GTPPC-19 Babel : New Normal Ada Syaratnya

  • Whatsapp
Mikron Antariksa

RAKYATPOS.COM, PANGKALPINANG – Ketua Sekretariat Pusdalops Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bangka Belitung (GTPPC-19 Babel), Mikron Antariksa menyebutkan, ada beberapa syarat untuk suatu daerah menerapkan kebijakan New Normal atau tatanan normal baru yang produktif dan aman dari virus Corona.

Saat ini, kata dia, Presiden Joko Widodo baru merencanakan untuk menerapkan kebijakan new normal di 4 provinsi dan 25 kabupaten/kota.

“Ada beberapa syarat untuk new normal ini, ditinjau dari zona hijau, kuning atau merah, kalau nilainya kurang 100 itu rendah dan dikategorikan zona hijau, yang pertama itu penularan Covid-19 bisa dikendalikan,” ujar Mikron,  Jumat (29/5/2020).

Jika diterapkan, pengendalian penularan ini bisa dilakukan dengan mematuhi panduan dan pedoman protokol kesehatan Covid-19.

Baca Lainnya

“Kedua, syaratnya, kapasitas sistem kesehatan, rumah sakit sudah mampu, kemudian identifikasi, pelacakan kontak dan tempat karantina yang terinfeksi, sampai detik ini kita masih belum tau, ada beberapa cluster di Babel yang belum diketahui, pengendalian dan kapasitas kesehatan belum memenuhi,” ujarnya.

Kalakhar BPBD Babel ini menambahkan, syarat ketiga adalah mampu menekan wabah virus Corona, artinya di pasar atau di tempat yang kerentanan tinggi harus bisa ditekan.

“Kalau di Pangkalpinang, kita lihat di pasar masih sangat ramai, dimana menekan risiko tersebut, pasar saja seperti itu. Ini harus dimulai,” tandasnya.

Selanjutnya, kata dia, penerapan protokol Covid-19 di tempat kerja, etika pemakaian masker, physical distancing dan lainnya.

Untuk hal ini, ulasnya sudah mulai diterapkan,misalnya di lingkungan Pemprov Babel, sudah diterapkan hal-hal seperti ini, misalnya pengurangan meja di ruang kerja, penggunaan masker, dan lainnya.

“Kelima, mampu kendalikan risiko kasus dan pembawa virus, mengendalikan bukan menolak, kita sudah mulai di setiap pelabuhan dan bandara, verifikasi ini yang perlu kita ketahui, risikonya yang kita kendalikan,” bebernya.

Selanjutnya, memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memberikan masukan bukan sepihak.

Ia pun mengajak, seluruh kabupaten/kota untuk berbenah, memperbaiki kekurangan yang ada, agar secara bertahap bisa menerapkan kebijakan new normal.

“Jangan sampai satu sisi new normal tapi satu sisi belum dikendalikan, tempat yang rentan kasus, makanya kita berbenah, dari awal jangan langsung kepada hasil, memulai dari data, direncanakan dalam rencana operasi dan lakukan bertahap, sosialisasi, edukasi, dan penerapan,” pungkasnya. (rls)

Related posts