Jalan Raya Sungailiat, Desa Pagarawan, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka selaku pengurus alat berat dengan Kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Muntai Palas Dinas Kehutanan Provinsi Babel, Fahrurozi.
PC-PC itu sebelum ditangkap tim gabungan KLHK dan Dinas Kehutanan, ternyata pada Senin dan Selasa 10-11 September 2018 sempat telah diamankan lebih dulu oleh KPHP Muntai Palas Dinas Kehutanan Babel.
Hal ini terbukti dengan terbitnya berita acara penarikan dan penyerahan kunci alat berat/PC, seperti Berita Acara Penarikan Kunci Alat Berat Nomor 522/28/KPHP MP/VIII/2018 tertanggal Senin 10 September 2018 dan atau Berita Acara Penyerahan Kunci Alat Berat Nomor 522/31/KPHP MP/ VIII/2018 yang tidak dibubuhi tanggal meski bermaterai Rp6000. Setidaknya ada empat surat berita acara yang ditandatangani oleh Sariat dan Fahrurozi dengan kop surat Provinsi Babel lengkap pula Nomor Induk Kepegawaiannya.
Tapi sayangnya, Hendri Gondrong saat dikonfirmasi dan dimintai komentarnya terkait ditangkapnya 4 unit PC dan penambangan pasir kuarsa yang disinyalir dikoordinir olehnya, memilih bungkam. Bahkan, ketika dilayangkan pesan singkat selain mengkoordinir ia juga diduga memiliki satu unit PC yang ditangkap tim KLHK, Hendri membalas SMS wartawan tapi mengaku salah orang.
“Salah org pak,” tulisnya.
Dilain pihak, sumber koran ini menginformasikan bahwa salah satu pemilik alat berat itu berinisial FI yang dikelola oleh BI. Nama terakhir ini bahkan mengelola dua unit alat berat lain yang satu unitnya adalah milik AE.
“BI ini pegang dua alat, milik FI dan AE. BI ini masih saudara dengan SAR yang Pagarawan. Dan SAR ini kalau tidak salah kaki tangannya Hen, tapi Hen ini orang kuat Pak,” ucap sumber itu, Senin (8/10/2018). (bis/1)

Comment

BERITA TERBARU