Heboh! Zirkon Indomas Diduga Ekspor?

  • Whatsapp
TONGKANG ZIRKON – Tongkang Berkat Mandiri 33 yang sudah berisi ribuan ton pasir mineral ikutan, telah berlabuh di seberang dermaga Pelabuhan Pangkalbalam, sejak Kamis malam (11/7/2019). Disebut-sebut tongkang ini segera berlayar dan dikaitkan dengan berlabuhnya Kapal Splender Kaohsiung berbendera Panama di tengah laut untuk dugaan tujuan ekspor. (Foto: Istimewa)

Kapal Asing Disebut Menunggu di Laut
Kepala BC dan KSOP Bungkam
PT BBTS Ngaku tak Terkait Pengiriman Zirkon

PANGKALPINANG – Dalam sepekan ini, pengiriman mineral ikutan timah berupa pasir zirkon dan eleminit di Pelabuhan Pangkalbalam Kota Pangkalpinang, terus menyita perhatian publik Provinsi Bangka Belitung. Grup-grup WhatsApp selalu saja membahas tentang pengiriman zirkon yang diketahui akan dilakukan PT Indomas ke Kalimantan.

Ada yang mempertanyakan perbedaan pernyataan antara Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman dan Ketua DPRD Didit Srigusjaya di media yang menyebutkan pengiriman zircon itu belum legal. Sedangkan pihak Polda Kepulauan Bangka Belitung menyatakan dokumen PT Indomas untuk pengiriman mineral itu sudah lengkap.

Namun kabar terbarunya, disebut-sebut bahwa mineral ikutan itu bukan untuk dikirim antar pulau di Indonesia, tapi diduga hendak diekspor ke Tiongkok. Bahkan, informasi di lapangan menyebutkan, Kapal Splender Kaohsiung berbendera Panama, sudah berlabuh di tengah laut yang dikaitkan dengan pengiriman zircon tersebut.

Sedangkan tongkang Berkat Mandiri 33 yang sudah berisi sekitar 18 ribu ton pasir mineral ikutan, sejak Kamis malam (11/7/2019) telah bergeser sekitar lima puluh meter ke seberang dermaga Pelabuhan Pangkalbalam.

Sayangnya belum ada keterangan resmi dari pihak terkait terhadap dugaan ekspor zircon ini. Pihak PT Indomas pun, tengah diupayakan konfirmasi oleh wartawan, apakah benar zircon miliknya di tongkang tersebut akan diekspor atau dikirim antar pulau ke Kalimantan.

Sebaliknya, baik Kepala Bea Cukai Pangkalbalam maupun Kepala KSOP IV Pangkalpinang tak satupun berhasil dikonfirmasi terkait pengiriman zirkon dan elminit ini. Pesan singkat konfirmasi yang dikirimkan wartawan kepada Kepala KSOP Pangkalpinang, Izuar hanya tampak dibaca saja, namun tak ada balasan. Pun demikian dengan Kepala Bea Cukai Pangkalbalam, tak menggubris upaya konfirmasi.

Menariknya, salah satu petinggi PT Bangka Belitung Timah Sejahtera (BBTS) yang dikatakan terkait dengan pengiriman zircon Indomas itu, membantah pihaknya dilibatkan. Sebab, BBTS merasa mineral ikutan timah itu bukan berasal dari Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi (IUP OP) mereka.

”Kalau kerjasama dengan kami memang ada. Tapi kalau soal pengiriman zirkon yang di Pangkalbalam itu, kami menduga bukan dari IUP BBTS,” kata salah seorang petinggi BBTS yang meminta namanya tidak ditulis.
Dia bahkan berani menyatakan asal barang berupa zircon dan elminit bukan dari BBTS, karena pihaknya sama sekali tidak mendapatkan alas surat jalan, surat asal usul barang, SPK awal, SPK akhir, hingga bukti bayar retribusi daerah, terkait mineral yang dikirim.

”Jika memang dari IUP BBTS, mereka harus menindaklanjuti kerjasama itu dengan kewajiban-kewajiban yang ada. Dan ini tidak ada sama sekali. Tidak ada laporan ke BBTS. Ya, surat jalan, surat asal usul barang seperti dari IUP OP mana, bukti bayar royalti, retribusi daerah, dan lain-lain itu tidak ada. Berarti tidak terkait dong dengan BBTS,” tegasnya.

Sementara, Direktur Reserse dan Kriminal Khusus (Reskrimsus) Polda Bangka Belitung kepada media sebelumnya menyatakan pasir zirkon dalam muatan tongkang di Pelabuhan Pangkalbalam yang akan menuju Kalimantan itu sudah memiliki izin lengkap. Dan bekerjasama dengan PT BBTS dalam IUP, sehingga Polda Bangka Belitung tidak dapat melakukan penindakan hukum.

Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) IV Pangkalpinang juga sebelumnya mengaku belum menerima dokumen apa pun terkait kegiatan muat barang yang dilakukan pemilik mineral ikutan, maupun perusahaan keagenan pelayarannya. Padahal seharusnya, sebelum barang dimuat, pemilik barang atau agen pelayar harus sudah menyerahkan dokumen kepada KSOP.

Pejabat Harian (PH) KSOP IV Pangkalpinang, Hasoloan Siregar menuturkan, pihaknya baru mengetahui secara lisan dari agen (pelayaran) akan ada pengiriman diduga mineral ikutan tersebut.
“Nama agennya LMP, cuman belum ada dokumen kesyahbandarannya,” kata dia kepada sejumlah wartawan ketika ditemui di kantornya beberapa hari lalu.

Menurut Hasoloan, setidaknya ada 4 dokumen yang harus dilengkapi ketika akan mengirim dan memuat barang berupa mineral di pelabuhan untuk diterbitkanSurat Perintah Berlayar (SPB). Yakni Surat Keterangan Pemberitahuan (SKP) awal, hasil uji laboratorium untuk mengetahui jenis barang, laporan pemeriksaan hasil surveyor, bukti setor pajak daerah dan SKP akhir.

“Uji lab untuk jenis barang, laporan hasil surveyor dan bukti setor pajak daerah untuk jumlah barang,” jelasnya.

Namun disebutkan Hasoloan, belum ada satu pun dokumen terkait pengiriman mineral ikutan itu yang masuk ke KSOP IV Pangkalbalam, baik dari agen maupun perusahaan pemilik dan pengirim barang ketika zircon mulai dimuat.

“Tadi, memang ada pengurusnya datang ke kita (KSOP IV Pangkalbalam), tapi kita sudah minta dokumennya belum ada,” tuturnya. (bis/red/1)

Related posts