Gubernur Ajak Masyarakat Kurangi Sampah Plastik

  • Whatsapp

PANGKALPINANG- Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman mengajak masyarakat untuk mengurangi penggunaan plastik dalam aktivitas sehari-hari. Ia menyebutkan keberadaan sampah plastik jika dibiarkan akan menimbulkan masalah bagi lingkungan.

“Kita tidak ada gunung merapi, cuma kita ada kejadian musibah banjir. Penyebab banjir ini bermacam, salah satunya karena sampah yang dibuang sembarangan,” tegas Erzaldi, disela fun walk dalam rangka peringatan bulan PRB Nasional tahun 2019, di Taman Sari Kota Pangkalpinang, Minggu (13/10/2019).

Plastik yang menjadi sampah ini merupakan produk daur ulang yang sulit terurai, sehingga lama kelamaan akan berbahaya, tak saja terhadap lingkungan tetapi juga pada kesehatan.

“Sampah yang dibuang di sungai ini bisa menyebabkan banjir, Mari kita perangi sampah plastik, dan kurangi penggunaan plastik,” ajak Erzaldi.

Dalam kesempatan ini , ia juga mengajak masyarakat untuk membiasakan tidak menggunakan botol kemasan minuman sekali pakai, tetapi menggunakan tumbler atau botol minuman yang ramah lingkungan dan dapat diisi ulang.

“Biasakan pakai botol yang bisa diisi kembali, kurangi botol kemasan satu kali pakai, karena akan membuat semakin banyak sampah,” ulasnya.

Tak saja kepada peserta fun walk, sebelumnya, dalam upacara Hari Pramuka ke-58, di GOR Sahabuddin, Sabtu (12/10/2019), gubernur juga mengajak anggota Pramuka untuk mengkampanyekan pengurangan penggunaan plastik daur ulang ini.

“Diharapkan segenap anggota Pramuka peran aksi nyata sejak saat ini dalam kegiatan Pramuka dan kegiatan pribadi kapanpun dimanapun menolak barang berbahaya bagi lingkungan, harus bertekad semaksimal mungkin gunakan produk yang dapat digunakan kembali,” ujarnya, saat menjadi inspektur upacara.

Mantan Bupati Bangka Tengah menegaskan, sampah plastik sekali pakai secara terus menerus, akan meningkatkan produksi sampah yang tak bisa dihindarkan, akan lebih baik jika menjadikan sampah ini sebagai kompos.

“Oleh karena itu, mulai saat ini kita kurangi penggunaan plastik, dan anggota Pramuka diharapkan dapat mengampanyekan kepada masyarakat,” pesannya.

Dalam kegiatan HUT Pramuka ke-58, akhir pekan lalu, panitia memang tidak menyediakan air mineral kemasan, melainkan air galon yang dilengkapi pompa untuk memudahkan peserta mendapatkan air.

Peserta upacara dan juga Pramuka SMA SMK se-Babel diharuskan membawa botol minum sendiri dan panitia menyiapkan 120 galon yang disebar di 30 titik di sekitar lokasi acara.(nov/10)

Related posts