Gubernur Ancam Tutup SPBU Bandel

  • Whatsapp

Atasi Pengerit, Pemprov Jatahi Truk Beli Solar
Pemprov Segera Tertibkan Pengerit di SPBU

PANGKALPINANG – Maraknya aktivitas penambangan pasir timah yang berimbas sulitnya masyarakat membeli bahan bakar minyak (BBM) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) karena solar dan premium diduga diselewengkan untuk mesin tambang, kini menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Pemprov Babel).

Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman menegaskan, Pemprov bekerjasama dengan pihak kepolisian dan Pertamina akan menertibkan para pengerit BBM yang membeli solar maupun premium berulang-ulang di SPBU, dalam waktu segera. Pengerit ini akan ditindak karena diduga menyalahgunakan BBM bersubsidi di SPBU untuk dijual kembali kepada para penambang timah.

Tidak hanya menindak pengerit, Gubernur mengancam akan menutup operasional SPBU yang membandel jika kepergok melayani para pengerit. Sebagai solusi awal, Pemprov Babel akan membatasi pembelian solar untuk masing-masing kendaraan, agar solar bersubsidi tepat sasaran.

“Pemerintah provinsi dengan kepolisian dan Pertamina, akan mengadakan penerbitan pembelian BBM khususnya solar, dengan kartu kendali,” kata Erzaldi kepada wartawan, Selasa (15/10/2019).

Kartu kendali ini dalam waktu dekat akan disosialisasikan kepada para sopir truk dan kendaraan di SPBU. Pemprov bekerjasamakan dengan BRI dalam membuat sistem untuk kartu tersebut.

“Kita akan membatasi mobil truk (membeli solar) 70 liter, mobil kecil 25 liter, jadi kita harapkan ini bisa berjalan lancar dan nantinya mereka ndak bisa beli lebih. Dalam waktu dekat akan ada operasi, menindak SPBU yang tidak sesuai aturan,” tegasnya.

Saat ini, diakui Erzaldi, Pemprov beserta pihak terkait sedang menyusun strategi mengatasi penyelewengan BBM dari SPBU ke tambang-tambang ilegal. Gubernur juga meminta Pertamina, jika mendapati SPBU melayani pembelian bahan bakar yang sudah kelewat batas, dan tidak digunakan untuk mobilnya atau dibeli lalu dijual lagi, maka pemilik SPBU dan pengerit diberikan sanksi tegas.

“Memang ndak ada bukti (menjual BBM ke pengerit), tapi mobil yang sama membeli solar bolak balik, itukan salah satu bukti. Yang dapat sanksi selain SPBU, termasuk juga pembeli. Kita akan berikan sanksi mungkin penutupan sementara (SPBU) selama tiga bulan,” ingatnya.

Dan jika pihak SPBU ternyata masih melakukan hal yang sama, Gubernur akan merekomendasikan kepada Pertamina untuk kemungkinan menutup operasional SPBU selama satu tahun. Disinggung untuk pengerit premium di SPBU, Erzaldi mengaku belum membicarakannya. Namun dalam waktu dekat yang akan diambil kebijakan adalah solar.

“Akan kita mulai dulu untuk solar, daripada dimanfaatkan segelintir untuk dapat keuntungan sementara yang butuh tidak dapat, jika ini berhasil bisa saja premium nanti kita terapkan,” tandasnya.

Sementara itu, Pemprov Babel melalui BUMD akan bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan penambangan untuk pendistribusian solar non subsidi atau industri. Terkait hal ini, Erzaldi menyarankan BUMD membuat penampungan BBM industri yang dekat dengan penambang.

“BUMD katanya ada tawaran bisa lebih murah dari Pertamina, silahkan saja. Saya minta untuk membuat penampungan BBM industri di sepuluh tempat, dekatkan dengan penambang dikelola oleh BUMD,” pungkasnya. (nov/1)

Related posts