Gerai Kerajinan Diharapkan jadi Daya Tarik Wisatawan

  • Whatsapp
Pengrajin dan UKM foto bersama Ketua Dekranasda Beltim dan Sekretaris Ditjen Industri Kecil, Menengah, dan Aneka Kementerian Perindustrian RI, usai pertemuan di Gerai Kerajinan Daerah di Dusun Lipat Kajang, Manggar, Senin (9/12/2019). (foto: istimewa)

MANGGAR – Produk seni kerajinan telah berperan secara nyata dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi rakyat yang pada giliranya dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat secara luas.

Mengingat perannya yang penting dan strategis, serta potensinya yang sangat besar untuk meningkatkan kreatifitas, maka seni kerajinan yang ada di Kabupaten Belitung Timur difasilitasi dengan sarana dan prasarana untuk dapat lebih memperkenalkan produk yang telah dihasilkan oleh para IKM kerajinan di Kabupaten Belitung Timur.

Baca Juga

Adapun sarana dan prasarana yang baru digunakan yakni Gerai Kerajinan Daerah di Dusun Lipat Kajang, Manggar. Untuk pertama kalinya, pada Senin (9/12/2019), gerai itu digunakan untuk pertemuan dengan para pengrajin dan UKM yang ada di Beltim.

Hadir dalam acara itu, Eddy Siswanto selaku Sekretaris Ditjen Industri Kecil, Menengah, dan Aneka Kementerian Perindustrian, Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Beltim Ny. Susy Siswari Yuslih Ihza, Liatim selaku Kepala Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Satu Pintu dan Perdagangan Kabupaten Belitung Timur dan para pimpinan OPD serta para pelaku usaha kecil dan menengah di Beltim.

Eddy Siswanto mengatakan, kehadiran gerai kerajinan tersebut diharapkan dapat menjadi daya tarik baru bagi wisatawan dan menjadi wadah bagi para usaha kecil dan menengah untuk mengembangkan dan meningkatkan produk-produk UMKM yang berdaya saing.

“Adanya gerai ini diharapkan jadi wadah bagi UMKM di Beltim untuk mengembangkan usahanya. Untuk itu perlu adanya pertemuan rutin dengan para pengrajin, berdiskusi dan melakukan inovasi untuk mengetahui perkembangan produk usahanya yang diharapkan punya daya tarik dan keunikan sehingga memiliki daya saing dengan produk lainnya,” kata Eddy.

Sementara itu Liatim selaku kepala dinas PMPSPP Beltim mengungkapkan keberadaan gerai ini dibangun sebagai sarana prasarana, edukasi dan sebagai bentuk perhatian pemda kepada para pelaku usaha untuk memasarkan produk unggulannya.

“Gerai ini merupakan sarana dan prasarana Industri Kecil dan Menengah terutama Kerajinan yang ada di Beltim untuk meningkatkan daya jual produk dan menambah tempat kunjungan wisata di Kabupaten Belitung Timur,” ujar Liatim.

Selain itu, kata Liatim, tersedianya gerai itu untuk menampung dan mempromosikan produk IKM Kerajinan terutama kerajinan keramik/tanah liat, serat alam, tekstil/lembaran kain, kayu-kayuan, batu-batuan,logam dan material alam lain yang merupakan binaan Dewan Kerajinan Daerah dan Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Perdagangan Kabupaten Belitung Timur.

Rencananya dalam waktu dekat di gerai itu akan dipenuhi hasil kerajinan dan olahan makanan dan produk lokal dari 7 kecamatan di Beltim sehingga memudahkan pengunjung atau wisatawan yang ke Beltim.

Sementara itu Ny. Susy menjelaskan di Kabupaten Beltim memiliki 192 orang pengrajin dan paling didominasi oleh pengrajin anyaman pandan, rotan dan bambu. Pihaknya bersyukur gerai kerajinan daerah bisa dimanfaatkan oleh pihak pelaku pengrajin sehingga nantinya diharapkan bisa menjadi salah satu pusat oleh-oleh di Beltim.

Dalam pertemuan itu, rata-rata pengrajin mengharapkan gerai itu bisa dimanfaatkan oleh semua para pelaku UKM di Beltim.

“Kami berharap gerai ini bisa dimanfaatkan semua pelaku usaha. Kamipun butuh informasi bagaimana bisa dapat bantuan pinjaman usaha atau modal usaha dari pusat agar usaha kami bisa berjalan terus,” ungkap salah satu pengrajin yang enggan disebutkan namanya. (yan/kmf/3)

Related posts