Harga Daging Sapi di Belitung Rp160 Ribu Perkilo

  • Whatsapp

Bupati Tidak Batasi Harga Pasaran
Tergantung Pembeli dan Penjual

Tanjungpandan – Melonjaknya harga daging sapi di pasaran tidak dipermasalahan oleh Pemerintah Kabupaten Belitung, meski semula HET harga daging sapi di Pasar Tanjung Pandan dipatok Rp130 ribu perkilogram, namun kini sudah mengalami kenaikan menjadi p 160 ribu perkilogram.
Menurut Bupati Belitung, Sahani Saleh, pemerintah memang tidak membatasi harga daging yang kini dijual di pasaran, dikarenakan harga daging sapi yang dijual tersebut tergantung pembeli dan penjual.
“Tidak ada penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET) dari pemda. Sekarang suka sama suka, tidak ada persoalan dengan harga yang dijual Rp160.000, per kilo gram. Kami tidak membatasi harga penjualan daging tersebut. Tapi harus melihat kemampuan pembeli,” kata Sanem sapaan akrab Bupati Belitung saat di wawancara Rakyat Pos, Senin (19/6/2017).
“Jangan lagi mereka nak dapat untong dihalangi pemerintah, silahkan diatur aja harganya sendiri, yang penting daging itu ada,” ucapnya.
Sementara itu Kasat Reskrim Polres Belitung, Robby Ansyari mengungkapkan bahwa penetapan harga Rp160.000,- per kilo gram itu setelah Bupati, Wakil Bupati dan Sekretaris daerah Kabupaten Belitung melakukan pertemuan dengan pedagang pasar Tanjung Pandan.
“Harga itu sudah hanya kesepakatan saja, tidak ada tertulis, jadi hanya lisan saja bahwa harga per kilo Rp160 ribu,” kata Robby Ansyari.
Harga kesepakatan tanpa tertulis tersebut hanya diberlakukan disaat bulan Ramadhan hingga Idul Fitri 1438 hijriah dan tidak di berlakukan setelah Idul Fitri nanti.
“Itu hanya di bulan Ramadhan ini hingga menjelang Idul Fitri,” tuturnya.
Sementara itu dengan harga Rp160 ribu konsumen di pasar tidak mempermasalahkan mereka menganggap hal ini memang sudah menjadi biasa ketika menjelang hari raya.
Ketika dijumpai wartawan, Leni yang hendak membeli daging di pasar Tanjung Pandan mengatakan lonjakan harga sudah biasa.
“Biasa, agak murah sih biasannya sampai Rp180 ribuan perkilonya ketika menyambut hari raya,” ucapnya.
Leni berharap dengan harga ini, daging sapi yang dibelinya benar-benar masih segar.
“Yang penting dagingnya segar dan bukan dicampur-campur dengan daging beku dari luar daerah ya,” tutupnya.

Daging Beku Didrop ke Beltim
Sementara itu, guna menstabilkan harga daging sapi di Belitung Timur yang tembus Rp150.000/kg, pemerintah akan menjual daging beku seharga Rp100.000/kg, dan akan dijual Kamis ini di halaman Disperindag Belitung Timur sebanyak 15,7 ton.
Daging beku ini, dipastikan akan masuk ke Pulau Belitung pada Rabu (21/6/2017) malam, dan akan dijual pada Kamis (22/26/2017).
Ia memastikan, persiapan daging beku ini sudah dipersiapkan, termasuk penyimpanan, dan ia berharap daging ini diminati masyarakat menggantikan daging segar yang harganya cukup mahal.
“Kami sudah koordinasi dengan Kemendag, dan Rabu malam daging itu masuk, Kamis sudah siap jual, di halaman kantor perindag Belitung Timur,” terangnya.
Diakui Yuliswan, untuk daging beku umumnya memang harga pasaran Rp80.000/kg, tetapi karena di Belitung Timur transportasi menjadi kendala, sehingga daging ini dilepas dengan harga Rp100.000/kg
“Kalau rasa sama saja ya, tergantung bumbunya, saya pikir lebih baik beli daging beku Rp100.000 ketimbang daging segar Rp150.000-160.000, justeru daging beku lebih higienis, karena sudah dalam keadaan beku,” tambahnya.
Sementara itu, sekretaris Tim satgas pangan, Ahmad Damiri menambahkan, pihaknya sudah jauh-jauh hari mengingatkan untuk mengambil langkah distribusi sapi di Belitung Timur, karena dari tahun ke tahun trennya terus seperti ini.
“Sapi ke Belitung umunya dipasok dari Lampung dan Madura, saya pikir karena faktor jarak tempuh,, sehibgga kondisinya memang begitu,” ujarnya.
Ia mengatakan, pengusaha di Belitung Timur juga terkendala dana ketika harus mengambil sapi dalam jumlah besar, sehingga mereka hanya mengambil sesuai kebutuhan, dan ketika permintaan meningkat, sapi sebagian belum tiba.
“Kalau stok sapi mungkin tidak kurang hanya mungkin pengangkutan terhambat yang mengalami keterlambatan,” imbuhnya
Untuk pangan lain, tambahnya, di Belitung Timur tidak ada masalah, hanya sapi saja yang harganya cukup fantastis. (bas/nov/6)

Related posts