Gubernur Minta Petani Tetap Semangat Bertanam Lada

  • Whatsapp

Diskusi dengan Petani dan Warga Cupat

PARITTIGA – Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman berdiskusi dengan petani sekaligus warga Desa Cupat, Kecamatan Parittiga Kabupaten Babar, untuk menjadi petani yang tangguh dan tidak mudah mengeluh.

Hal ini disampaikan Erzaldi disela kunjungannya dalam penyerahan bus sekolah di halaman kantor Desa Cupat Jumat (7/12/2018).

Ia kembali meminta, agar petani tetap semangat bertanam lada meskipun saat ini harga sedang tidak dalam kondisi baik. Ia pun berbagi cara kepada petani, agar bisa mendapatkan keuntungan lebih.

“Jangan ngeluh harge turun, lada turun sawit turun kita dak pacak mengatur, harga tak bisa dipengaruhi, karena harga ditentukan pasar dunia,” ujarnya.

Namun, ada caranya agar petani mendapatkan hasil yang lebih banyak meskipun harga rendah, yakni dengan mengurangi biaya produksi dan meningkatkan produktivitas.

ā€¯Caranya, kita harus berusaha tekan biaya produksi rendah, bibit harus bagus, sebelum di tanam dipoles dengan cara-cara itu ini, mau tau caranya nanti diajari, ikut pelatihan di Balai kita di Pelempang,” tukasnya.

Untuk produktivitas, lanjut Erzaldi, Ia berharap petani meningkatkan produktivitas lada dari yang tadinya hanya 400 kg per hektar menjadi lebih banyak 1-2 ton, yang diawali dengan bibit yang baik serta cara tanam yang tepat.

“Vietnam satu tahun satu hektar hasilnya 3 ton, dengan harga sama mereka dapat lebih banyak, kita hasil sedikit, menyalahkan harga. “Usaha, do’a dan kerja, lah berhasil jangan lupa sedekah,” imbaunya.

Dalam kesempatan ini, Erzaldi juga meminta agar kelompok tani bisa mengajukan bibit lada kepada Pemprov Babel, namun dengan syarat setiap kelompok berisi 20 orang dan siap mengikuti pelatihan di Balai Benih Dinas Pertanian di Pelempang, Bangka.

“Ajukan kepada Gubernur per kelompok 20 orang, kita lihat cuaca kalau bagus kita salurkan bibit yang bagus, dalam polibag, mau kaya mau miskin boleh asalkan jangan dijual, kalau dijual saya minta polisi tangkap,” ujarnya, seraya bercanda di hadapan Kades dan tokoh masyarakat.

Tahun depan, lanjutnya, Babel mendapatkan jatah 5 juta bibit lada, dan satu masyarakat diperkirakan mendapatkan 500 batang bibit.

Saat bicara bibit, salah satu warga nyeletuk menanyakan pupuk, Gubernur menegaskan, bantuan pupuk akan diberikan, tetapi tidak untuk semuanya, karena ia tidak ingin membiasakan petani manja semua serba disiapkan.

“Syarat kedua, harus ikuti pendidikan dan pelatihan cara bertanam lada, kalau dak ikut enggak dapat bibit, pendidikan di Pelempang, Sabtu Minggu nanti bisa naik bus sekolah itu, dipakai khusus anter petani lada belajar bertanam lada,” tegasnya.

Manfaatkan Program TORA

Dalam kesempatan ini juga, Gubernur mengajak warga untuk memanfaatkan program tanah objek reforma agraria (TORA), mengingat di Desa Cupat masih masuk dalam kawasan hutan.

“Manfaatkan program sertifikat gratis ini, karena kalau mau bayar besar biayanya, nanti enggak mau lagi, makanya ini dimanfaatkan,” pesannya.

Dari program TORA ini, disebutkan Kades Cupat, Martaridi sudah diajukan 533 persil bidang tanah yang dilepaskan, dan Desa Cupat, merupakan usulan terbanyak di Kecamatan Parittiga. Dan untuk program PTSL Desa Cupat juga mengusulkan 850 hektar.

“Mudah-mudahan usulan ini bisa diakomodir semua dan sertifikatnya segera keluar,” pungkasnya.

Terkait bibit lada, ia akan mengerahkan petani lada di Desa untuk mengajukan permohonan bantuan bibit lada, untuk meningkatkan kualitas perkebunan lada di Babel.(nov/3)

Related posts