Gubernur Ingin Redam Referendum Belitung

  • Whatsapp

Tambal Bolong Refleksi 17 Tahun Babel

Pangkalpinang – Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman tidak menanggapi serius rencana referendum Belitung yang akhir-akhir ini marak diperbincangkan masyarakat. Ia menginginkan, kedua pulau besar yakni Pulau Belitung dan Pulau Bangka tetap bersatu membangun kebersamaan menuju kesejahteraan masyarakat Provinsi Babel.
“(Referendum) Harus kita redam, tidak perlu begitu. Saya sebagai gubernur harus sesuai hukum dalam melaksanakan tugas,” katanya usai peringatan upacara HUT Provinsi Babel ke-17 di halaman Kantor Gubernur Babel, Selasa (21/11/2017).
Erzaldi menyebutkan apa yang dituntut masyarakat Belitung menjadikan Pulau Belitung kawasan wisata, akan didukung oleh pemerintah. Tetapi dalam perjalannya jika terdapat hal-hal lain, pemerintah tidak bisa langsung bertindak melanggar aturan.
“Mau dijadikan wisata, iya, tapi tak serta merta melanggar hukum. Menarik izin tambang memang kewenangan saya, tapi ada aturan yang mengatur,” tegasnya.
Orang nomor satu di Babel ini menambahkan, saat konsultasi Perda Zonasi dengan beberapa pihak terkait, hal ini menurutnya sudah dibahas. Bahkan gubernur juga sudah memimpin rapat terbatas terkait tambang di Belitung.
“Sementara kita hentikan aktifitas tambang, surat sudah dipersiapkan. Sabtu lalu saya sudah koordinasi dan perusahaan masih mencari tagboat untuk menarik kapal,” imbuhnya.
Mantan Bupati Bangka Tengah ini meminta, agar masyarakat tak mudah terprovokasi oleh hal-hal yang dapat merusak keutuhan Provinsi Babel. “Jangan terprovokasi hidup bersama itu lebih indah,” ajaknya.
Sementara itu, tokoh Presedium Pembentukan Babel dari Pulau Belitung, Darmansyah Husein juga menilai bahwa rencana referendum ini hanya sebagai luapan emosi sesaat dari tokoh masyarakat di Belitung.
Mantan Bupati Belitung ini mengatakan, tidak mungkin Belitung bisa menjadi provinsi sendiri karena belum memenuhi syarat administrasi.
“Jadi provinsi sendiri enggak mungkin karena kabupatennya baru dua, minimal 5, untuk menjadi 5 ini sulit. Ini biasa luapan kawan-kawan, kalau mau menuntut itu sesuatu yang masuk akal dan bisa kita jalankan, berpikirlah lebih masuk akal,” tukasnya ketika menghadiri temu wicara di Jakarta pekan lalu.
Ia berharap, komunikasi yang baik antar masyarakat dan pemerintah dapat terjalin, sehingga hal-hal yang tadinya tak diketahui atau berseberangan bisa menjadi lebih jelas.
“Kan dari awal satu provinsi dan sudah jelas untuk membangun suatu kesatuan masyarakat,” imbuhnya.
Darmansyah berharap pemimpin Babel bisa mengerti dan memahami betul denyut nadi yang ada di masyarakat. “Pembangunan itu harus terintegasi yang saling berhubungan,” tutupnya.

Read More

Tambal Bolong
Disaat usia Provinsi Bangka Belitung (Babel) memasuki 17 tahun, Senin (21/11/2017), Gubernur Babel, Erzaldi Rosman menegaskan, akan berusaha mencapai tujuan pembentukan provinsi ini dan bekerja keras mencapai cita-cita para pendiri Provinsi Babel.
“Intinya semua diupayakan, kita harus menambal yang bolong, usahakan tercapai semua sektor dan mengoptimalkan birokrat kita untuk mecapai cita-cita itu,” ujarnya, usai memimpin upacara peringatan HUT Babel.
Selaku gubernur yang diamanahkan masyarakat, ia meminta agar para pegawai meningkatkan pelayanan. Terlebih tujuan membentuk provinsi, adalah menuju Babel yang makmur sejahtera, dan selama ini sudah mulai diwujudkan oleh pemerintah dan masyarakat.
“Apa yang sudah diperbuat dari awal sampai gubernur pendahulu saya, sudah baik, tugas saya melanjutkan dan mengisi apa yang belum tercapai kita capai, saya yakini tidak ada pimpinan yang gagal, tugas kita penerus mengisi jangan terlalu lama melihat ke belakang. Tetapi kita saling mengasihi mencintai sehingg tujuan mudah tercapai, saling mengoreksi untuk kemajuan. Beda pendapat hal biasa tapi jangan menilai tanpa solusi,” bebernya.
Ia menyebutkan, tidak ada yang ditonjolkan dalam mengisi tujuh belas tahun ini. Semua sektor mendapat perhatian sama dan harus ditingkatkan, demikian juga pelayanan publik.
Dalam sambutannya, gubernur mengungkapkan, banyak hal yang sudah dicapai oleh Provinsi Babel selama tujuh belas tahun ini. Ia menyebutkan PDRB pada tahun 2000 baru 6,4 T, tapi saat ini menjadi 65,1 T dan ouput barang dan jasa ekonomi meningkat signifikan.
Pada tahun 2001 jumlah kecamatan di Babel ada 36 kecamatan 52 kelurahan dan 623 desa. Dan Sekarang menjadi 47 kecamatan, 82 kelurahan dan 309 desa, sehingga semakin dekat pelayanan kepada masyarakat.
“Pendapatan daerah 266,4 M pada tahun 2002, saat ini delapan kali meningkat menjadi 2,3 T, dimana Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari 48,8 juta menjadi 678,9 M,” imbuhnya.
Panjang jalan pada tahun 2001 yakni 977,6 km, dan saat ini 1.499,73 km, dengan angka kemiskinan 11,62 (2002) menurun 5,04 (2017), angka melek huruf tahun 2002
91,7 persen saat ini menjadi 97,66 persen, dengan angka rata-rata lama sekolah 6,47 tahun saat ini 7,62 tahun.
“Rumah sakit awalnya hanya tiga, sekarang sembilan rumah sakit pemerintah dan delapan rumah sakit swasta,” ujarnya.
Upacara peringatan HUT Babel kemarin, semua peserta mengenakan pakaian adat melayu, upacara berlangsung khidmat dan sederhana. Usai upacara, gubernur memberikan penghargaan kepada tokoh masyarakat yang berhasil dibidang kesehatan, pemberdayaan masyarakat dan juga santunan kepada anak yatim. (nov/1)

Related posts