Gunakan Antibiotik dengan Benar !

No comment 1851 views

Oleh: Gita Riskika.,S.FarmApt
Apoteker RSJD Babel

Saat ini penggunaan antibiotik tanpa resep dokter, sebagai bagian pengobatan sendiri makin banyak dilakukan. Padahal antibiotik merupakan jenis golongan obat resep dan tidak semestinya dapat dibeli secara bebas. Sangat penting bagi kita untuk mengetahui petunjuk dan anjuran dari dokter sebelum mengonsumsi obat antibiotik. Yang perlu diketahui adalah jenis antibiotik bukan hanya ada satu. Terlebih perbedaan infeksi membutuhkan jenis dan dosis antibiotik yang berbeda-beda.
Sebelum meresepkan antibiotik kepada seorang pasien, perlu dipastikan terlebih dahulu bahwa infeksi itu disebabkan oleh bakteri atau parasit yang memang bisa dimusnahkan oleh antibiotik. Jika infeksi disebabkan oleh virus, maka mengonsumsi antibiotik bukan hanya langkah yang salah dan tidak efektif, tapi bisa merugikan tubuh kita.
Salah satu alasan mengapa antibiotik termasuk dalam golongan obat resep dan bukan obat bebas adalah, karena hanya dokter yang bisa membedakan infeksi akibat bakteri dari infeksi lain yang tidak bisa ditangani oleh antibiotik.
Berikut ini adalah contoh infeksi akibat bakteri yang cocok ditangani dengan antibiotik; Infeksi sinus yang parah lebih dari dua minggu, radang tenggorokan, infeksi saluran kemih, sebagian besar luka dan infeksi kulit seperti infeksi staphylococcus, sebagian kecil infeksi telinga. Dan berikut ini contoh infeksi akibat virus yang tidak mampu ditangani oleh antibiotik: Flu, Bronkitis, sebagian besar jenis batuk, sebagian besar sakit tenggorokan, pilek, dan sebagian besar infeksi telinga.
Pemilihan antibiotik tergantung pada infeksi apa yang dialami seseorang dan bakteri atau parasit apa yang dianggap dokter sebagai penyebab infeksi. Karena tiap antibiotik hanya efektif untuk melawan bakteri atau parasit tertentu. Mengonsumsi antibiotik yang salah baik dari segi jenis, dosis dan frekuensi, dapat mengakibatkan bakteri menjadi resisten. Resisten berarti bakteri tersebut beradaptasi dan berubah menjadi kebal terhadap antibiotik yang dulu mampu memusnahkannya. Hal ini sering terjadi akibat penyalahgunaan antibiotik. Tubuh yang terinfeksi oleh bakteri yang resisten terhadap antibiotik lebih sulit pulih dan diobati. Infeksi itu pun lebih mudah berkembang dan menyebabkan berbagai komplikasi.
Tiap antibiotik memiliki efek samping masing-masing, mulai dari yang ringan hingga sangat serius. Dengan anjuran dan petunjuk dari dokter, kita bisa menggunakan antibiotik dengan aman dan dengan risiko efek samping yang minimal. Berikut ini adalah beberapa efek samping yang umumnya terjadi setelah mengkonsumsi antibiotic. Yakni infeksi jamur di sekitar mulut, saluran pencernaan atau vagina. Diare, muntah, mual, perubahan kepekaan kulit terhadap sinar matahari, pendengaran yang menurun, pembekuan darah terganggu, pembentukan batu ginjal dan gangguan darah.
Dengan petunjuk dari dokter, kita juga bisa terhindar dari jenis antibiotik yang mungkin tidak bisa ditoleransi oleh tubuh kita. Umumnya, ketika seseorang mempunyai alergi terhadap satu golongan antibiotik, dia bisa saja alergi terhadap semua jenis antibiotik yang termasuk dalam golongan tersebut. Hanya profesional medis yang tahu jelas jenis antibiotik mana yang termasuk dalam golongan mana.
Bimbingan dokter dalam menentukan jenis antibiotik akan berperan sangat penting bagi mereka yang mempunyai alergi. Reaksi alergi terhadap antibiotik bisa berupa ruam, pembengkakan pada wajah dan lidah, hingga kesulitan bernapas yang umum disebut reaksi anafilaksis. Kondisi anafilaksis tidak boleh disepelekan karena dapat berakibat fatal. Untuk itu, penting untuk memberitahukepada dokter, perawat, atau apoteker jika Anda memiliki reaksi alergi terhadap antibiotik tertentu. Yang perlu diingat, mengonsumsi antibiotik harus senantiasa melalui konsultasi dan resep dokter. (***)

No Response

Leave a reply "Gunakan Antibiotik dengan Benar !"