Kiri Sayap
kanan Sayap Kategori
Dibawah Menu

Gubernur Erzaldi Terus Siapkan Kajian Pengembangan Pelabuhan Pangkalbalam

RAKYATPOS.COM, PANGKALPINANG - Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman bersama tim, terus mempersiapkan lanjutan untuk menyusun kajian lebih mendetail terkait pengembangan Pelabuhan Pangkalbalam Pangkalpinang, Babel.

Hari Kamis (14/5/2020), di Ruang Rapat Gubernur Babel, tim mempresentasikan dan menyampaikan data makro dan mikro dalam Rapat Virtual bersama Pimpinan Pelindo II Pangkalbalam dan menghadirkan Direktur Transformasi dan Pengembangan Bisnis Pelindo dalam meeting room.

Berbagai strategi telah dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Babel, tetapi tidak menjawab dan belum mampu secara efisien dalam meningkatkan ekonomi yang signifikan di Babel.

Pengembangan Pelabuhan Pangkalbalam Pangkalpinang ini dianggap sudah menjadi suatu kebutuhan yang tidak bisa ditawar-tawar lagi, sebab menjadi kendala utama ekspor komoditi asal Babel, bahkan impor barang ke Babel.

Pertumbuhan ekonomi Babel diakui rendah, bahkan terendah se-Sumatera. Pertumbuhan ini, mengalami kelambatan jika pengembangan Pelabuhan Pangkalbalam Pangkalpinang sebagai pelabuhan utama di Babel tidak dilakukan.

Dapat dibayangkan, komoditi unggulan di Babel tidak dapat melakukan ekspor melalui Pelabuhan Pangkalbalam, sehingga ekspor harus dilakukan melalui pelabuhan di provinsi lain. Tentunya, kata Gubernur, kondisi saat ini sangat tidak efektif dan efisien, sebab akan memakan biaya lebih tinggi ketimbang jika dilakukan langsung dari Pelabuhan di Babel.

Bagaimanapun kecanggihan strategi ekonomi Pemprov Babel, ditegaskannya, jika Pelabuhan Pangkalbalam Pangkalpinang hanya mampu menampung keluar masuk dan bongkar muat kapal di bawah 3000 GT, tentu tidak akan mendongkrak ekonomi Babel.

“Kami (Babel) membutuhkan sekali pengembangan pelabuhan ini. Kami beranggapan bahwa tingkat perekonomian dan inflasi di Babel ini sangat dipengaruhi oleh pelabuhan yang masih mengandalkan pasang surut air laut di muara sungai,” tambahnya.

Diakui Gubernur Erzaldi, tim kuat telah dibentuk untuk mempersiapkan kajian agar dapat mendukung data-data yang dibutuhkan, sehingga pengembangan Pelabuhan Pangkalbalam ini dapat diputuskan.

Tim persiapan kajian ini terdiri dari Kepala Pelindo Babel, kepala KSOP, Dinas Perhubungan Provinsi Babel dan Kota Pangkalpinang, Bappeda Babel, Kepala Cabang BI, Kepala BPS Babel, hingga akademisi asal UBB.

“Semua pihak-pihak ini, diharapkan dapat mendukung data makro serta khususnya data mikro untuk mendukung kajian,” harapnya.

Saat mengantar rapat virtual, Gubernur Erzaldi kembali menjelaskan bahwa sebelumnya Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Budi Karya telah menghubungi Pemprov Babel terkhusus kepada Gubernur Erzaldi bahwa perlu dilakukan persiapan pembangunan Pelabuhan Pangkalbalam Pangkalpinang yang akan digabungkan dengan pembangunan Pelabuhan Garonggong di Sulawesi Selatan.

“Saya berharap, dari data yang akan disampaikan dan dipresentasikan dapat menjadi pertimbangan pihak Pelindo untuk mendukung pengembangan investasi holding Pelindo di Pelabuhan Pangkalbalam,” ungkapnya.

Beberapa catatan khusus yang disampaikan Gubernur Erzaldi diharapkan pihak Pelindo tidak mempertimbangkan dasar frekuensi kapal, karena frekuensi ini sangat kecil, sebab berpengaruh pasang surut air laut.

Selain itu, dasar lain seperti barang yang keluar masuk, menurutnya, komoditi Babel yang dapat memanfaatkan jasa Pelabuhan Pangkalbalam hanya komoditi yang memiliki daya tahan lama, seperti timah dan CPO.

“Ketika Pelabuhan Pangkalbalam mengalami pengembangan, para investor yang telah menunggu sejak lama, dipastikan segera action saat pelabuhan siap digunakan sebab selama ini pelabuhan adalah kendala investasi di Babel,” ujarnya.

Pada kesempatan ini, secara prinsip pihak Pelindo sebagai holding kantor pusat, melihat Pelabuhan Pangkalbalam diakui sangat tidak memadai, jika harus dilakukan pengembangan Pelindo sebagai BUMN akan melakukan investasi dan mendukung penuh.

“Secara data makro, kami sangat memahami kondisi Babel jika tidak dilakukan pengembangan, maka seharusnya memang dilakukan pengembangan atau pembangunan pelabuhan baru,” ungkap Direktur Transformasi dan Pengembangan Bisnis Pelindo.

Dijelaskan lebih lanjut, Pelindo tidak hanya harus melihat sisi makro saja untuk dilakukan pengembangan investasi ini, pihaknya juga harus pelajari kembali angka-angka dalam data mikro, selain mempertimbangkan pengerjaannya apakah memungkinkan mandiri atau melibatkan pihak-pihak lain.

“Secara internal korporasi kami juga akan lakukan follow up agar perencanaan ini segera ditindaklanjuti sesuai tahapan mengingat ini merupakan instruksi langsung Bapak Menteri Perhubungan,” terangnya.

Menanggapi respon Pelindo, Gubernur Erzaldi Rosman mengingatkan kepada semua tim dan Pelindo, pekan depan Menteri Budi Karya akan kembali menanyakan kesiapan Babel dan Pelindo apakah dapat mengambil kebijakan dan keputusan atas pengembangan Pelabuhan Pangkalbalam Pangkalpinang.

“Kajian dan data baik makro atau mikro harus kita siapkan terperinci agar pengembangan ini terealisasi,” tegasnya di akhir rapat.(Nona/Adv/3).

Diatas Footer
Light Dark