Gubernur Minta Siswa jangan Anggap Enteng Obat Anemia

  • Whatsapp
Gubernur Babel, bersama Ketua TP PKK Babel Melati Erzaldi, menyaksikan aksi minum obat bersama yang dilakukan 5 remaja putri, dan diikuti remaja lainnya yang hadir, di acara Pencanangan Minum Tablet Tambah Darah (Fe) pada Remaja Putri Usia 12-18 Tahun, di Halaman kantor Gubernur Babel, Selasa (30/4/2019).(foto: istimewa).

Canangkan Pemberian Tablet Tambah Darah
Pada Remaja Putri Usia 12-18 Tahun

PANGKALPINANG – Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman, mencanangkan Minum Tablet Tambah Darah (Fe) pada Remaja Putri Usia 12-18 Tahun Terhadap 1000 Anak Sekolah/Madrasah Tahun 2019.

Kegiatan itu dilakukan dalam Rangka Rangkaian Memperingati Hari Gizi Nasional Ke-59 Tahun 2019, yang mengusung Tema “Membangun Gizi Menuju Bangsa Sehat Berprestasi”.

Pencanangan yang berlangsung di Halaman Kantor Gubernur Babel, di Air Itam Pangkalpinang, Selasa (30/4/2019) pagi itu, ditandai dengan pengguntingan Pita Balon Udara oleh Ketua PKK Provinsi Babel Melati Erzaldi bersama Gubernur Erzaldi Rosman.

Selain pengguntingan Pita, Gubernur bersama Kepala Dinas Kesehatan Babel, Mulyono, menandatangani Komitmen Bersama Tentang Pemberian Tablet Tambah Darah Pada Remaja Putri di Babel.

Gubernur Erzaldi dalam arahannya saat Pencanangan berlangsung, menyampaikan betapa pentingnya mengetahui penyakit anemia beserta penangananya. Sebab, jika tidak mengetahui penanganannya, maka berakibat pada sel darah merah kekurangan zat besi yang akan berdampak pada kesehatan di usia muda sampai menikah, yaitu menjadi seorang ibu.

“Pil obat anemia ini, perlu dari sekarang, karena data dari Dinas Kesehatan 37,1 persen ibu hamil itu menderita penyakit anemia. Dari 37,1 persen itu, 25 persennya adalah remaja, dan ini harus menjadi perhatian khusus,” ujar Gubernur.

Dijelaskan Gubernur, penyakit anemia pada remaja adalah penyakit kekurangan darah dengan ciri-ciri yang sering dirasakan usia remaja, yaitu suka tidur di kelas, dan sering mengalami pusing-punsing kepala.
Pencegahanya, kata Gubernur, selain meminum obat anemia, juga harus memakan makanan yang mengandung zat besi, di antaranya sayur-sayuran yang daunnya hijau tua dan daging merah serta kacang-kacangan.

“Kalau belanjut, ada sekitar 305 kasus per 100 ribu orang wanita meninggal, karena melahirkan, penyebabnya adalah banyaknya keluar darah saat melahirkan, dan bayi prematur, bisa mengakibatkan kepalanya besar dan agak kurang pintar, karena otak kurang berkembang itu disebut Stunting,” papar Erzaldi.

Bagi anak-anak remaja, kata Gubernur Erzaldi, harus meminum obat anemia yang berbentuk pil untuk mencegah penyakit anemia, dan jangan menganggap enteng obat anemia ini.

“Saya minta kepada kalian (siswa), jangan anggap enteng obat anemia ini. Obat ini, diminum dan kalian akan diberi pil ini sebanyak 52 tablet diminum seminggu satu tabet, jangan diminum pada waktu datang haid saja, dan tidak ada alasan-alasan lain untuk tidak meminum obat ini,” kata Gubernur.

Mulyono Kepala Dinas Kesehatan Babel pada kesempatan sama mengungkapkan, data RISKESDAS tahun 2013 menyebutkan, prevalensi anemia pada ibu hamil sebesar 37, 1 persen. Hal itu merupakan dampak dari tingginya anemia pada remaja putri yaitu sebesar 25 persen.

Keadaan ini, menurut Mulyono, akibat kekurangan asupan zat besi dari makanan yang baru memenuhi sekitar 40 persen dari kecakupan seharusnya, dan salah satu upaya yang dilakukan adalah pememberian tablet tambahan darah bagi remaja putri usai 12 sampai 18 tahun, dengan dosisi satu tablet setiap minggu melalui penguatan program UKS di Institusi pendidikan.

Acara pencanangkan Pemberian Tablet Tambah Darah pada Remaja Putri Tingkat Provinsi Babel yang juga dihadiri Ketua Dharma Wanita Provinsi Babel, Kartini dan jajarannya, 1000 anak-anak remaja putri sekolah Se-Babel beserta tenaga pengajar itu, diakhiri dengan aksi minum obat bersama yang dilakukan oleh 5 remaja putri, diikuti remaja lainnya yang hadir, disaksikan langsung oleh Gubernur Erzaldi dan Ketua PKK Babel, Melati Erzaldi.(mislam/3).

Related posts