Giliran Supervisor Finance Pertamina Dibui

  • Whatsapp
BAJU TAHANAN – Saharudin, Supervisor Finance Pertamina MOR II Depot Pangkalbalam mengenakan baju tahanan, saat dikawal menuruni anak tangga kantor Kejari Pangkalpinang, kemarin. Ia jadi tersangka korupsi lantaran memberikan user ID anggaran di Pertamina kepada cleaning service, Kurniadi. Kini Saharudin tengah menikmati dinginya sel Lapas Tua Tunu bersama Kurniadi. (Foto: IST)

Sengaja Berikan User ID ke Cleaning Service
Cek Rekening, Kejari Koordinasi ke PPATK

PANGKALPINANG – Janji Kepala Seksi (Kasi) Intel Kejari Kota Pangkalpinang, Hendi Arifin yang akan menahan Saharudin selaku Supervisor Finance atau Pengawas Keuangan Pertamina MOR (Marketing Operation Region) II Depot Pangkalbalam Pangkalpinang, terpenuhi. Tim Penyidik Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri (Tipidsus Kejari) Pangkalpinang, Senin (4/9/2017) melakukan penahanan badan terhadap Saharudin.
Sebelum ditahan, tersangka korupsi dalam perkara penyelewengan dana ticketing Pertamina Depo Pangkalbalam ini, sempat menjalani pemeriksaan intensif di ruang penyidik Pidsus Kejari Pangkalpinang selama berjam-jam.
“Dia ditahan karena dengan sengaja memberikan user ID nya kepada Kur sehingga Kur leluasa melakukan transaksi pembayaran travel plane fiktif melalui sistem yang dipakai di Pertamina. Padahal menurut aturan, ini tidak diperbolehkan,” kata Kepala Seksi Pidana Khusuus (Kasi Pidsus) Kejari Pangkalpinang, Samhori kepada insan pers, Senin (4/9/2017).
Ia mengungkapkan bahwa Saharudin masih berperan aktif di perusahaan itu sebagai pegawai Pertamina Depo Pangkalbalam, sekaligus juga merangkap Pengawas Keuangan di Depo Pertamina Lampung.
“Untuk kerugian negara akibat adanya kebocoran dana pembelian tiket pesawat fiktif ini mencapai Rp4,9 miliar berdasarkan hasil perhitungan sementara kita,” jelasnya.
Saharudin diproses hukum setelah penyidik mengembangkan keterangan dari Kurniadi–pegawai kontrak cleaning service yang merangkap finance dan telah ditahan pekan lalu. Setelah mendapati dua alat bukti yang cukup, penyidik menetapkan Saharudin sebagai tersangka dan menahannya. Dengan jeratan Pasal 1 dan 2 Undang-undang Tipikor, karena dengan sengaja menyalahgunakan wewenang atau jabatannya untuk memperkaya diri sendiri atau orang lain.
Hingga saat ini masih disidik lebih lanjut apakah Saharudin menikmati aliran dana yang digelapkan Kurniadi. Penyidik telah melakukan koordinasi dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk mengecek aliran rekening kedua tersangka.
Saharudin usai menjalani pemeriksaan langsung digiring ketat oleh petugas tahanan Kejari untuk dibawa ke mobil tahanan. Dalam pantauan wartawan harian ini, Saharudin mengenakan rompi bertuliskan tahanan Kejari Pangkalpinang berwarna merah. Ia menolak berkomentar ketika ditodong pertanyaan oleh wartawan.
”Maaf ya, langsung saja ke pengacara saya saja,” ucapnya seraya berlalu ke mobil tahanan.
Dilansir sebelumnya, terhitung sejak Kamis (24/8/2017), Kurniadi (31) selaku mantan pegawai outsourcing di TBBM Pertamina Pangkalbalam dijadikan tersangka dan ditahan. Ia diduga menyelewengkan anggaran yang disiapkan untuk pembelian tiket pesawat dan penginapan hotel para pegawai Pertamina. Modusnya, tersangka mengadakan laporan tiket fiktif berikut dengan vendor atau agen fiktif pula.
Setelah dilakukan pemeriksaan secara intensif oleh penyidik Pidsus Kejari Pangkalpinang, Kurniadi dijebloskan ke Lapas Tua Tunu, Kota Pangkalpinang.
Tersangka ini melakukan transaksi pembelian tiket pesawat fiktif dengan vendor fiktif, kemudian melaporkannya ke atasan. Tindakan seperti itu sudah dilakukannya sejak tahun 2011 dan akibatnya menyebabkan Pertamina mengalami kebocoran anggaran hingga sebesar Rp4,9 miliar.
”Jadi segala aktivitas yang dilakukan tersangka untuk melancarkan kerjanya mengunakan akses user code yang diberikan oleh atasannya. Dan berdasarkan keterangan pelaku, hal ini sudah berlangsung sejak Oktober 2011 sampai dengan Juni 2016,” kata Kasi Intel Kejari Pangkalpinang, Hendi Arifin pekan lalu.
Hendi mengaku penyidik sudah melakukan penyitaan terhadap barang bukti berupa satu unit rumah milik tersangka yang diduga dibeli dari uang tersebut dan beberapa dokumen untuk menunjang proses penyidikan. Tersangka menghabiskan uang korupsinya dengan berwisata setiap minggu ke Macau dan Singapura.
”Untuk uang hasil korupsi ini tersangka mengatakan tidak mengalir ke pejabat lainnya. Dirinya mengklaim dihabiskan sendiri dengan cara berlibur ke luar negeri satu minggu sekali dan untuk foya foya,” ungkapnya.
Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Kejari Pangkalpinang ini mengaku, kasus ini disidik pihaknya sejak pasca Hari Raya Idul Fitri silam. Sudah lebih dari 10 pegawai lama dan baru di lingkungan TBBM Pertamina menjalani pemeriksaan di Kejaksaan Negeri Pangkalpinang. Pemeriksaan berlangsung 3 hari sejak Senin lalu dan akan berlangsung hingga pekan depan.
Didapat info, tersangka Kurniadi sebenarnya tidak ‘bermain’ sendiri dalam dugaan korupsi membobol duit Pertamina. Ada Saharudin yang diduga ikut serta memberikan keleluasaan kepada Kurniadi untuk mengakses user id (account) anggaran di 3 divisi di TBBM Pertamina yakni Teknik, Pemasaran, dan HRD.
Hasilnya, lebih dari 5 miliar uang kantor mereka selewengkan dan dihabiskan untuk berfoya-foya ke luar negeri. Setiap pulang berwisata, tersangka memberikan oleh-oleh jam tangan kepada atasannya.
Dan pada tahun 2017, kejahatan ini terbongkar setelah tim audit internal Pertamina mendapati penggunaan anggaran yang tidak sesuai dan tidak dapat dipertanggungjawabkan senilai kurang lebih Rp7 miliar. Kurniadi kemudian dipecat, dan beberapa mantan atasannya dipindahkan ke Pertamina lain. (bis/1)

Related posts