Guru Basel Belum Bayar Zakat Profesi

  • Whatsapp

Zakat Profesi Hanya Rp1 M Per Tahun
Kalau Seluruh Bayar Capai Rp 4 M

TOBOALI – Meski telah diterbitkan Perbup Nomor 1 tahun 2018 tentang Pedoman Pengelolaan dan Pemanfaatan Zakat, Infak dan Sedekah serta Surat Edaran Bupati, masih banyak ASN yang tidak membayar Zakat Profesi. Terlebih lagi profesi guru baik tingkat TK, SD dan SMP di Kabupaten Bangka Selatan (Basel) belum membayar zakat profesi.

Hal ini diungkapkan oleh Ketua Baznas Basel Djunaidi Rasyid saat dimintai konfirmasi wartawan, Rabu (15/5/2019). Djunaidi mengatakan, selain guru, instansi yang membawahi para guru pun, Dinas Pendidikan juga hingga saat ini tidak membayar.

“Semenjak Perbup keluar, hanya Januari dan Februari mereka bayar, setelah itu sejak Maret 2018 tidak lagi bayar zakat profesi, baik guru TK, SD dan SMP. Dinas Pendidikan juga masih nol, padahal yang wajib itu zakat. Tidak sempurna rukun Islam kita jika tidak membayar zakat, sedangkan infak itu sunnah seikhlasnya. Mekanisme zakat profesi, langsung potong gaji, tergantung bendahara di OPD masing masing,” kata Djunaidi Rasyid. Tak hanya ASN guru, anggota DPRD juga masih belum juga bayar zakat profesi, sejak bulan Januari – Februari kosong.

Begitu juga di beberapa OPD, DKPKPLH, Diskominfo, Kesbangpol termasuk kepolisian dan kejaksaan belum membayar zakat. Selain Perbup, kewajiban membayar zakat profesi di Basel sudah pula diatur didalam Perda dan sejumlah edaran Baznas. Kata Djunaidi, sebagian besar instansi dan lembaga vertikal tadi telah menerima sosialisasi untuk membayar zakat tersebut sebagai kewajiban.

Menurutnya, jumlah ASN muslim di Pemkab Basel mencapai 2.800 orang. Berdasarkan ketetapan hasil rapat, ASN yang wajib membayar zakat profesi dengan gaji minimal Rp 3,6 juta dengan besaran zakat 2,5 persen, sehingga menghasilkan Rp 90 ribu. Tapi, gaji ASN kan bervariasi dan ada yang mencapai angka Rp 4 juta.

“Kalau seluruhnya bayar zakat profesi, totalnya mencapai Rp4 miliar lebih setahun, kenyataannya cuma Rp1 miliar lebih. Ini sudah dilaporkan ke Bupati dan Sekda, mereka prihatin. Kemarin langsung dikoordinasikan. Kami imbau zakat profesi tolong dibayar, karena ini wajib, kalau tidak bayar belum sempurnalah keimanan umat islam,” tegasnya.

Terpisah Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Basel Ramdani mengungkapkan pihaknya sudah meneruskan Perbup serta Surat Edaran Bupati agar para ASN di Dindikbud serta Guru untuk membayar zakat profesi. Tidak berkeberatan membayar zakat dapat melayangkan surat keberatan yang diajukan ke Bupati Basel.

“Sudah kita imbau kepada ASN Dindikbud dan Guru untuk membayar zakat profesi,” ungkap Ramdani. (raw/3)

Related posts