Generasi Milenial yang Cerdas dalam Menjalani Hidup

  • Whatsapp

Oleh: Fajaliandra
Siswa Kelas Beasiswa PT. TIMAH, Tbk SMAN 1 Pemali

Kesehatan merupakan harta berharga yang diberikan oleh Tuhan kepada kita. Tanpa kesehatan hidup ini tidaklah berarti. Namun pada saat ini, banyak orang yang tidak lagi mempedulikan kesehatan diri mereka karena telah dibuat nyaman oleh gaya hidup yang serba instant ini. Dengan semakin canggihnya teknologi masa kini, informasi maupun transportasi di zaman yang serba modern ini, membuat orang-orang menjadi malas. Tentu ini berpengaruh pada pola hidup masyarakat yang kurang baik. Lalu apa yang terjadi ketika pola hidup seperti ini terus berlanjut?
Pola hidup yang tidak sehat ini, bisanya terjadi dengan kita yang kurang memperhatikan hal-hal kecil, seperti kita tidak menjaga pola makan yang teratur, jarang berolahraga, istirahat yang kurang, dan sebagainya. Yang mengakibatkan penyakit-penyakit yang berbahaya atau mematikan terutama penyakit tidak menular (PTM). Di Indonesia banyak orang menderita penyakit yang tidak menular seperti penyakit jantung, stroke, diabetes, TBC, gagal ginjal, leukimia/kanker darah, hipertensi, dan lain sebagainya.
Menurut Badan Kesehatan Dunia WHO, Penyakit Tidak Menular ini adalah penyebab utama kematian secara global di negara-negara dengan tingkat ekonomi rendah dan menengah. Kematian yang diakibatkan oleh penyakit tidak menular mencapai 29%. Bukan hanya negara-negara yang tergolong menengah, bahkan di negara-negara maju angka kematian yang disebabkan oleh penyakit tidak menular mencapai 13%. Kematian akibat Penyakit Tidak Menular diperkirakan akan terus meningkat di seluruh dunia, peningkatan terbesar akan terjadi di negara-negara menengah dan miskin. Lebih dari dua pertiga (70%) dari populasi global akan meninggal akibat penyakit tidak menular seperti kanker, penyakit jantung, stroke dan diabetes. Dalam jumlah total, pada tahun 2030 diprediksi akan ada 52 juta jiwa kematian per tahun, karena penyakit tidak menular, naik 9 juta jiwa dari 38 juta jiwa pada saat ini. Di sisi lain, kematian akibat penyakit menular seperti malaria, TBC atau penyakit infeksi lainnya akan menurun, dari 18 juta jiwa saat ini menjadi 16,5 juta jiwa pada tahun 2030. Penyebab ini semua tidak lain adalah dampak dari pola hidup masyarakat yang tidak sehat.
Pola hidup masyarakat yang tidak sehat ini, bukanlah semata-mata hanya kurangnya masyarakat untuk berolahraga atau pun beraktivitas, namun pola hidup ini, mencakup makan yang akan dikonsumsi, bagaimana proses dan cara kita memilah lingkungan tempat tinggal.
Bukan hanya itu saja, salahnya pergaulan juga bisa merubah pola hidup kita, karena salahnya pergaulan bisa menjerumuskan kita ke dalam hal-hal yang merugikan seperti hal nya kita bisa saja terjerumus dengan narkoba. Seperti yang kita ketahui pola hidup yang tidak sehat ini biasanya pelaku utamanya adalah orang yang sibuk seperti pekerja kantoran atau pun Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang biasanya menghabiskan hari-hari mereka sibuk untuk bekerja, dengan waktu libur yang sedikit, sehingga banyak dari mereka tidak menjaga pola makan mereka bahkan tidak punya waktu untuk berolahraga.
Pada generasi sekarang, banyak orang yang ingin hidup mereka selalu sehat, tapi justru tidak menjaga dan merawat tubuh mereka agar selalu sehat dengan mengonsumsi makanan dan berolahraga dengan teratur. Seperti halnya yang pernah dikatakan oleh seorang pengarang kebahasaan Irlandia bernama Jonathan Swift bahwa ”Kesehatan selalu tampak berharga setelah kita kehilangannya”.
Ya, pada awalnya kita hanya menjalani hidup sebagaimana kesenangan saja, dibalik itu kita tidak pernah mengetahui bahwa dengan pola hidup yang salah justru merugikan diri kita sendiri. Namun, setelah tubuh kita mulai sakit-sakitan, barulah kita sadar bahwa pola hidup yang salah itu merugikan diri sendiri. Sebenarnya kitalah yang menentukan bagaimana cara agar kita terhindar dari penyakit akibat pola hidup kita sendiri. Kita yang sudah terbiasa dengan pola hidup yang serba instan ini sampai-sampai tidak lagi memperhatikan hal-hal kecil yang bisa mengakibatkan diri terserang penyakit.
Oleh karena itu, sebelum kita menyesal, sebagai generasi milenial kita harus merubah kebisaan-kebiasaan buruk dalam menjalani hidup atau menerapkan pola hidup yang sehat, sehingga terhindar dari penyakit-penyakit berbahaya, terutama penyakit tidak menular. Dengan rutin berolahraga, tidak terpaku pada kecanggihan teknologi, menjaga pola makan, kebersihan dan tubuh. Kita lah yang terkadang membuat diri kita menjadi sakit. Maka dari itu, jadilah generasi milenial yang cerdas dalam menjalani hidup.

Related posts