Heboh Pengiriman Zirkon di Pangkalbalam

  • Whatsapp
ZIRKON DI TONGKANG – Sejumlah bag jumbo berisi mineral ikutan zircon dan elminit tampak sudah berada di dalam tongkang yang bersandar di Pelabuhan Pangkalbalam, Kota Pangkalpinang kemarin siang. Bongkar muat zircon ini membuat heboh pelabuhan. Selain diserbu para wartawan karena diduga pengiriman mineral ini tanpa dokumen, anggota polisi pun sempat datang ke lokasi. (Foto: Istimewa)

Muat ke Tongkang Diduga tanpa Dokumen
KSOP Ngaku belum Terima Berkas

PANGKALPINANG – Keberanian jajaran Polri untuk bertindak tegas disaat perayaan HUT Bhayangkara ke-73, sepertinya ditantang. Buktinya, ketika Kepolisian Daerah Kepulauan Bangka Belitung (Polda Babel) akan menggelar upacara dan syukuran hari Bhayangkara tahun 2019, Rabu 10 Juli 2019 di Mapolda Babel, ribuan ton mineral ikutan timah berupa zircon dan elminit diduga ilegal, justru akan dikirim keluar daerah.

Puluhan truk bermuatan mineral ikutan itu, sudah sejak Senin (8/7/2019) terpantau melakukan aktivitas bongkat muat di Pelabuhan Pangkalbalam, Kota Pangkalpinang. Muatan yang dikemas dalam jumbo bag, bahkan sudah ratusan ton dimuat ke dalam tongkang bermuatan 2500 ton yang bersandar di dermaga.

Diduga kuat, mineral ikutan yang hendak dikirim ke Pulau Jawa ini tidak memiliki dokumen lengkap. Sebab, Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) IV Pangkalpinang hingga kemarin siang belum menerima dokumen apa pun terkait kegiatan muat barang yang dilakukan pemilik mineral ikutan, maupun perusahaan keagenan pelayarannya.

Padahal seharusnya, sebelum barang dimuat, pemilik barang atau agen pelayar harus sudah menyerahkan dokumen kepada KSOP.

Kepala KSOP IV Pangkalpinang, Izuar pun mengaku belum menerima informasi adanya pengiriman puluhan truk yang memuat diduga mineral ikutan tersebut, lantaran sedang berada di luar daerah.

“Belum ada info, saya di Surabaya. Tolong dicek kebenarannya di Pelindo, terimakasih infonya,” ungkap Izuar ketika dihubungi Rakyat Pos melalui pesan WhatsApp, Senin malam (8/7/2019).

“Kami akan keluar SPB (Surat Perintah Berlayar), kalau dokumen perizinan semua sudah lengkap,” sambungnya.

Hal senada disampaikan Pejabat Harian (PH) KSOP IV Pangkalpinang, Hasoloan Siregar. Dia menuturkan, pihaknya baru mengetahui secara lisan dari agen (pelayaran) akan ada pengiriman diduga mineral ikutan tersebut.

“Nama agennya LMP, cuman belum ada dokumen kesyahbandarannya,” kata dia kepada sejumlah wartawan ketika ditemui di kantornya kemarin.

Menurut Hasoloan, setidaknya ada 4 dokumen yang harus dilengkapi ketika akan mengirim dan memuat barang berupa mineral di pelabuhan untuk diterbitkan SPB. Yakni Surat Keterangan Pemberitahuan (SKP) awal, hasil uji laboratorium untuk mengetahui jenis barang, laporan pemeriksaan hasil surveyor, bukti setor pajak daerah dan SKP akhir.

“Uji lab untuk jenis barang, laporan hasil surveyor dan bukti setor pajak daerah untuk jumlah barang,” jelasnya.

Namun disebutkan Hasoloan, belum ada satu pun dokumen terkait pengiriman mineral ikutan itu yang masuk ke KSOP IV Pangkalbalam, baik dari agen maupun perusahaan pemilik dan pengirim barang.

“Tadi, memang ada pengurusnya datang ke kita (KSOP IV Pangkalbalam), tapi kita sudah minta dokumennya belum ada,” tuturnya.

Dari informasi yang dihimpun di lapangan, bahwa zircon dan elminit tersebut diduga milik PT Indomas.

Gudang perusahaan ini yang berada di Ketapang, Pangkalbalam sebelumnya pernah digerebek dan dirazia oleh Sat Pol PP Pemprov Babel, kemudian berhenti beraktivitas lantaran tak mengantongi perizinan lengkap.

Sedangkan jumlah barang yang akan dimuat ke dalam tongkang dengan jadwal muat kemarin hingga esok, Rabu (10/7/2019) berkisar hingga 18.000 ton. Didapat kabar pula identitas kuasa perusahaan berinisial JS dengan pengurus lapangan Fer.

“Kalau sebelumnya ada yang ngirim zirkon, tapi dokumennya lengkap bukan seperti ini,” tambah Hasoloan.

Sayangnya, Kasubdit Gakkum Ditpolairud Polda Babel, AKBP Nuryono mewakili Dirpolairud Kombes Pol M. Zainul juga mengaku tak tahu menahu soal aktivitas pengiriman mineral ikutan ini dan belum menerima laporan dari bawahannya.

“Saya gak tahu. Saya sedang dinas luar di Jakarta, gak ada laporan. Nanti, saya tak cek dulu ya,” kata Nuryono dihubungi terpisah.

Namun, dalam pantauan wartawan di Pelabuhan Pangkalbalam kemarin, beberapa orang anggota Polri sudah datang ke lokasi dan sempat menghentikan bongkar muat bag jumbo zircon ke dalam tongkang.

Anggota Polsek Kawasan Pelabuhan Pangkalbalam juga turun ke lokasi. Akan tetapi tak lama kemudian pengisian zircon ke tongkang tersebut tetap dilakukan.

Kapolsek Was Pangkalbalam, AKP Yudha ketika ditemui banyak wartawan di pelabuhan mengatakan, muatan zirkon ini memang dokumen atau surat-surat izinnya masih dalam tahap meminta kepada pemilik barang. Hingga kemarin, kapolsek pun belum menerima dokumen kelengkapan izin pengiriman itu.

“Kita mau lihat dulu dokumennya, kalau tidak ada kita jemput ke pemiliknya biar lebih detil lagi, kalau dokumennya lengkap silahkan saja,” katanya seraya membenarkan kalau zircon tersebut milik perusahaan Indomas yang rencananya akan dikirim ke Jawa.

Terkait keabsahan barang seperti asal usul zircon apakah sesuai Izin Usaha Penambangan (IUP), Yudha mengatakan hal tersebut kewenangan Polres Pangkalpinang yang nantinya akan memeriksa.

“Kita nanti akan koordinasikan ke Polres Pangkalpinang. Karena wewenang saya hanya sebatas wilayah saya saja,” tutupnya.

Andi, salah satu sopir truk mengaku mengangkut barang itu dari gudang dekat Ketapang menuju Pelabuhan Pangkalbalam. Namun dia mengaku tidak tahu pemilik barang. Mereka hanya mengangkut bag jumbo itu saja dari gudang.

“Kalau pemilik saya kurang tahu karena hanya jasa angkutan saja. Kita sampai sini sekitar jam 11.00 dan bongkar muat jam 13.00. Dalam satu mobil ada 12 karung, masing-masing karung 900 kilogram,” tandasnya. (bis/red/1)

Related posts