Gubernur Berselfie Ria di Objek Wisata Sungai Upang

  • Whatsapp
Gubernur bersama istri, selfie dari atas jembatan yang berada ditepian Kawasan Wisata Sungai Upang, Desa Tanah Bawah, Kecamatan Puding Besar, Kabupaten Bangka.(foto: ist/hmsprov).

PUDING BESAR – Bagi masyarakat yang terbiasa menjelajahi objek-objek wisata, kali ini, ada tambahan objek wisata wisata alami yang baru dibuka. Tempat dimaksud adalah Objek Wisata Biodiversity Sungai Upang.

Dalam rangka memberikan dukungan untuk pengembangan, dan terpikat akan nuansa alami objek wisata alam yang terletak di Desa Tanah Bawah, Kecamatan Puding Besar, Kabupaten Bangka itu, Minggu (24/11/2019) pagi, selesai melakukan penanaman Pohon Perupuk di Desa setempat, Gubernur Erzaldi, mengunjungi sembari berselfie ria bersama istri, Melati Erzaldi.

Objek wisata yang ditinjau dan salah satu sasaran selfie orang nomor satu di negeri serumpun sebalai tersebut, adalah pondok wisata, mirip rumah gasibu. Uniknya, untuk mencapai ke rumah itu, Ia harus menaiki dan menelusuri jalan setapak (jembatan) yang terbuat dari kayu, dimana sisi kanan dan kiri serta di bawahnya tersebut terdapat air atau alur sungai.

Bahkan ketika berada di atas jembatan kayu, Gubernur beserta istri terlihat terkesima akan indahnya objek spot tanaman perupuk yang masih asri.

Gubernur usai menikmati tiupan angin di pinggiran Sungai Upang, menyatakan sangat mendukung tempat wisata milik warga Sungai Kupang, yaitu kawasan wisata Biodiversity menjadi kawasan wisata, melalui bantuan berupa dana.

Menurut dia, karena banyak hal yang menarik di lokasi wisata alami itu, salah satunya ada Anggrek Bangka dan jenis anggrek lainnya.

Oleh sebab itu, Gubenur meminta kepada Kades Sungai Kupang untuk membuat rencana pengembangan wisata Biodiversity, misalnya saja untuk penataan warung warung. “Susun programnya, nanti saya akan bantu, ADD, tapi khusus untuk pengembangan wisata ini,” janji Erzaldi.

Erzaldi juga meminta kawasan wisata Biodiversity menjadi kawasan konservasi lingkungan, karena banyak hal-hal yang tak ternilai di daerah ini.

Kepada semua lembaga pencinta lingkungan dan masyarakat serta pemerintah daerah, untuk setempat ikut membantu kawasan ini menjadi kawasan Konservasi nantinya.

“Di sini, ternyata ada ikan pesut. Di bunuh warga mati, karena di sangka monster. Selain itu, ada ikan papah. Saya minta jangan di tangkap ikan ini, terlalu berlebihan. Nanti akan menjadi hal yang luar biasa,” ungkap Erzaldi.

Dian Rosana, Ketua Bangka Flora Comunity menjelaskan, di kawasan wisata Biodiversity ada pengembangan anggrek Babel, misalnya anggrek pensil dan bulan.

Untuk hal itu, dirinya berharap kawasan wisata Biodiversity nantinya menjadi kawasan wisata alam, sebab ada anggreknya, sungainya yang bersih dan juga menjadi wisata kebanggan Babel. (rell/mislam/3)

Related posts