Geopark Belitung, Daya Tarik Pariwisata Babel

  • Whatsapp

PANGKALPINANG – Kepala Dinas Kehutanan (Dishut) Pemprov Bangka Belitung (Babel), Nazalyus
mengatakan Kabupaten Belitung sudah ditetapkan oleh Unesco sebagai salah satu daerah geopark global. Hal ini jelas menambah nilai pariwisata Bangka Belitung terkhusus di Pulau Belitung.

“Nantinya di kawasan Belitung akan dibuat sebagai taman geologi karena kekhasan geologinya, batu-batuan dan segala macamnya di daerah itu yang dinilai memiliki ciri khas sehingga ditunjuk Unesco sebagai daerah geopark,” kata Nazalyus, di kantornya, Kamis (2/1/2017).

Lebih jauh kata dia, adanya dukungan pengembangan kawasan kehutanan karena tidak menutup kemungkinan batu-batuan itu ada di dalam kawasan hutan. Katanya, sudah dikembangkan di daerah Sijuk sudah ada areal Mangrove dijadikan sebagai Bangka Belitung Island Geopark.

“Di daerah itu, batu-batuan itu salah satu titik ada empat spesies anggrek, anggrek khas, apalagi areal lebih luas banyak jenis lain lagi. Semoga program pemerintah yang ada sekarang dapat dibantu untuk melakukan pengembangan pemberdayaan masyarakat dalam beberapa skema yang sudah ada,” tutupnya.

Nazalyus mengatakan, pemprov terus berupaya mencanangkan sektor kehutanan agar dapat menyumbang kegiatan kepariwisataan. Apalagi, saat ini sudah disematkan oleh pemerintah pusat sebagai salah satu daerah destinasi pariwisata. Hutan kemasyarakatan sudah beberapa yang berhasil dikelola dan disulap menjadi daerah tujuan wisata.

Di Babel, pemanfaatan hutan kemasyarakatan berkembang pesat, dicontohkannya di Desa Air Selumar masyarakat menjadikan daerah Gunung Peramun sebagai salah satu tujuan wisata, kemudian gunung tajam kelompok hkm Batu Bentas mengembangkan sebagai area wisata, selanjutnya silfo fishri Juru seberang dan di Desa Kurau.

“Sebagai daerah pariwisata kita canangkan diri sektor kehutanan menyumbang kegiatan kepariwisataan. Kita sejauh ini, sudah bisa menyumbang beberapa destinasi, kedepan akan kita tambah,” katanya. (ron/10)

Related posts