Harga Cabe di Koba Rp200 Ribu/Kg

  • Whatsapp

Karena Pasokan Cabai Berkurang
Penyumbang Inflasi Tertinggi

KOBA – Harga cabai kecil lokal di Koba Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) meroket. Hingga kemarin, harganya mencapai angka Rp200 ribu per kilogram. Sedangkan cabai besar kriting Rp50 ribu per kilogram.

“Kenaikan ini sejak minggu kedua awal Bulan Januari 2017 dengan harganya menembus Rp200 ribu per kilogram,” ujar Useng Komara, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Masyarakat Kecil Menengah, Selasa (10/01/2017).

Selain cabai kecil lokal yang naik, cabe kecil Palembang ikut naik Rp170 ribu per kilogram. Sementara cabai kriting pada harga Rp50 ribu per kilogram. “Harga ini, berdasarkan hasil survey tanggal 9 Januari 2017 oleh Disprindagkop dan UMKM,” ucapnya.

Ia mengatakan, sebab harga cabai naik, pertama karena gagal panen lantaran diserang penyakit. Selain itu, karena pengaruh cuaca buruk, dan terakhir karena pasokan cabai berkurang.

“Cabai merupakan salah satu penyumbang inflasi tertinggi. Dasar ini adalah hasil dari kajian Bank Indonesia yang telah melakukan penelitian. Kemudian penyumbang inflasi kedua adalah ikan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, upaya untuk menyikapi masalah inflasi tersebut, salah satunya Pemkab Bateng bekerjasama dengan Bank Indonesia melakukan pembagian bibit cabai untuk dibudidayakan. Tak hanya itu, ibu-ibu rumah tangga juga diperintahkan untuk membudidayakan tanaman bumbu-bumbuan, seperti kunyit, kencur, lengkuas, cabai, kacang-kacangan dan lainnya.

“Untuk pengawasan, kami tidak punya wewenang lagi, karena sejak 2016 lalu, pengawasannya sudah menjadi tanggung jawab provinsi tentang pengawasan barang dan jasa sesuai Undang-undang Nomor 23 Tahun 2015. Tetapi, untuk alat ukur dan metrologi masih kita kabupaten yang laksanakan. Karena kita mengalami keterbatasan alat, saat ingin menguji, malah kita minjam alat dari luar Babel. Setahun sekitar 1-2 uji tera metrologi, seperti timbangan, listrik, POM Bensin, PAM,” pungkasnya.(ran/3).

Related posts