Hamili Siswi SMK 4 Bulan, AA Ditahan

  • Whatsapp
AA (18) terpaksa berurusan dengan aparat penegak hukum, lantaran menghamili anak dibawah umur. (Foto: Dody Iskandar)

TANJUNGPANDAN – Seorang remaja berinisial AA (18) terpaksa berurusan dengan aparat penegak hukum, lantaran menghamili anak dibawah umur. Warga Desa Juru Seberang, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung ini dilaporkan oleh keluarga korban sebut saja Bunga (16) warga asal Tanjungpandan, pada Kamis (9/01/2020) ke Polres Belitung.
Banit PPA Sat Reskrim, Brigpol Pinky seizin Kasat Reskrim Polres Belitung, AKP Erwan Yudha Perkasa mengatakan, pelaku AA mengakui sudah 7 kali melakukan hubungan intim dengan korban Bunga.
Dari perbuatannya, Bunga yang merupakan seorang pelajar di salah satu SMK di Tanjungpandan Belitung mengaku telah hamil empat bulan.
“Persetubuhannya mulai dari September hingga Oktober 2019. Saat ini korban, Bunga sudah hamil sekitar 4 bulan,” katanya kepada Rakyat Pos, kemarin.
Sebelum dilaporkannya pelaku ke Polres Belitung, sempat terjadi mediasi antara keluarga korban dengan pelaku untuk dinikahi. Dengan syarat AA yang berbeda agama harus berpindah ke agama korban.
“Keluarga si cewek ini meminta kepada pelaku masuk agama mereka (Budha). Soalnya korban hanya anak satu-satunya mereka dan tidak dikasih masuk agama Islam,” jelasnya.
Namun mediasi tidak mendapati hasil, akhirnya perkara ini dilaporkan ke Polres Belitung dan sudah dilimpahkan tahap satu ke Kejaksaan Negeri Belitung.
Dan untuk mempertanggungkan perbuatannya, pelaku AA terpaksa harus mendekam di sel tahanan Polres Belitung.
“Sudah tahap satu, pelaku dikenakan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) Perlindungan Anak Pasal 81 ayat 2 tentang persetubuhan anak dibawah umur yang unsurnya tipu muslihat serangkaian kebohongan. Ancaman minimal 5 tahun penjara,” pungkas Pinky. (dod/1)

Related posts