Hari Pertama Pascacuti Bersama Lebaran Masih Banyak ASN Mangkir Kerja

  • Whatsapp
SIDAK – Bupati Bangka, Mulkan melakukan sidak untuk mengetahui kehadiran ASN pada hari pertama masuk kerja pascacuti bersama lebaran, Senin (10/6/2019). Didapati sebanyak 4 ASN mangkir kerja tanpa alasan di Kabupaten Bangka. (Foto: mg419)

Di Pemprov Babel, Lima Persen tak Hadir

PANGKALPINANG – Hari pertama masuk kerja setelah libur dan cuti bersama Hari Raya Idulfitri 1440 Hijriah, ribuan aparatur sipil negara (ASN) di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung kembali bekerja. Namun, masih ada saja sejumlah ASN yang tidak masuk kerja, dengan alasan tertentu.

Seperti di Pemerintah Kabupaten Bangka, sebanyak empat orang ASN diketahui mangkir saat disidak langsung oleh Bupati Bangka, Mulkan ke seluruh OPD, Senin (10/6/2019). Sidak dilakukan setelah menggelar upacara di halaman kantor bupati.

Bersama rombongan Sekda, Kepala BKPSDMD serta Satpol PP, bupati datang ke kantor-kantor di lingkungan Pemkab Bangka, dan menemukan empat orang pegawainya tidak berada di tempat dan tidak ada keterangan. Keempat pegawai yang mangkir kerja tersebut adalah tiga orang berstatus PNS dan satu tenaga honorer.

“Kami ingin melihat kehadiran pegawai kita dihari pertama kerja, terus terang PNS kita terkadang sudah diberi libur masih merasa kurang. Kita juga masih menemukan beberapa PNS yang belum masuk,” ungkap Mulkan seraya berjanji akan memberi sanksi kepada para pegawai yang mangkir tersebut hingga terancam diberhentikan.

Demikian juga di Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah. Dalam kegiatan halal bihalal pada hari pertama masuk kerja, Bupati Bangka Tengah Ibnu Saleh mengakui masih banyak ASN yang mangkir kerja usai libur dan cuti bersama.

“Pada hari pertama masuk, ada oknum ASN yang tidak masuk kerja dengan berbagai alasan, ada yang sakit, ada juga yang ketinggalan pesawat dan ada juga yang tidak ada keterangan atau bolos,” ujarnya.

Bupati menegaskan, bagi yang tidak ada keterangan akan diteliti penyebabnya. Dan kalau memang membolos akan diberikan surat peringatan dan sanksi.

“Libur bersama sudah lama diberikan, seharusnya pada hari pertama masuk kerja enggak ada lagi alasan para ASN tidak masuk tanpa terkecuali,” tegasnya.

Untuk di Kabupaten Bangka Selatan, Pemkab setempat akan menunda kenaikan pangkat para ASN yang mangkir pada hari pertama masuk kerja usai libur bersama lebaran.

“Jika ditemukan ASN mangkir pada hari pertama masuk kerja ini, maka kami terapkan aturan Kemenpan berupa sanksi administrasi yakni penundaan kenaikan pangkat satu tahun,” kata Wakil Bupati Bangka Selatan, Riza Hardavid usai apel bersama dan melakukan sidak ke sejumlah OPD.

“Hasil sidak kami hari ini diketahui hanya 98 persen ASN yang masuk kerja, sisanya dua persen tidak hadir dengan berbagai keterangan,” imbuhnya.

Ia mengemukakan, ada sebagian ASN yang mudik lebaran hingga sekarang belum balik dengan alasan tidak kebagian tiket dan ada masih dalam perjalanan. Tapi ada pula yang tidak masuk kerja tanpa keterangan.

Di Kabupaten Belitung Timur diketahui, jumlah pegawai yang masuk kerja tercatat mencapai 3.134 orang atau 98 persen. Jumlah tersebut berasal dari laporan absensi saat apel bersama dan absensi wajah.

Sedangkan di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Pemprov Babel), ketidakhadiran ASN pada hari pertama kerja cukup tinggi. Para petinggi Pemprov pun tidak melakukan sidak seperti biasanya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Pemprov Babel, Yan Megawandi menyebutkan, hanya akan memantau absensi pegawai yang tidak masuk di hari pertama kerja.

“Pantauan sementara yang masuk kerja cukup banyak. Untuk yang tidak hadir, akan kita data kembali,” kata Yan kepada wartawan, Senin (10/6/2019) meski tak menunjukan data kehadiran pegawai.

Ia menegaskan, sudah meminta masing-masing kepala OPD untuk memonitor kehadiran pegawai sesuai edaran Menpan. Dan di edaran Menpan tersebut sudah ada sanksinya bagi ASN yang mangkir.

“Memang kami belum sidak, secara internal kita siapkan pekerjaan di masing-masing OPD itu yang kita prioritaskan kegiatan yang sudah menunggu untuk diselesaikan,” ujarnya.

Setelah libur lebaran ini, lanjut Yan, banyak pekerjaan yang harus dituntaskan. Salah satunya, menyelesaikan pekerjaan yang masih tertunda, seperti pembahasan anggaran sambil berjalan dengan penyelesaian anggaran perubahan.

“Karena ingin tahun 2019 tetap menjadi provinsi yang pertama selesaikan APBD tahun 2020, kita sudah diwarning DPRD supaya tahun ini masih bisa yang tercepat selesaikan APBD. Kita konsen untuk itu termasuk selesaikan anggaran perubahan, parelel diselesaikan,” jelasnya.

Untuk anggaran perubahan, imbuh mantan Kepala Bappeda ini, salah satunya adalah mengenai kenaikan gaji honorer. Kemudian yang akan dipercepat mengenai rencana zonasi tata ruang laut.

“Cukup banyak yang harus di-speed up selesai lebaran, semangat Idul Fitri mestinya pekerjaan ini bisa lebih cepat selesai,” ulasnya.

Kepala Biro Organisasi Setda Pemprov Babel, Harry Patriadie menambahkan, untuk absensi pegawai secara keseluruhan akan disampaikan ke pemerintah pusat sebagai laporan.

“Kami masih terus mendata yang tidak hadir, tetapi kelihatannya enggak banyak. Yang hadir bisa diatas 95 persen tadi,” ujarnya.

Moment hari pertama kerja ini juga, dimanfaatkan para pegawai untuk halal bi halal saling memaafkan, yang dilaksanakan setelah upacara bendera Senin pagi di halaman kantor gubernur. (nov/tim/1)

Related posts