Gubernur Erzaldi Gunakan Aplikasi Seluler untuk Pantau ODP

  • Whatsapp
Gubernur Erzaldi Rosman saat Vidcon bersama Tium Gugus Tugas Penanganan Covid-19.(foto: umar).

RAKYAT POS.COM, PANGKALPINANG – Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman akan menggunakan aplikasi seluler untuk memantau Orang Dalam Pengawasan (ODP) yang ada di Babel.

Untuk itu, Gubernur menginstruksikan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) mempersiapkan tenaga pemandu untuk penggunaan aplikasi ODP tersebut, dalam rapat khusus melalui video conference (Vidcon), yang digelar Jumat (03/04/2020).

Sulitnya melakukan pengawasan terhadap ODP yang terdata masuk melalui bandara atau pelabuhan ke Babel dalam kondisi pandemi Covid-19 saat ini, membuat seorang putra daerah asal Babel yang menjadi salah satu Founder IT Rumahawan Indonesia Al Ghozi menawarkan aplikasi berbasis IT yang dapat membantu kinerja Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

Diakui Al Ghozi, dirinya bersama tim IT Rumahawan Indonesia akan mendukung penuh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Babel dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Baca Lainnya

Gubernur Erzaldi mengapresiasi metode ini, dengan segera merespon presentasi yang dilakukan Al Ghozi kepada Gubernur Erzaldi Rosman dalam vidcon bersama beberapa pihak terkait penanganan Covid-19 seperti Staf Khusus Bidang IT, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Babel, Kepala Dinas Kesehatan Babel, Kepala Dinas beserta Tim Dinas Kominfo Babel.

Dijelaskan Al Ghozi, aplikasi ini mampu melakukan tracing, tracking, dan fencing ODP di Babel secara real time selama 14 hari.

Selain itu, aplikasi ini juga mampu menampilkan history aktivitas ODP apabila handphone ODP dalam keadaan offline. Akan tetapi ODP akan diingatkan tegas untuk tidak mematikan telepon selularnya selama 14 hari sejak terdata.

“Aplikasi berbasis mobile, android dengan fitur #LiveLoveTracking merupakan real time Penelusuran (Tracing), Pelacakan (Tracking), dan pengurungan (Fencing) orang yang masuk Babel,” ungkapnya.

Dijelaskan lebih lanjut, ODP akan terpantau keberadaannya selama 14 hari, sehingga petugas dapat memastikan bahwa ODP tidak keluar rumah atau bepergian jauh. Itu artinya, ODP benar-benar menjalankan protokol karantina yang sudah ditetapkan pemerintah.

Related posts