Gempa Cupat Dipicu Sesar Aktif

  • Whatsapp

Warga Khawatir Gempa Susulan

PANGKALPINANG – Masyarakat Desa Cupat, Desa Teluk Limau, Air Gantang, dan Desa Parittiga, kecamatan Parittiga, Jumat (27/1/2017) kembali digetarkan oleh gempa berkekuatan 4,1 Skala Richter (SR) pada pukul 07.08.52 WIB. Getaran yang dirasa hanya beberapa detik ini membuat sejumlah warga panik dan berlarian ke luar rumah.
“Pagi itu kami lagi sarapan, tiba-tiba seng (atap rumah-red) berbunyi dan seisi rumah bergetar diiringi suara bergemuruh, hanya beberapa detik, belum sempat tiba di luar rumah, getaran sudah hilang,” aku Kadirun, warga Cupat, kepada Rakyatpos melalui sambungan ponsel.
Ia menyebutkan, meskipun cuma sesaat, tetapi gempa ini membuat warga khawatir, mengingat bukan kali pertama Desa Cupat dan sekitarnya diguncang gempa.
“Bunyinya geruduk-gruddukk,, semua bergetar, baru sadar kalau ini gempa, lalu ke luar rumah, di luar tetangga juga keluar,” katanya.
Setelah getaran ini, warga lainnya sempat berkumpul di luar rumah, sambil menenangkan diri dan khawatir terjadi gempa susulan.
Berdasarkan informasi dan analisa dari BMKG Stasiun Geofisika Silaing Bawah Padang Panjang, Jumat (27/01/2017) pukul 07.08.52 WIB, wilayah Pulau Bangka diguncang gempabumi tektonik. Hasil analisis BMKG Stasiun Geofisika Silaing Bawah Padang Panjang menunjukkan bahwa gempabumi terjadi dengan kekuatan M=4,1 Skala Richter. Pusat gempabumi terletak pada 1,91 LS dan 105,24 BT, tepatnya di darat Kabupaten Bangka Barat pada jarak 29 km arah barat daya Bangka Barat di kedalaman 10 km.
“Hasil analisis peta tingkat guncangan (shake map) BMKG menunjukkan bahwa dampak gempabumi berupa guncangan dirasakan di wilayah Pulau Bangka bagian barat pada skala intensitas II SIG BMKG (II-III MMI),” kata Kepala Stasiun Geofisika Kelas 1 Silaing Bawah, Kota Padang Panjang, Rahmad Triyono, dalam rilis yang disebar BMKG Pangkalpinang.
Hasil monitoring BMKG hingga saat ini belum terjadi gempabumi susulan. Untuk itu masyarakat Pulau Bangka diimbau agar tetap tenang mengingat gempabumi yang terjadi tidak berpotensi tsunami.
“Gempabumi Bangka yang terjadi ini merupakan jenis gempabumi dangkal yang dipicu oleh aktivitas sesar aktif. Secara tektonik, letak wilayah Pulau Bangka memang jauh dari sumber gempa utama, seperti subduksi lempeng dan sesar regional, namun secara geologi wilayah Bangka terdapat sesar-sesar lokal,” jelasnya.
Catatan gempabumi di BMKG menunjukkan bahwa Bangka juga pernah diguncang gempabumi berkekuatan M=4.0 pada 30/08/2016 yang dirasakan di sebagian Pulau Bangka bagian utara. Sebelum itu, pada wilayah ini juga pernah terjadi gempabumi dengan M=4,8 SR, berkedalaman dangkal yang menimbulkan kerusakan ringan pada 2 Desember 2007. Gempa 2007 ini cukup kuat dan diikuti dengan 5 kali kejadian gempabumi susulan (aftershocks).
“Data kegempaan setempat memang menunjukkan bahwa wilayah Bangka termasuk kawasan dengan tingkat aktivitas kegempaan rendah. Tetapi dengan keberadaan beberapa sesar di wilayah ini menjadikan Bangka bukanlah daerah yang benar-benar aman dari gempabumi,” pungkasnya. (nov/6)

Related posts