Guru SDN 16 Toboali Ikuti Pelatihan di China

  • Whatsapp
Guru SD Negeri 16 Toboali, Rusbeto, berkesempatan mengunjungi salah satu situs bersejarah di China, saat mengikuti Pelatihan Guru di China belum lama ini.(foto: istimewa).

TOBOALI – Guru SD Negeri 16 Toboali, Rusbeto belum lama ini, berkesempatan mengikuti Pelatihan Guru ke luar negeri, yakni di China.

Rusbeto adalah salah satu dari 1000 orang Guru dan Tenaga Kependidikan dari seluruh Indonesia yang melaksanakan pelatihan ke luar negeri dilepas oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Muhajir Effendi di Jakarta.

Read More

Pria yang selalu tertarik dan merasa tertantang untuk menguji kemampuan dan kompetensi ini, pada tahun 2018, berhasil meraih juara 1 Guru Berprestasi tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, sehingga bisa mewakili Bangka Belitung ke tingkat nasional.

Demikian rilis yang diterima harian ini, Jumat (10/5/2019). Tahun 2017 lalu, ia juga berhasil mendapat juara 2, walaupun belum berhasil lolos ke tingkat nasional.

“Sebelumnya, saya sudah menyiapkan diri dengan berkarya menyusun beberapa buku. Diantaranya Ringkasan Materi USBN SD/MI Bahasa Indonesia 2018, Ringkasan Materi Pidato, Puisi, Pantun, dan Syair, Ringkasan Materi Matematika SD, ABAI (Asyik Belajar Aktif, Inonvatif) Pribahasa, Ungkapan, Sinonim, dan Antonim. Selain itu, saya pun melakukan beberapa Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Dan tidak kalah menarik, saya pun terpilih menjadi Instruktur Nasional (IN) guru pembelajar kelas tinggi Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) melalui tes Uji Kompetensi Guru (UKG) online,” ungkapnya.

Kegiatan Pelatihan Guru ke luar negeri itu, dilaksanakan melalui 3 tahapan, yaitu Pertama Predeparture, yang dimulai dari 27 Februari – 2 Maret 2019, kedua, Departure, pada 3 – 23 Maret 2019 dan ketiga, Post Departure, pada 24 – 26 Maret 2019 dengan pembekalan materi selama 3 hari di Jakarta.

Pada 3 Maret 2019, ia berangkat ke Cina dengan bersama 50 orang guru SD dan SMP lainnya sebagai utusan Direktorat Pembinaan Guru Dikdas, serta 2 orang dari staf Kemdikbud dan seorang Direktur Pembinaan Guru Dikdas.

“Di Negara China, kami menuju ke sebuah universitas yang sangat terkenal, yaitu China University of Mining and Technology atau yang sering dikenal dengan sebutan CUMT. CUMT terletak di Provinsi Jiangsu, Kota Xuzhou, sebuah kota yang merupakan pusat pendidikannya di negeri China. Secara umum, kegiatan pelatihan terbagi menjadi 3 bagian, yaitu pelatihan di universitas, kunjungan ke lembaga sekolah, dan kunjungan kebudayaan ke situs-situs bersejarah,” jelas Beto saat ditemui Jumat (10/05/2019) siang.

Related posts