Gubernur Janji Bantu Permasalahan Sopir Truk

  • Whatsapp

Pangkalpinang – Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman, berjanji akan membantu menyelesaikan permasalahan yang dialami para sopir truk di Babel, yang tergabung dalam Romantika Sopir Truk Indonesia (RSTI), terutama dalam mendapatkan solar dan pembayaran upah tarikan.
“Katanya ada permasalahan, susah ngambil BBM, dan pembayaran upah lama, sehingga diambil peluang pihak ketiga untuk dapat keuntungan, sehingga untuk sopir jadi tepotong, makanya saya minta melalui Babel Peduli, kumpulkan para pengusaha yang punya mobil, konsepnya sudah harus dibuat, biar yang menjadi penalang RSTI, jangan ada lagi orang lain,” kata Erzaldi, dalam acara anniversary ke dua, RSTI di pantai Temberan, Minggu (21/7/2019).
Ia juga menambahkan, rsti untuk membentuk koperasi, selain mensejahterakan anggota juga menjadi wadah bagi organisasi ini.
“Modal koperasi ada dua cara, pertama dari iuran kalian, kedua, kita mengadakan pinjaman ke bank tapi tidak seperti bank konvensional, ini ibarat KUR, bunga paling 5-6 persen, kalau bagus suatu saat kalian akan saya percakapan ngolah SPBU satu, agar gak susah antre lagi,” jelasnya.
Erzaldi juga meminta, agar RSTI dapat meyakinkan para sopir untuk bergabung menjadi anggota risti, sehingga nanti untuk pemakaian BBM dapat dikoordinir, dan tidak ada anggota yang tak kebagian.
Pada kesempatan anniversary RSTI kedua, Erzaldi mengingatkan agar para sopir tidak usah minder dengan profesi yang dijalani, karena pekerjaa. Sopir sangat mulia dan berjasa.
“Risti harus menjadi besar dan jangan anggap minder, Ini kerja mulia, harus bangga menjadi bagian dari organisasi ini, bagian dari ibadah, menjadi sopir pekerjaan sangat luar biasa,” ujarnya memotivasi.
Para sopir, tambahnya sudah memberikan kontribusi dalam program pemerintah, menekan angka inflasi, distribusi barang banyak terbantu kelancarannya oleh para sopir.
“Bisa dibayangkan kalau sopir enggak angkut barang, harga barang melonjak dan luar biasa dampaknya,” tambahnya.
Ketua RSTI Babel, Riansyah menyebutkan, anggota yang tergabung dalam RSTI ini saat ini mencapai 320 orang sopir dari berbagai kendaraan, seperti sopir mobil box, dumptruck, truck.
Ia mengakui, bahwa sering kesulitan mendapatkan BBM, harus antre berjam-jam bahkan sejak malam hingga pagi, dan waktu istirahat pun sebutnya berkurang karena harus antre bbm ini.
“Pulang kerja kami bukannya istirahat dirumah tapi antre ke SPBU, istirahat disana menunggu dari jam 12 malam, standby di mobil untuk dapatkan solar, kalau sudah jauh nomor antrean kadang enggak dapat lagi BBM,” keluhnya.
Selain itu, ia juga mengeluhkan ongkos tarikan, pembayaran jasa angkutan sekarang banyak dipermainkan.
Dalam HUT ke-2 ini, ia berharap RSTI semakin berkembang dan dapat mengakomodir kebutuhan anggotanya.
Dalam anniversary ini, juga dihadiri para sopir dari berbagai koordinator wilayah baik dari Surabaya, Jatim, Jateng, Jabar, DKI, Lampung dan Palembang. (nov/6)

Related posts