Moment

Gubernur: Hati Harus Terpanggil untuk Memelihara Hutan

Gubernur saat akan menanam mangrove di Desa Batu Beriga, Kecamatan Lubuk Besar, Kabupaten Bangka Tengah.(foto: rafiq).

RAKYATPOS.COM, LUBUK BESAR – Dalam upaya pemulihan ekonomi nasional di wabah Covid -19, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Pemprov Babel) kembali menyelenggarakan padat karya dengan menanam pohon mangrove berlangsung di Desa Batu Beriga, Kecamatan Lubuk Besar, Kabupaten Bangka Tengah, Babel, Kamis (15/10/2020).

Program pemerintah padat karya untuk wilayah Babel seluas 500 ha ini, terbagi 250 ha untuk Bangka dan 250 ha untuk Belitung.

Gubernur Babel, Erzaldi Rosman mengatakan, agar program pemerintah ini dimanfaatkan dengan baik, bukan hanya karena untuk mendapatkan uang saja, akan tetapi niatkan untuk menjaga hutan dan lingkungan dengan baik, karena lingkungan yang bagus akan memberikan manfaat bagi kelangsungan kehidupan di kemudian hari.

“Hati kita ini harus terpanggil untuk memelihara hutan, itu yang penting. Jangan sampai mangrove yang di tanam ini gagal, untuk itu tugas ini di jalankan sepenuh hati,” ungkapnya.

Gubernur Erzaldi kembali meyakinkan masyarakat bahwa, apabila hutan terjaga dengan baik maka, hutan tersebut akan memberikan manfaat bagi warga. Program ini memberdayakan masyarakat setempat, dengan harapan mangrove yang ditanam terjaga dengan baik sekaligus dapat meningkatkan pendapatan warga.

Terpisah, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Babel, Marwan menuturkan, untuk kawasan Pantai Batu Beriga di tanam mangrove seluas 50 ha nantinya dikelola oleh 2 kelompok tani yaitu Kelompok Tani Cinta Lingkungan dan Kelompok Tani Peduli Hutan.

Menurutnya, program padat karya ini merupakan upaya yang dibayar kepada anggota kelompok tani menggunakan dana pemerintah pusat melalui BPDASHL yang dibayar ke rekening anggota masing-masing yang masuk dalam kelompok tani.

“Kami tekankan kepada kelompok tani yang mengolah mangrove agar tanaman yang ditanam ini dijaga dengan baik, sehingga mangrove tersebut tumbuh subur sesuai yang diinginkan,” ujarnya.

Salah seorang warga setempat, Amad ketika dikonfirmasi media menilai, program padat karya ini sangat membantu masyarakat karena, saat ini warga kesulitan ekonomi akibat Covid -19.

“Kami senang program ini, kami bisa bekerja dan dapat uang. Kami sekarang kesulitan ekonomi akibat Covid,” ucapnya.

Di tempat sama Gubernur Erzaldi membagikan buku rekening anggota kelompok tani yang mengolah mangrove, dilanjutkan dengan penanaman mangrove secara simbolis.

Hadir dalam kegiatan itu, Gubernur Kepala BPDASHL, camat, kades, masyarakat, dan undangan lainnya.(Hasan/Adv).

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TERPOPULER

To Top