Gubernur Erzaldi Puji Polair Babel Gagalkan Penyelundupan Mihol Ilegal

  • Whatsapp
Gubernur Babel Erzaldi Rosman menyampaikan sambutan di kegiatan pemusnahan barang bukti minuman beralkohol ilegal, di Dermaga Polair Polda Babel, Desa Air Anyir, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka.(foto: saktio).

RAKYATPOS.COM, AIR ANYIR – Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman menunjukkan rasa bangga dan pujian terhadap keberhasilan Direktorat Kepolisian Perairan (Polair) Polda Babel, yang menggagalkan rencana penyelundupan ribuan minuman beralkohol (Mihol) ilegal di Selat Bangka.

Dengan keberhasilan pengungkapan kasus cukup besar ini, membuat masyarakat Bangka Belitung pada khususnya menjadi aman dan nyaman.

Perasaan bangga dan pujian tersebut, disampaikan Gubernur Erzaldi, di sela-sela pelaksanaan kegiatan pemusnahan barang bukti minuman beralkohol ilegal, di Dermaga Polair Polda Babel, di Desa Air Anyir, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka, Rabu (17/6/2020).

Dengan sinergisitas antara pemerintah, TNI/Polri, kejaksaan, dan pengadilan serta stakeholder lainnya, Gubernur Erzaldi yakin akan membuahkan hasil yang signifikan. Bukan hanya untuk penangkapan kejahatan saja, tetapi lebih dari itu, yaitu pelayanan kepada masyarakat, khususnya pada masa pandemi Covid-19 ini.

Baca Lainnya

Dengan penangkapan ini, berarti Polda Babel telah mengungkap dua kasus besar dalam waktu yang relatif dekat.

“Saya mengucapkan selamat dan memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada kepolisian, kejaksaan, TNI, dan pengadilan serta masyarakat, yang telah bahu-membahu secara bersama-sama memberikan rasa aman, nyaman, dan memberikan pelayanan yang optimal serta kinerja yang tinggi. Ini adalah suatu anugerah yang dimiliki Babel,” ungkapnya.

Gubernur Erzaldi juga mendukung barang bukti berupa kapal berkekuatan 70 knot untuk dihibahkan kepada Polair Polda Babel untuk mendukung tugas dan fungsinya. Hukuman 2,5 tahun bagi para pelaku, menurut Gubernur Erzaldi juga adalah langkah yang tepat untuk membuat efek jera.

Kehadiran para tokoh agama dalam kegiatan ini, juga disebutkan Gubernur Erzaldi akan menambah keyakinan bahwa Babel fokus dalam memberantas segala bentuk kejahatan dan pelanggaran lainnya.

Sebelumnya, Kapolda Babel, Irjen Anang Syarif Hidayat dalam sambutannya menjelaskan proses penangkapan minuman ilegal oleh Ditpolair Polda Babel sangat dramatis. Setelah tiga kali melintas perairan Bangka.

Perairan di sebelah barat Pulau Bangka menjadi jalur yang rawan penyelundupan, karena ombak yang tidak terlalu tinggi dan relatif sepi. Dengan penangkapan ini, dirinya meminta kepada Anggota Polda Babel agar tidak berbangga berlebihan, dan menjadikan momen ini, sebagai suatu pelajaran berharga bahwa wilayah gugus tugas ini ternyata cukup rawan, dan pihaknya yakin masih ada upaya-upaya seperti itu.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Babel, Ranu Mihardja menyampaikan kegiatan ini, merupakan salah satu tugas dan fungsi masing – masing lembaga yang memiliki kewenangan proses pemusnahan barang bukti.

Selain 9.611 barang bukti minuman ilegal yang dimusnahkan, dalam penangkapan ini juga disita 10 unit telepon seluler dan satu unit kapal cepat dengan tujuh mesin penggerak. Proses penuntutan sudah selesai, yang terdiri dari empat berkas perkara dengan 10 terdakwa.

Usai pemusnahan barang bukti minuman ilegal oleh Gubernur Erzaldi dan Forkopimda, rombongan berkesempatan untuk memetik buah nanas perdana yang di tanam oleh Ditpolair Polda Babel, tak jauh dari lokasi, yang merupakan program untuk menjaga ketahanan pangan.(Lulus/Adv/3)

Related posts