Gubernur Erzaldi Sayangkan Surat Viral di Medsos, Masyarakat jadi Resah

  • Whatsapp
Gubernur Babel Erzaldi Rosman.(foto: dok. diskominfo).

RAKYATPOS.COM, PANGKALPINANG – Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman jelaskan mekanisme sesuai SOP yang dapat menyatakan bahwa Babel harus memberlakukan sistem tutup bandara. Hal ini disampaikan Gubernur Erzaldi Rosman melalui siaran live di RRI Sungailiat Babel via telepon, Kamis (26/3/2020).

Masyarakat Babel dua hari terakhir mengalami kecemasan disebabkan informasi terkait surat Wali Kota Pangkalpinang yang ditujukan kepada Gubernur Kepulauan Babel yang viral di Media Sosial.

Read More

Gubernur Erzaldi Rosman bahkan menerima telepon dari Wakil Bupati Belitung dan Belitung Timur untuk mengkonfirmasi perihal isi surat ini, termasuk Kapolda Babel melaporkan bahwa dirinya Rabu malam mendapat telepon dari Mabes Polri yang menanyai kebenaran kabar viral mulai rabu malam.

Dalam surat yang viral di medsos ini, Wali Kota Pangkalpinang menyampaikan permohonan untuk menutup arus masuk melalui bandara di Kepulauan Babel dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19 lengkap dengan tanggal-tanggal pelaksanaannya.

Hal ini begitu meresahkan masyarakat Babel, sehingga Gubernur Erzaldi Rosman menyatakan kesiapan menjelaskan kepada masyarakat melalui RRI Kamis pagi, untuk meluruskan kecemasan masyarakat yang pro-kontra atas penutupan bandara.

Diakui Gubernur Erzaldi Rosman, sejak 10 hari yang lalu telah lebih dulu dilakukan diskusi dengan Menteri Dalam Negeri RI tentang bagaimana sebuah daerah dinyatakan harus di-lockdown.

Bahkan perintah untuk berkoordinasi dengan Dirjen Perhubungan Laut dan Udara Kementerian Perhubungan RI telah disampaikan dan dilaksanakan oleh Kadis Perhubungan Babel.

“Yang saya sayangkan, surat ini harus beredar, bahkan viral di media sosial. Saya segera menegur Wali Kota Pangkalpinang, sebab menimbulkan efek buruk pada masyarakat yang seketika menjadi resah,” ungkapnya.

“Saya sampaikan kepada masyarakat Babel bahwa tanggungjawab kemungkinan tutup bandara ini adalah tanggungjawab Gubernur. Keputusan untuk menutup bandara bukan pada Bupati atau Wali Kota, bahkan Gubernur pun tidak dapat memutuskan hal ini,” tegasnya.

Sebab menurutnya, surat dengan perihal permohonan pencegahan masuknya Covid-19 ini, cukup ditujukan kepada Gubernur. Surat ini bersifat dukungan saja atas rencana atau kemungkinan tutupnya bandara Babel atas alasan dan mekanisme yang mengarah pada tingginya resiko penyebarluasan Covid-19.

Lebih lanjut dijelaskan, sudah terjadwal pelaksanaan rapat pembahasan kemungkinan penutupan bandara Babel pada Kamis (26/03/2020). Gubernur Babel bersama DPRD, Kapolda Babel, dan Forkopimda lain bahkan beberapa unsur masyarakat hingga tokoh agama juga akan dilibatkan dalam rapat melalui video conference.

“Saya minta kepada masyarakat Babel untuk lebih tenang. Sore ini akan disampaikan keputusan usai rapat tentang kemungkinan dan persiapan yang harus ditempuh jika dilakukan penutupan bandara,” kata Gubernur.

Dapat dipastikan bahwa pemikiran tentang menutup bandara tidak seketika dapat dilakukan. Beberapa SOP nya pun memang harus dialami Babel hingga bisa dikeluarkan penetapan tutup bandara.

“Saya juga pagi ini, terus berkonsultasi dengan Mendagri, dan beliau berikan petunjuk-petunjuk apa saja yang harus ditempuh sebagai syarat kemungkinan bandara dapat ditutup,” tandasnya.

Yang paling mungkin dilakukan Babel, ditambahkan gubernur, adalah dengan mulai mengurangi jumlah penerbangan selama tiga hari pertama, kemudian dilakukan penutupan selama tiga hari berikutnya. Setelahnya, mungkin saja dilakukan sistem buka tutup bandara menyesuaikan kondisi yang terjadi di lapangan.(Nona/Listya/3).

Related posts