by

Hari Ini, Bawaslu Putuskan Kasus APK

-NEWS-403 views

Pelaku Sudah Diinvestigasi Empat Jam
Apin Sebut Berhak Turunkan Spanduk

PANGKALPINANG -Hari ini, Senin (11/2/2019), Bawaslu Kota Pangkalpinang akan menentukan dugaan pelanggaran penghilangan Alat Peraga Kampanye (APK) Caleg Partai Demokrat milik Lia Nita yang diduga sengaja dihilangkan oleh Ketua Ranting PDIP Kelurahan Bintang Kecamatan Rangkui.

Divisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu Kota Pangkalpinang Novrian Saputra mengatakan, pihaknya telah melakukan investigasi kepada terlapor selama empat jam.

“Kita telah melakukan investigasi kepada saudara Apin itu kurang lebih empat jam, kita menanyakan terkait kronologis kejadian yang sempat dilaporkan oleh pelapor,” kata Novrian kepada wartawan, Sabtu (9/2/2019).

Dari hasil investigasi tersebut lanjutnya, pihaknya akan melakukan kajian apabila hal tersebut dirasakan ingin menambahkan saksi atau bukti.

“Dalam hal ini untuk formil dan materilnya, maka akan dilakukan paling lambat pada Senin (11/2/2019). “Jadi dari hari Senin itu, kita sudah bisa menilai apakah ini menjadi dugaan pelanggaran atau tidak,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Ranting PDI Perjuangan Kelurahan Bintang Kecamatan Rangkui, Arifin Salim (Apin) usai memberikan klarifikasi mengakui, ia sengaja mencabut spanduk milik Partai Demokrat, dikarenakan spanduk yang terpasang berada di rumah bendahara PDIP Ranting Bintang. “Memang benar saya yang menuruni spanduk Lia itu, pada tanggal 30 Januari,” kata Apin.

Apin menjelaskan, dirinya mempunyai alasan yang kuat untuk menurunkan spanduk tersebut karena ia menilai, pelapor telah salah alamat memasang spanduk tersebut. “Dia memasang spanduk di pagar rumah pengurus bendahara PDI Perjuangan Ranting Kelurahan Bintang, Mei Siang,” ujarnya.

Sebagai Ketua Ranting PDI Perjuangan Kelurahan Bintang katanya, ia merasa berhak menurunkan spanduk tersebut. “Peraturan kami dari PDI Perjuangan, kalau kita jadi pengurus partai ini, masa’ ada di pagar rumah kita ada partai yang lain memasang di pagar rumah kita,” terangnya.

Menurut dia, jika pelapor telah meminta izin kepada Micin, justru pelapor memasang spanduknya di rumah Mei Siang. “Rumah Micin itu ada disebelah rumah Mei Siang, cuma Micin mengizinkan untuk memasang spanduknya. Ini lah yang harus diluruskan, yang masang spanduk itu bukan didepan pagar rumah Micin, tapi didepan pagar rumahnya Mei Siang,” katanya. (ron)

Comment

BERITA TERBARU