Gubernur Erzaldi Minta PHRI Babel Susun SOP Protokol Kesehatan Covid-19

  • Whatsapp
Gubernur Erzaldi saat menjadi narasumber pada kegiatan Webinar BPD PHRI Babel.(foto: iyas zi).

RAKYATPOS.COM, PANGKALPINANG – Dalam rangka perbaikan ekonomi Bangka Belitung (Babel), Gubernur Erzaldi minta Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Babel menyusun SOP Protokol Kesehatan Covid-19 menuju New Normal sesuai aturan yang disampaikan oleh Pemerintah Pusat.

Gubernur Erzaldi menyatakan, tatanan New Normal penting diterapkan. Cara ini, diyakini bisa memulihkan tatanan ekonomi Babel yang terpuruk akibat pandemi Covid-19.

Read More

Hal ini disampaikan Gubernur Erzaldi saat menjadi narasumber pada kegiatan Webinar BPD PHRI Babel, Kamis (4/6/2020) di Ruang Rapat Gubernur Babel.

Kegiatan webinar bersama Ketua Umum BPP PHRI, Ketua BPP PHRI Babel, dan Jubir Gugus Tugas Covid-19 Babel, diikuti pelaku usaha pariwisata di Babel dengan mengusung tema “PHRI Babel Berbenah Hadapi New Normal”.

Gubernur mengatakan, Babel merupakan salah satu dari empat provinsi yang diizinkan oleh Pemerintah Pusat untuk menerima wisatawan. Oleh karena itu, Gubernur Erzaldi meminta PHRI menerapkan protokol kesehatan secara ketat di restoran maupun hotel, untuk mencegah penyebaran Covid-19 di Babel.

“Ada beberapa hal yang ingin saya sampaikan, beberapa waktu lalu Babel masuk zona hijau, sehingga Pemerintah Provinsi memberlakukan kelonggaran bagi restoran dan hotel untuk beroperasi secara bertahap. Namun seminggu ini, jumlah pasien positif kembali bertambah, hal ini tentu saja menjadi perhatian kita, sehingga kami meminta kepada PHRI Babel untuk menyusun SOP Protokol Kesehatan Pariwisata,” ungkapnya.

Pariwisata Babel, kata Gubernur lebih lanjut, harus aman dari Covid-19, karena ini akan berdampak pada citra pariwisata Babel. Oleh sebab itu, SOP Protokol Kesehatan Pariwisata harus memuat tiga prinsip operasional, yakni memodifikasi cara kerja, mengimplementasikan sistem kerja dengan meminimalisasi kontak fisik, serta memiliki standar sanitasi yang sesuai dengan protokol kesehatan Covid-19.

“Hal tersebut perlu dilakukan simulasi SOP sesuai Standar Protokol Covid-19, kemudian sosialisasi secara massif. Pemerintah daerah akan melakukan pengawasan agar pelaksanaan standar protokol kesehatan dilakukan secara benar di lapangan. Apabila ketentuan tersebut tidak dilakukan, maka pemerintah akan bertindak tegas. Hal ini kami lakukan demi keselamatan masyarakat Babel dan citra pariwisata kita. Saya berharap pelaku usaha taat akan aturan yang telah diatur oleh Perintah Pusat tersebut,“ ujarnya.

Related posts