by

Gubernur Erzaldi Sebut Babel Posisi Strategis Pelayaran Nasional

Pemateri Rakor Sipencatar Pola Pembibitan STTD di Bali

BALI – Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Erzaldi Rosman mensinyalir, terjadinya kemacetan di beberapa kota besar sekarang, akibat kekurangan sumber daya manusia (SDM) berkompetensi di bidang transportasi, sehingga kurang kemampuan membangun dan mengatur struktur dan rekayasa perlalulintasan di daerah.
“Salah satunya tenaga ahli dimaksudkan bersumber dan merupakan alumni Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD). Bangka Belitung sangat membutuhkan SDM lulusan STTD ini,” kata Gubernur Erzaldi saat bertindak sebagai pemateri di Acara Rapat Koordinasi (Rakor) Sipencatar Pola Pembibitan STTD Tahun 2018, di The Westine Resort, Nusa Dua, Bali, Selasa (13/3/2018).
Menurut Gubernur, bidang transportasi sangat penting untuk menunjang percepatan pembangunan. Menjalin kerja sama dengan STTD adalah solusi awal mengatasi persoalan tersebut. Dikatakan Gubernur Erzaldi, telah ada pola kerja sama dengan STTD untuk mengatasi persoalan kekurangan SDM di bidang ini. Diharapkan melalui pola ini, kebutuhan SDM dapat terpenuhi. Dan kerja sama tersebut mendapatkan tanggapan positif dari KemenPAN-RB.
“Sudah ada persetujuan pola pembibitan SDM putra putri daerah dalam sistem penerimaan taruna/taruni sekolah tinggi transportasi darat,” ujar Gubernur Erzaldi.
Perekrutan pola pembibitan ikatan dinas STTD perlu lebih mempertimbangkan kesinambungan pengabdian di daerah. Perekrutan harus mengutamakan putra/putri terbaik daerah. Selain itu, perlu pendirian sekolah vokasi yang disesuaikan dengan karakteristik kebutuhan praktek lapangan.
Materi sekolah vokasi semestinya didominasi dengan praktek-praktek lapangan. Gubernur Erzaldi mencontohkan, seperti Sekolah Tinggi ASDP, seyogyanya didirikan dan dibentuk di daerah-daerah berkarakter kepulauan. Sehingga pendidikannya bisa menjadi lebih efektif, dan Babel menawarkan diri agar Sekolah Tinggi ASDP Kemenhub didirikan di Babel.
Mengenai perekrutan tenaga terampil siap pakai di daerah, kata Gubernur Erzaldi, proses seleksinya tidak harus di pusat. Sebaiknya, seleksi dilakukan di daerah, sehingga peluang penyerapan tenaga kerja setempat dapat lebih besar dalam kompetisi dan seleksi. Seperti rekrutmen tenaga Avsec, groundhandling dan bidang kerja lainnya.
“Sangat penting ketersediaan tenaga ahli yang sesuai kompetensi untuk menangani sesuatu, agar tidak terjadi masalah di kemudian hari. Jikapun ada masalah, dapat segera tertangani dan teratasi,” saran Gubernur Erzaldi.
Lebih jauh Gubernur Erzaldi menjelaskan, pemanfaatan sejumlah potensi ini, memerlukan SDM berkualitas dan berkompetensi. Kerja sama dengan STTD dilakukan untuk memenuhi kebutuhan SDM profesional di bidang transportasi darat di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Tentunya semua itu disesuaikan dengan formasi yang telah disetujui MenPAN-RB dan BKN.
“Saat ini, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung baru melaksanakan kerja sama dengan STTD untuk program D IV transportasi darat dan D III LLAJ. Kuota tersedia dari tahun 2014-2021 berdasarkan perjanjian kerja sama sebanyak 40 program D VI dan 80 orang DIII LLAJ. Sampai tahun 2017, baru terpenuhi 20 program D IV dan enam orang D III,” papar Gubernur Erzaldi.
Kegiatan yang dihadiri sejumlah Gubernur, Bupati dan Walikota se-Indonesia itu, Gubernur Erzaldi dipercaya sebagai narasumber III. Adapun tema kegiatan yang diusung kali ini mengenai “Peran Pemerintah Daerah dalam Pembiayaan Pola Pembibitan”.
Dalam paparannya, Gubernur Erzaldi menyebutkan Babel berada di posisi strategis dalam pelayaran nasional. Dikatakan Gubernur Erzaldi, hal tersebut dikarenakan potensi laut memenuhi syarat kedalaman maksimal untuk pelabuhan nasional, bahkan internasional. Selain itu, hanya berjarak satu kilometer dari bibir pantai, sudah memasuki wilayah laut dalam.
“Laut Bangka Belitung cukup dalam. Tak perlu jauh dari daratan, sudah bisa menemukan laut berkedalaman sampai 23 meter,” tegas Gubernur.
Gubernur Erzaldi menambahkan, wilayah Babel termasuk ke dalam lintasan ALKI 1. Pengembangan wilayah Babel pasti lebih cepat jika mampu memikirkan dan membuat terobosan membangun konektivitas antara wilayah darat, laut dan udara.(tkg/humasprov/adv).

Comment

BERITA TERBARU