H Pidot Tetap Ditahan

  • Whatsapp
RAMBAH HL – Kawasan Hutan Lindung Desa Sijuk Kabupaten Belitung dilihat dari Google Earth. Terlihat hamparan lahan HL yang terambah oleh perkebunan sawit pribadi A Thiong. (foto: IST)

Perambah HL Sijuk Diduga ‘Kebal Hukum’
A Thiong Masih Hirup Udara Bebas

PANGKALPINANG – Penanganan perkara ilegal minning di kawasan Hutan Lindung (HL) dan Hutan Konservasi (HK) yang menyeret H Supidi alias H Pidot sebagai tersangka hingga kini masih terus bergulir.
Kabar terbaru yang didapat, penyidik Subdit IV Tindak Pidana Tertentu Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Tipiter Ditreskrimsus Polda Kepulauan Bangka Belitung hingga kini masih melakukan penahanan terhadap H Pidot.
Sedangkan berkas perkara kepemilikan timah ilegal dengan tersangka yang melibatkan warga Dusun Simpang, Desa Lubuk Simpang Kecamatan Lubuk Besar, Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Bangka Belitung tersebut masih berada di tangan jaksa.
Kasubdit IV Tipiter Ditreskrimsus Polda Kep. Babel, AKBP Saptono mewakili Dirreskrimsus Kombes Pol Mukti Juharsa mengungkapkan, penanganan perkara atas kepemilikan pasir timah hasil penambangan ilegal di kawasan hutan konservasi dan hutan lindung kawasan Lubuk Besar yang menyeret kolektor asal Lubuk Besar, H Pidot tersebut masih dalam proses pemberkatan dan penelitian oleh jaksa.
“Ya, masih diproses dan untuk kasus ini masih tetap berlanjut. Untuk berkasnya sudah dikirim ke kejaksaan. Belum P21, masih melengkapi berkas dari jaksa alias P19,” ungkap Kasubdit Tipiter dihubungi Rakyat Pos, Kamis (23/3/2017).
Selain berkas kolektor timah asal Lubuk Besar masih belum lengkap, lanjut AKBP Saptono, penyidik juga masih menahan H Pidot hingga pelimpahan tahap 2 nanti, yakni pelimpahantersangka beserta barang buktinya ke kejaksaan.
“Untuk H Pidot masih ditahan di sel Rutan Mapolda Babel. Gak ada penambahan tersangka, cuma satu tersangkanya,” bebernya.
Sebelumnya kendati sempat meloloskan diri dari sergapan polisi, namun pelaku perambahan hutan lindung tersebut merasa ketakutan dan menyerahkan diri ke Mako Ditreskrimsus Polda Kep. Babel, Kamis (23/2/2017) sekitar pukul 15.00 Wib.
Pengusaha kaya raya itu akhirnya menyerahkan diri kepada polisi dengan diantar Kades setempat dan keluarganya yang diterima langsung oleh Dirreskrimsus Kombes Pol Mukti Juharsa dengan didampingi Wadir AKBP Indra Krismayadi dan Kasubdit IV Tipiter AKBP Saptono.
Pelanggaran terhadap perambahan Hutan Lindung dan Hutan Konservasi juga terjadi di Hutan Lindung desa Sijuk Kecamatan Sijuk Kabupaten Belitung, yang diduga telah dirambah oleh perkebunan sawit pribadi milik pengusaha Dedi Hernandi alias A Thiong.
Hasil investigasi Rakyat Pos kelapangan berdasarkan peta perubahan peruntukkan kawasan hutan menjadi bukan kawasan hutan, perubahan fungsi kawasan hutan, lampiran Kepmen Kehutan RI nomor SK 798, bahwa lokasi kebun sawit A Thiong di Kecamatan Sijuk dari uji koordinat x (8140**) dan y (9716***) berada dalam kawasan hutan lindung seluas lebih kurang 150 Ha.
Dilansir terkait perambahan HL tersebut, Kades Sijuk Syahrizal melalui pesan SMSnya sempat menuding Dinas Kehutanan tidak peduli dengan perkebunan sawit A Thiong yang merambah kawasan hutan lindung.
“Kehutanan juga yg mmg tugas mereka untk memantau kawasan hutan nggk ada peduli. apalagi kami di desa, masih bnyak kerjaan lain daripada ngurusin yg gtuu..!” petiknya dalam pesan yang dilayangkan kepada Rakyat Pos pertengahan bulan lalu.
Hingga berita ini diturunkan Wartawan masih berupaya melakukan konfirmasi A Thiong pengusaha yang disebut-sebut berdomisili di ibukota Jakarta, termasuk meminta komentar dari Kapolda Babel, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Babel dan Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten Belitung. (bis/6)

Related posts