Gubernur: Tak Boleh Jual Beli Pulau

  • Whatsapp

Ada Mekanisme yang Mengatur
Tunggu Perda Zonasi Ditetapkan

Pangkalpinang – Pro kontra iklan jual beli Pulau Tapok di Kecamatan Gantung Kabupaten Belitung Timur Provinsi Bangka Belitung, yang ditawarkan Rp6 miliar kepada investor mendapat respon dari Gubernur Babel, Erzaldi Rosman.
Gubernur menegaskan, tidak memperbolehkan adanya jual beli pulau dari seseorang ke pihak lain. Menurutnya, bahwa ada mekanisme yang mengatur, sebelumnya juga harus ditetapkan dulu zonasi kelautan atau Perda Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil (RZWP3K).
Hal ini ditegaskannya terkait informasi jual beli Pulau Tapok di wilayah Desa Limbongan Kecamatan Gantung Kabupaten Belitung Timur Provinsi Bangka Belitung, yang ditawarkan Rp6 miliar.
“Saya enggak tau, yang penting enggak boleh jual pulau,” tegasnya, Rabu (24/4/2019).
“Yang bener itu, RZWP3K ditetapkan dulu, baru kemudian pemanfaatan areal penggunaan lain (APL) diatas pulau tersebut, baru disewakan kepada siapa, tapi tidak boleh dijual, ketika disewa timbul HGB diatas APL,” jelasnya lagi.
Mengenai pulau yang diwariskan turun-temurun, Ia menilai bisa saja warga mengaku-ngaku pulau-pulau milik mereka karena mereka sudah menetap di pulau tersebut sejak lama.
“Kalau orang luar yang memiliki enggak bisa, kalau penduduk yang disitu mengakui punya pulau karena dia tinggal disitu, bisa dibuktikan dengan sejarahnya, sama halnya dengan membeli lahan diatas Hutan Lindung, enggak bisa,” tegasnya.


Di Pulau Seliu tegasnya memang agak berbeda, karena pulau ini sudah dimiliki masyarakat dan mengembangkannya.
“Pulau yang mana dulu ini, tapi kalau pulau Seliu berbeda, karena masyarakat sudah memiliki,” pungkasnya.
Dilansir, Pulau Tapok di wilayah Desa Limbongan Kecamatan Gantung Kabupaten Belitung Timur Provinsi Bangka Belitung, ditawarkan Rp6 miliar melalui iklan Fb Forum Jual Beli Belitong menuai pro kontra.
“Dijual Pulau Tapok Rp 6.000.000.000.. Gantung Belitung Timur Khusus untuk investor yang mau mengembangkan bisnisnya dalam bidang pariwisata. Luas sekitar 20 hektar.. SKT” bunyi iklan penawaran yang dipasang oleh pemilik akun Fb bernama Noviyanti.
Hasil penelusuran diperoleh Rakyat Pos, letak Pulau Tapok sangat strategis yang berada dalam gugusan pulau-pulau kecil lainnya di Desa Limbongan.
Ada 9 pulau yang saling berdekatan. Pulau Tapok adalah paling dekat dengan daratan yang dapat dijangkau sekitar 30 menit menggunakan perahu motor baik dari Desa Limbongan maupun dari Desa Batu Penyu.
Menurut Sekretaris Desa Limbongan, Firamli, luas Pulau Tapok luasnya sekitar 27 hektar sebagian masuk wilayah Desa Limbongan dan sebagian lagi Desa Batu Penyu.
Terkait SKT yang diklaim dikantongi oleh penawar, dibantah Firamli. Sepengetahuan dirinya pihak Desa Limbongan belum pernah menerbitkan SKT Pulau Tapok.
“Pemerintah Desa Limbongan belum pernah menerbitkan SKT untuk Pulau Tapok,” tegas Firamli di kantor desa, Selasa (23/04/2019).
Terpisah, hal senada disampaikan oleh Kades Batu Penyu, Fillipnuri. Ia mengaku selama menjabat sebagai kades tak pernah menandatangani permohonan SKT pulau tidak berpenghuni itu.
Kendati demikian, Fillipnuri memastikan kalau pulau tersebut sudah ada pemiliknya, dia mengaku mengetahui setelah beberapa waktu lalu ada orang pernah menemuinya memperlihatkan SKT Pulau Tapok.
Sayangnya Fillipnuri kembali pura-pura bodoh saat ditanya siapa pemilik pada SKT yang tertera, termasuk kades yang menandatanganinya. Kedatangan orang itu, hanya memastikan bahwa telah menguasai Pulau Tapok.
“Berdasarkan peta, Pulau Tapok ada di wilayah Desa Batu Penyu,” klaimnya sembari kembali berelak bukan dirinya yang menerbitkan.
Fillipnuri menebak SKT Pulau Tapok mungkin dikeluarkan oleh pihak Desa Jangkar Asam, mengingat Desa Batu Penyu adalah hasil pemekaran dari Desa Jangkar Asam sejak tahun 2008 lalu.
Sementara itu, Camat Gantung Zikril, S.Sos mengaku belum tahu terkait penawaran penjualan Pulau Tapok, bahkan Zikril baru dapat informasi dari wartawan.
“Belum tahu,” jawab Zikril.
Zikril berjanji akan mengecek masalah terlebih dahulu. “Kita akan telusuri dulu kebenarannya,” tukasnya.
Sedangkan pemilik akun Noviyanti saat dikonfirmasi, Selasa (23/04/2019), tanpa beban mengaku memang benar telah mengiklankan Pulau Tapok untuk dijual seharga Rp6 M.
Dikatakan Noviyanti, dirinya bukan pemilik pulau, tapi hanya membantu orang untuk mencari pembeli. Novi sendiri enggan memberi tahu pemilik pulau atau orang yang dimaksud.
Saat memasukkan penawaran iklan jual pulau ini ke forum, Novi sendiri tidak tahu apakah pulau Tapok sudah ber-SKT, dan tidak terlalu memusingkannya. (nov/6)

Related posts