Hakim Bebaskan 6 Warga Kenanga

  • Whatsapp

Kabulkan Eksepsi, Tolak Dakwaan JPU

Masyarakat dan mahasiswa yang mendukung 6 warga Kenanga saat di depan Pengadilan Negeri Sungailiat. (Foto: Zuesty Novianti)

RAKYATPOS.COM, SUNGAILIAT – Keputusan mengejutkan diberikan majelis hakim Pengadilan Negeri Sungailiat dalam Perkara Nomor 454/Pid.B/2020/PN Sgl tentang pelanggaran jabatan yang didakwakan kepada 6 orang warga Kelurahan Kenanga, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kamis siang (17/2/2020).

Read More

Majelis hakim yang dipimpin Ketua Pengadilan Negeri Sungailiat, Fatimah, SH, MH, dengan anggota Dewi S, SH dan Arief Kadarmo SH, MH memvonis keenam terdakwa yang mayoritas mantan Ketua RT di Kelurahan Kenanga itu, lepas dari dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Hakim mengabulkan eksepsi yang disampaikan penasihat hukum para terdakwa dalam putusan sela, serta menolak dakwaan JPU terhadap Pasal 228 dan atau Pasal 263 KUHP pada dakwaan.

Allahu Akbar, Allahu Akbar… Tak pelak lantunan takbir riuh berkumandang di Jalan Pemuda tepatnya depan Pengadilan Negeri Sungailiat, ketika seorang pemuda warga Kelurahan Kenanga berlari dan berteriak BEBAS…. BEBAS… Kawan kawan.

Ratusan massa yang terdiri dari BEM SI Bangka Belitung yang dikomandoi Wahyu Akmal dan masyarakat Kelurahan Kenanga, sontak berteriak syukur atas putusan ditolaknya dakwaan Penuntut Umum oleh majelis hakim.

Sebelumnya sempat terjadi aksi tarik menarik massa yang tak diizinkan masuk ke halaman pengadilan oleh aparat kepolisian dan Satpol PP Kabupaten Bangka.

Aksi solidaritas mahasiswa mendukung 6 warga Kenanga di depan Pengadilan Negeri Sungailiat. (Foto: Zuesty Novianti)

Pantauan rakyatpos.com usai mendapat sambutan dari Ketua Tim Kuasa Hukum 6 Terdakwa, Zaidan, massa akhirnya membubarkan diri. Tampak juga Yuniot hadir memberikan ucapan terima kasih kepada seluruh massa yang telah memberikan support besar bagi 6 pejuang lingkungan Kelurahan Kenanga.

“Ini bukti bahwa keadilan itu masih ada untuk pejuang lingkungan,” ujar Yuniot yang juga seorang ASN serta berstatus sebagai tersangka dengan jeratan sama pasal 228 dan 263 KUHP seraya berorasi di atas bak mobil pick up yang terparkir di pinggir Jalan Pemuda.

Related posts