by

Gubernur dan Para Eksportir Lada Gelar Focus Group Discussion

-Moment-250 views


PANGKALPINANG- Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Erzaldi Rosman dan para eksportir lada menggelar Focus Group Discussion (FGD) dalam upaya menggeliatkan kembali lada sebagai produk ekspor unggulan Babel. FGD tersebut digelar di ruang rapat Gubernur Kepulauan Babel pada Kamis (13/09/2018).

Gubernur menilai FGD merupakan salah satu langkah sederhana untuk memetakan permasalahan, hambatan dan tantangan dalam rangka mengembalikan kembali kejayaan lada Babel.

“Langkah sederhana ini (FGD-red) sangat efektif dalam upaya mendengar masukan dari kalangan eksportir lada. Saya berharap para eksportir lada dapat mendukung kebijakan daerah dalam upaya membangun kebersamaan menuju kejayaan lada Bangka Belitung,” jelas gubernur.

Gubernur menilai pertemuan ini menemukan titik temu yang sangat konstruktif dalam membangun dan mendukung program pemerintah provinsi di sektor pengembangan lada.

“Untuk itu pengembangan lada mulai dari hulu sampai ke hilir harus menjadi satu kesatuan sehingga lada menjadi sektor yang mampu meningkatkan derajat kesejahteraan masyarakat Babel,” ungkap gubernur.

Saat ini, kata dia, lada lokal mampu bersaing dengan negara-negara tetangga di dunia internasional. Dari kualitas rasa, gubernur mengungkapkan lada Babel masih yang terbaik karena wangi dan pedasnya. Untuk itu, gubernur juga menyampaikan supaya lada tersebut dapat terjaga higienitasnya.

“Di setiap kampung yang penghasilan ladanya banyak akan diberikan bantuan bak cuci. Bak cuci ini harus dikelola oleh desa sehingga proses pencucian lada Babel ini menjadi lebih baik lagi,” ujar gubernur.

Walaupun lada sangat dipengaruhi oleh perdagangan dunia, gubernur meyakini para eksportir mendukung program pemerintah provinsi.

“Seperti resi gudang yang merupakan program Pemerintah Provinsi Kepulauan Babel mendapat respon positif dari masyarakat. Dan kita telah membuka pasar dan jaringan di luar negeri supaya para eksportir lada dapat mengekspor lada tersebut disana,” papar gubernur.

Selain telah membuka jalan pangsa pasar lada di luar negeri, gubernur menyampaikan kepada para eksportir lada bahwa Pemerintah Provinsi Kepulauan Babel telah mempersiapkan program pemberian bibit lada kepada para petani.

“Tujuannya supaya stok lada Babel selalu tersedia setiap saat karena ketika berbicara kebutuhan pasokan maka dalam dunia perdagangan akan berlaku prinsip supply and demand,” jelas gubernur.

Untuk itu, gubernur mengajak kepada para pemangku kepentingan untuk membuat perubahan bagi masa depan lada Babel.

Dalam FGD tersebut, gubernur didampingi oleh Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Provinsi Kepulauan Babel Budiman Ginting, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Kepulauan Babel Toni Batubara, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kepulauan Babel Sunardi dan Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi Kepulauan Babel Saimi.(adv)

Sumber: Dinas Kominfo
Penulis: Khalimo
Fotografer: Khalimo

Comment

BERITA TERBARU