by

Gema Kutuk Penembakan di New Zealand

-NEWS-94 views
Beginilah aksi puluhan mahasiswa Gema Pembebasan Babel dan BEM SI Babel di simpang Tudung Saji (DKT), Jumat (22/3/2019) Sore. Mereka mengecam dan mengutuk penembakan terhadap muslim di New Zealand. (Foto: IST/Dwi Sadmoko)

Gelar Aksi, Tuntut Hak Imigran

PANGKALPINANG – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa (Gema) Pembebasan Babel dan BEM SI Babel melakukan aksi demonstrasi di simpang Tudung Saji (DKT), Jumat (22/3/2019) Sore.
Aksi yang dilakukan mahasiswa ini untuk mengecam dan mengutuk penembakan terhadap umat muslim di New Zealand, pada 15 Maret lalu di Masjid Al-Noor Mosque dan Linwood Islami Center.
Sambil membawa sepanduk dan bendera Ar-Rayah dan Al-Liwa, mahasiswa juga melakukan orasi mengutuk aksi penembakan pada saat Sholat Jumat yang memakan 50 orang korban jiwa.
Kordinator aksi, Muhammad Firhan mengatakan bahwa pihaknya meminta agar segala bentuk kekerasan yang terjadi pada umat muslim di seluruh dunia segera dihentikan.
“Kami BEM SI Babel dan Gerakan Mahasiswa Pembebasan berbela sungkawa yang sedalam-dalamnya atas tragedi di Christchurch dan menolak segala bentuk kekerasan RAS, agama dan golongan,” teriak Muhammad Firhan.
Dalam aksi yang dikawal puluhan anggota kepolisan dari Polres Pangkalpinang itu, para demonstran menuntut kepada Pemerintah New Zealand untuk mempertegas hukuman kepada pelaku penembakan.
Selain itu, demonstran menuntut pemerintah Indonesia menyuarakan hak imigran secara global melalui duta besar New Zealand di Jakarta. Juga dihimbau kepada masyarakat untuk tidak menyebarluaskan video-video kekerasan penembakan di New Zealand yang mengandung unsur-unsur provokatif. (das/6)

Comment

BERITA TERBARU