Hadapi Dampak Covid-19, Lingkungan Sinar Jaya Buat Program ‘Nganggung Warga’

  • Whatsapp
Penyerahan bantuan kepada warga terdampak Covid-19 di Posko Informasi dan Bantuan Sosial Covid-19 Sinar Jaya.(foto: Riski Yuliandri)

RAKYATPOS.COM, SUNGAILIAT– Lingkungan Sinar Jaya Kelurahan Sinar Jaya-Jelutung, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka menginisiasi program ‘Nganggung Warga’. Kegiatan tersebut sebagai salah satu solusi untuk menjaga ketahanan pangan warga sekitar yang terdampak Covid-19.

Nganggung Warga merupakan program dari bantuan warga yang berekonomi lebih untuk membantu secara ikhlas baik berupa beras ataupun sembako dan kemudian diberikan kepada warga lainnya yang membutuhkan.

Kepala Lingkungan Sinar Jaya, Sopian mengatakan ide program tersebut muncul dari hasil diskusi antaraparatur lingkungan dengan sistem ‘dari warga untuk warga’.

“Konsepnya sangat sederhana, program ini mengajak warga yang mampu untuk menyumbang beras atau sembako seikhlasnya dan semampunya mungkin secara berkala, yang kemudian disalurkan kepada warga terdampak. Sehingga diharapkan melalui program ini, terjalin ikatan sosial yang saling melindungi antarwarga Sinar Jaya, mengingat kebutuhan bansos yang didapat dari pemerintah atau donatur pihak ketiga belum bisa mencukupi kebutuhan warga,” ungkap Sopian, Senin (11/5/2020).

Baca Lainnya

Pihaknya, kata dia, juga sudah menyalurkan bantuan tersebut ke warga-warga yang terdampak melalui perangkat aparatur lingkungan mulai dari kaling hingga RT serta didampingi Babinkantibmas dan Babinsa.

“Kemarin sore (Minggu-red) sudah kita bagikan ke warga kita yang membutuhkan. Selain dari program nganggung warga, ada juga dari donatur lain seperti PT Timah, BPJ, sampai BB Diesel, saya mewakili para ketua RT mengucapkan terima kasih,” tambahnya.

Selain dibantu melalui program nganggung warga tersebut, Sopian pun berharap lingkungannya bisa mendapatkan bansos lagi dari pihak donatur lainnya karena ada sekitar 226 Kepala Keluarga (KK) yang ekonominya terdampak akibat pandemi Covid-19.

“Ada sekitar 226 KK warga kami yang terdampak, yang kemarin sudah saya ajukan ke Dinsos Provinsi namun yang disetujui hanya 117 KK. Jadi setengah dari data warga yang tidak diakomodir itu kami tutup melalui bantuan dari para donatur dan donasi melalui program nganggung warga ini,” terang Sopian.

Dia berharap agar bansos dari pemerintah dapat segera turun karena masyarakat yang masuk data penerima sudah mempertanyakan.

“Kami berharap bansos dari pemerintah yang sudah kami data itu untuk segera turun, karena sampai sekarang bansos itu belum keluar sama sekali. Saya sudah banyak menerima laporan dari warga yang sudah berkeluh kesah tidak ada beras lagi di rumah. Apalagi sudah banyak warga yang suami-isteri sering cekcok karena suaminya tidak bekerja,”katanya.

Sopian berharap kepada pemerintah ke depannya dapat menyediakan lapangan pekerjaan bagi warga kami yang terdampak ini. “Lain ceritanya jika KIP kemarin masuk ke Sinjel, maka kami tidak perlu pusing memikirkan nasib warga kami yang banyak kehilangan pekerjaan ini. Kami tidak perlu repot cari donatur, atau bikin program nganggung warga, dan menunggu bansos dari pemerintah. Perut warga kami sudah keroncongan, pak,” tutup Sopian.(mla)

Related posts