Guru adalah Seniman Serba Bisa

  • Whatsapp

Oleh: Desti Natalia Sihombing, S. Pd, Guru SMA Negeri 1 Pemali, Kabupaten Bangka, Babel

 Ada ungkapan yang mengatakan guru adalah sosok yang diguru dan digugu oleh semua siswa. Kehadiran guru didalam kelas sangat dinantikan oleh anak didiknya. Guru selalu menjadi tokoh yang dapat mempengaruhi semua siswanya, karena guru adalah sang pemberi inspirasi. Pendidikan memegang peranan yang sangat penting bagi masa depan generasi muda karena hanya melalui pendidikan para generasi muda dapat dibentuk dan dibina menjadi manusia yang berilmu, berbudi, berakhlak mulia dan menjadi manusia yang tangguh siap untuk menghadapi masa depan.

Menurut Thompson, Pendidikan adalah pengaruh lingkungan terhadap individu untuk menghasilkan perubahan-perubahan yang tetap dalam kebiasaan perilaku, pikiran dan sifatnya.

Baca Lainnya

Melihat hal itu bukankah berarti guru adalah seorang seniman?  Seniman yang dimaksudkan di atas adalah bukan berarti seorang guru harus menguasai atau memiliki bakat seni, seperti seni tari, musik, kria dan lain-lain. Memang, bila dilihat secara harfiah Seniman adalah istilah yang merujuk kepada seseorang yang kreatif, atau inovatif, atau mahir dalam bidang seni. Dan penggunaan yang paling kerap adalah untuk menyebut orang-orang yang menciptakan karya seni, seperti lukisan, patung, seni peran, seni tari, sastra, film dan musik. Lalu mengapa guru dikatakan sebagai seorang seniman? Karena ia tidak hanya sebagai seorang yang mengajar dan mendidik. Ia menciptakan sebuah karya. Bedanya karyanya diciptakan bukan di benda pasif (mati), namun medianya adalah jiwa & akal manusia yang akan dibentuk menjadi sesuatu yang indah dan berguna bagi orang lain dan menghasilkan perubahan-perubahan dalam kebiasaan perilaku, pikiran dan sifat peserta didik.

Seorang guru haruslah seorang yang hampir menguasai semua jenis kemampuan. Seorang yang bergelut di bidang seni, selalu mampu menjadi magnet bagi orang lain. Selain kemampuannya, seorang yang biasa disebut seniman ini seolah dapat membius banyak orang melalui pemikiran, kreativitas, hasil karya, suaranya atau bahkan kehidupannya sekalipun. Begitu pula dengan seorang guru yang harus menjadi pelawak (memiliki selera humor) yang mampu menjadi seorang penghibur di kelas untuk menghilangkan kejenuhan dan ketegangan dalam belajar.  Guru seniman bisa membuka detik-detik awal pelajaran dengan kegiatan yang segar dan menyenangkan kepada seluruh siswa. Guru bisa mengawali pelajaran dengan cerita lucu (humor), cerita yang memiliki unsur motivasi atau permainan ringan yang membuat siswa tersenyum bahkan tertawa, sehingga siswa siap untuk diajak belajar dengan serius. Guru juga harus mampu memecahkah kebekuan dan kejenuhan siswa dalam mengikuti proses belajar. Dengan hal itu mereka akan dengan mudah mengikuti pelajaran.

Guru adalah contoh bagi murid-muridnya. Maka dari itu kedisiplinan seorang guru pun akan ditiru. Bila gurunya saja tidak dapat menunjukkan sikap disiplin, bagaimana bisa guru mengajarkan kediplinan pada para murid? Contoh-contoh kecil yang kadang terjadi di lingkungan sekolah adalah seorang guru yang saat itu seharusnya mengajar di kelas tertentu, namun entah mengapa ia malah tertangkap basah oleh muridnya, bukannya mengajar, guru itu malah sedang santai di kantin, perpustakaan, atau tempat-tempat lain yang tidak terduga. Tanpa mereka sadari hal sepele itu menjelma menjadi contoh buruk yang kemudian ditiru oleh beberapa murid, misalnya murid menjadi suka membolos. Mereka berpikir, kalau guru saja boleh membolos, mengapa muridnya tidak?

Guru yang memberikan motivasi positif

Motivasi positif pastinya akan membuat murid lebih bersemangat dalam proses pembelajarannya. Namun, di masa kini jarang sekali motivasi positif itu terlontar dari mulut para guru, mereka justru memberikan kata-kata negatif yang akhirnya menghancurkan semangat belajar para murid. hal itu lagi-lagi dilakukan tanpa sadar apa dampak negatifnya. Contoh dari kata-kata negatif itu adalah seorang guru yang dengan mudahnya meremehkan seorang murid hanya karena murid tersebut mendapatkan nilai jelek dalam ulangannya, guru itu mencaci maki dan mengatakan bahwa murid itu tidak akan bisa menguasai materi pelajarannya. Tanpa sadar hal seperti ini menjatuhkan semangat murid untuk belajar. Yang tercetak dalam otak murid adalah “Aku tidak bisa dan aku tidak akan bisa”. Sebuah kata-kata tidak boleh dianggap sebagai hal remeh dan sepele. Kata-kata dapat menjadi motivasi ataupun tombak maut bagi seseorang. Kata-kata seperti “Kamu pasti bisa” akan menjadi motivasi positif bagi para murid.

Tak cukup hanya memberikan motivasi positif untuk para murid, guru profesional juga harus memiliki motivasi positif untuk diri mereka sendiri. Mereka harus menyadari bahwa profesi mereka sebagai guru adalah untuk kemajuan bangsa, menciptakan generasi muda berbakat dan berkualitas. Profesi mereka tidak semata-mata hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka, tetapi juga untuk memberikan dan menambah guna bagi murid-muridnya. Guru yang memberikan kesempatan pada murid untuk berargumentasi, saling bertukar pikiran dan pendapat Seringkali beberapa guru menganggap bahwa dirinya adalah yang paling pintar dan paling mengerti. Hingga terkadang mereka tidak mau menerima masukan dari murid. Mereka selalu menganggap bahwa dirinya adalah yang paling benar dan murid harus setuju dengan mereka. Sikap seperti ini tentu saja akan membuat murid tidak bisa berpikir secara mandiri. Lain halnya dengan guru yang dengan senang hati memberikan kesempatan pada murid untuk berargumentasi, saling bertukar pikiran dan pendapat. Hal ini akan menjadikan para murid dapat berpikir secara mandiri dan dapat menciptakan pendapat-pendapat baru yang mungkin saja berguna untuk masa depan bangsa ini.

Sebagian besar guru pasti mengenal istilah anak emas atau murid kesayangan. Terkadang mereka memperlakukan anak emas atau murid kesayangannya secara spesial bahkan berlebihan. Seorang guru profesional seharusnya dapat memandang para muridnya secara sama rata, tidak ada yang dianggap rendah dan tidak ada yang dianggap terlalu tinggi. Untuk anak yang dianggap sebagai murid kesayangan ini mungkin saja akan lebih bersemangat dalam mempelajari materi yang guru tersebut ajarkan, namun bagaimana dengan murid-murid lainnya? Murid-murid lainnya akan merasa iri dengan murid yang diperlakukan secara spesial tersebut.

Dukungan dari seorang guru adalah salah satu hal yang diharapkan oleh para murid. Dengan adanya dukungan dari seorang guru, para murid akan lebih termotivasi untuk mencapai hal baik yang mereka impikan. Guru merupakan motivator handal. Guru tidak hanya hanya bisa mengajar, namun juga harus bisa menjadi sumber inspirasi buat siswanya, dan ini bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan.  Tidak sekedar berusaha mencetak murid-murid naik kelas dengan standar angka-angka tertentu, namun ia mampu membekali murid-muridnya dengan inspirasi serta motivasi yang tak pernah mati. Contohnya, jika sang murid terpaksa tak mampu melanjutkan sekolah, guru memberikan motivasi dan saran untuk mengatasi masalah yang dihadapinya. Atau apabila sang siswa gagal memenuhi standar nilai yang ditetapkan, guru mendorong anak didik agar bergairah dan aktif belajar, guru menganalisis motif-motif yang melatarbelakangi anak didik malas belajar dan menurunkan prestasinya di sekolah. Sehingga inspirasi itu tetap hidup dalam diri si murid. Guru seperti seorang pesulap yang membuat peserta didik dari yang tidak tahu menjadi tahu, dari yang sedikit tahu menjadi makin tahu, dan dari sudah tahu menuju lebih mengetahui lagi tentang pelajaran, dari yang malas menjadi siswa yang rajin.

Guru adalah pesulap yang dapat merubah anak-anak kecil pada masa lalu menjadi pemimpin masa kini, dan merubah anak kecil masa kini menjadi pemimpin di masa depan. Melihat penjelasan di atas, sangat sesuai dengan peran guru secara psikologis yang merupakan seniman dalam hubungan antar manusia (artist in human relations), yaitu guru adalah orang yang memiliki kemampuan menciptakan suasana hubungan antar manusia, khususnya dengan para peserta didik sehingga dapat mencapai tujuan pendidikan. Nah atas dasar itulah layak bila guru dikatakan seniman serba bisa.

Seorang guru profesional pasti akan selalu dirindukan dan diingat oleh para muridnya. Walaupun puluhan tahun berlalu, guru-guru profesional ini tak akan pernah terlupakan jasa-jasanya. Intinya, guru profesional adalah mereka yang selalu “melakukan hal-hal positif” yang akan menguntungkan bagi para murid dan “menghindari hal-hal negatif” yang akan merugikan para muridnya. (***)

Related posts