by

Hayalanku = Cita-citaku = Tujuan Hidupku

-Cerpen-273 views

Tulisan ini kembali menyambutku, setelah hampir 12 tahun aku tidak menginjakkan kaki disini. Banyak yang telah berubah, perubahan yang sangat mencolok, yaitugerbang kayu yang dulu selalu kulalui, kini telah berubah menjadi gerbang yang berdiri kokoh yang megah, taman sekolah yang indah dan nyaman, serta ruang kelas yang sudah pasti tidak ada lagi bubuk kayu yang jatuh dari langit-langit kelas.
Dari kejauhan terlihat wanita paruhbaya yang berusia sekitar 35 tahunan sedang bercengkrama dengan alumni lainnya, beliau tampak cantik dengan balutan kebaya yang dikenakanny. Aku berjalan mendekati beliau, dan alumni yang tadi berpamitan ingin pergi untuk ketempat lain. Saat aku hampir tiba di dekat beliau, ia membalik tubuhnya sehingga langsung berhadapan kepada ku.
“Assalamu’alaikum Bu Herti”. Sapaku seraya menyalami Bu Herti.
“Wa’alaikumsalam Pak, ada yang bisa saya bantu” Jawab Bu Herti, terlihat jelas sekali dari raut wajahnya, jika beliau mencoba mengingat siapa lawan bicaranya sekarang.
“Ibu bisa saja, jangan panggil saya seperti itu bu,saya merasa tua saat mendengarnya, panggil saja saya Zakie bu”. Jawabku. “saya juga murid Ibu, saya alumni angkatan 2006” lanjutku.Bu Herti langsung terkesiap setelah mendengar hal itu. Beliau serasa ditampar dengan rasa malu dan walaupun disamping itu ia juga merasa bangga kepada siswanya yang satu ini.
Flashback on ;
Lonceng telah berbunya 3 kali, yang menandakan semua sisa/siswi SD N 2 TL.Selapan untuk masuk ke kelasnya masing-masing. Hari ini adalah hari pertama masuk sekolah setelah libur panjang kenaikan kelas. Sudah menjadi tradisi siswa/i SD N 2 TL. Selapan jika setiapa kenaikan kelas, maka wali kelas akan diganti. Di kelas 6A mendapat wali kelas seorang guru mjuda dengan usia sekitar 23 tahun. Beliau merupakan salah satu guru baru di SD ini. Beliau bernama Herti Muliati S p.d.
Seperti biasa, sebelum memulai pelajaran setiap siswa diminta untuk memperkenalkan diri kepada wali kelas. Mereka dipanggil satu persatu ke depan kelas sesuai dengan urutan absen. Tak terasa sudah nama Yesi Putri, setelah Yesi menyebutkan nama, alamat, hobi, serta cita-citanya yang ingin menjadi dokter ahli bedah, kini tiba lah giliran siswa terakhir.
“Muhammad Zakie” Panggil Bu Herti.
“s..sa..saya Bu” jawab Zakie kecil dengan nada yang gugup.
“ya silahkan maju dan perkenalkan dirimu” lanjut bu Herti.
Mendengar itu Zakie langsung berdiri dan melangkah pelan kedepan dengan mengenakan seragam putih yang sudah mulai menguning, ia masih merasa gugup, setelah dia didepan ditatapnya teman sekelasnya satu persatu, entahlah kenapa hingga sekarang ia masih merasa gugup saat melakukan perkenalan kedepan kelas seperti ini,mungkin karena ia adalah seorang anak yang kurang mampu dibandingkan teman sekelasnya. lalu ia menarik nafas panjang dan menghembuskannya perlahan.
“Perkenalkan nama saya Muhammad Zakie, saya biasa dipanggil Zakie” kata Zakie Yang nada bicaranya sudah lebih tenang.
“Hobi saya yaitu membaca buku”lanjutnya.
“kamu biasanya suka membaca buku apa ?”. tanya bu Herti.
“Saya biasanya baca buku cerita yang ada di perpustakaan sekolah bu” jawab Zakie polos.
“Ooohhh, ok silahkan lanjutkan” lanjut bu Herti.
“cita-cita saya yaituuu,,,,” kata Zakie menggantungkan kalimatnya. “saya ingin setiap hari naik mobil mewah, punya rumah mewah, dan banyak orang yang membutuhkan saya” lanjut Zakie.
“ Hahahaha….”Setelah mendengar itu, sontak seisi kelas tertawa mendengar cita-cita Zakie, begitu juga dengan bu Herti.
“Zakie, ibu bertanya cita-cita mu, bukan hayalan sebelum tidur mu itu” lanjut bu Herti setelah tawa siswa/i kelasnya meredam.
“Hahahahaha…..” setelah mendengar tuturan sang guru, siswa/i kelas 6A kembali tartawa.
“ma’af bu” jawab Zakie dengan nada yang pelan.
“Yah sudah silahkan duduk, dan semoga hayalan sebelum tidurmu itu terwujud” jawab bu Herti sambil tersenyum.
Mendengar itu Zakie hanya bisa mengaminkan didalam hati untuk semoga yang telah diucapkan bu Herti, lalu ia segera melangkah menuju kursinya.
TING…..TING….TING….TING
Lonceng sekolah sudah berbunyi 4 kali yang menandakan waktunya siswa/i SD N 1 TL.Selapan untuk pulang. Siswa/i kelas 6A mulai bersiap-siap untuk pulang. Setelah do’a dan memberi salam kepada bu Herti, semua siswa/i kelas 6A keluar satu persatu sambil mencium punggung tangan bu Herti. Zakie sengaja mengambil giliran peling terakhir untuk pulang.
Setelah Zakie mencium punggung tangan bu Herti, Zakie lalu memberikan surat yang ia tulis sebelum lonceng pulang berbunya. Ia lalu tersenyum dan pamit pulang kepada bu Herti.
Dengan sedikit penasaran Bu Herti mebuka lipatan surat tersebut dan langsung membacanya. Ia terkejut dengan apa yang di tulis oleh siswanya itu.
Ma’af bu, tadi saya bicara tentang hayalan sebelum tidur saya ?. Tapi sebenarnya saya tidak punya cita-cita seperti teman-teman, ada yang mau jadi dokter, jaksa, polisi, bidan, dan masih banyak cita-cita mereka. Tetapi saya hanya bisa berhayal disaat sebelum tidur dan kemudian menjadikan hayalan itu sebagai mimpi,setelah itu membuat mimpi itu menjadi tujuan hidup.
Kata Ayah jangan sungkan untuk berhayal, karena berhayal itu tidak membutuhkan biaya. Dan saya harap semoga yang tadi ibu ucapkan bisa menjadi kenyataan. Aamiinn…
Flashback off.
“ Oh iya, Ibu apakabar ?” tanya Zakie.
“Ha, eh,, Alhamdulillah Ibu baik” jawab bu Herti setelah tersadar dari lamunannya.
“Alhamdulillah kalau begitu” jawab Zakie.
“kabar kamu sendiri bagaimana sekarang ?” tanya bu Herti balik.
“Alhamdulillah saya juga baik, dan sekarang saya masih fokus membangun proyek yang ada di Bandung untuk tahun ini.” Jawab Zakie. “Dan ternyata sekarang semoga yang ibu ucapkan waktu itu terwujud, hahaha….” lanjut Zakie sambil tertawa pelan.
“ibu minta ma’af ya kie untuk kata-kata waktu itu” sesal bu Herti
“ibu tidak salah, siapa tahu jika ibu tidak bicara seperti itu waktu itu, mungkin saya tidak seperti ini sekarang” kata Zakie bijak “bahkan saya ingin berterima kasih kepada ibu karna sudah mendidik saya, dan telah mendo’a kan saya agar bisa sukses seperti sekarang’ lanju Zakie.
“Ya baiklah kalau begitu sama-sama” jawab bu Herti seraya tersenyum dengan tulus.
Kemudian mereka bergabung dengan alumni yang lainnya dan membicarakan pembicaraan yang ringan, dan terkadang bernostalgia.

Karya AL, siswi SMAN 1 Toboali
SD N 2 TL. SELAPAN.

Comment

BERITA TERBARU