Gelombang Pasang Sebabkan Harga 6 Barang Naik



Disperindagkop akan Terus Mengawasi

PANGKALPINANG – Sejumlah komoditi bahan pokok pada awal tahun 2016, ada yang mengalami kenaikan, walaupun kenaikan tersebut tidaklah terlalu signifikan.

Salah satu yang menjadi penyebab kenaikan harga dikarenakan faktor cuaca yang tidak menentu dan besarnya gelombang pasang air laut sehingga proses pengiriman beberapa bahan pokok dari luar daerah pangkalpinang mengalami keterlambatan.

Komoditi yang paling tinggi mengalami kenaikan yaitu cabe rawit hijau dari harga Rp 42.500 /kg menjadi Rp. 48 ribu/kg, naik sebesar Rp. 5.500 atau 12,94 persen, yang kedua adalah harga bawang putih dari harga Rp. 26.500/kg menjadi Rp. 28 ribu/kg, naik sebesar Rp. 1.500 atau 5,66 persen.

“Kenaikan harga cabe rawit hijau ini terjadi karena faktor cuaca dan harga bawang putih naik karena pasokan dari luar terlambat datang dikarenakan gelombang besar, tapi kita akan terus mengawasi agar harga tersebut bisa kembali ke kisaran harga normal,” kata Kepala Bidang Perdagangan Dalam dan Luar Negeri Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi (Disperindakop) dan UMKM Kota Pangkalpinang, Eka Subhi.

Selain harga cabe rawit hijau dan bawang putih ada juga beberapa bahan pokok di pasar seperti daging ayam brooler juga mengalami kenaikan dari Rp 33.500 /kg menjadi Rp. 35 ribu/kg, tepung terigu S. Tiga biru dari Rp. 9.750/kg menjadi Rp. 10 ribu/kg, keledai Eks impor dari Rp. 11 ribu/kg menjadi 12 ribu/kg, kacang hijau dari Rp. 21 ribu/kg menjadi Rp. 21.500 /kg.

Sedangkan untuk daging ayam kampung mengalami penurunan harga dari Rp. 60 ribu/kg menjadi Rp. 50 ribu/kg, cabe rawit merah dari Rp. 50 ribu/kg menjadi Rp. 41.500 ribu/kg. kisaran harga ini sebutnya, merupakan harga rata-rata pasar.

“Ayam broiler kita kebanyakan didatangkan dari Palembang, kedelai dan cabe juga dari luar, akan tetapi harga ayam kampung turun karena stok masih ada di Pangkalpinang. Kenaikannya masih standar dan stok bahan pokok aman 3 bulan kedepan sampai bulan maret ini,” bebernya.

Untuk itu Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (Disperindagkop dan UMKM) Kota Pangkalpinang terus melakukan pengecekan harga bahan pokok agar tidak terus mengalami kenaikan harga.

Ia menyebutkan, pihaknya akan terus melakukan pengawasan terhadap semua harga bahan pokok disetiap pasar yang ada dikota Pangkalpinang. Menurutnya memang tidak semua bahan pokok mengalami kenaikan akan tetapi ada juga beberapa komoditi barang bahan pokok yang mengalami penurunan harga.

Menurut Eka, Tim pengawasan dari Disperindagkop setiap dua minggu sekali akan langsung turun kepasar-pasar untuk mengecek dan membandingkan semua harga bahan pokok, agar tidak terjadinya pengelembungan harga bahan pokok.

“Hari ini (Senin -red) petugas kami juga akan turun kepasar-pasar untuk mepakukan pengecekkan harga, kami juga akan melakukan tindakan pengawasan yang bertujuan untuk melihat pembandingan harga-harga, jadi kita akan tahu apa-apa saja yang naik dan yang turun. Untuk stok bahan pangan kita masih aman untuk tiga bulan kedepan, ” jelasnya.

Lanjutnya, kenaikan harga komoditi ini masih wajar-wajar saja, masih normatif dan itu juga menurutnya, semua harga bahan pokok di Kota Pangkalpinang masih terkendali dan tidak ada bahan pokok yang mengalami kenaikan diatas 50 persen dan dibeberapa bahan pokok ada juga yang mengalami penurunan harga.

“Stok pangan masih aman dan kami himbaukan kepada masyarakat jadilah pembeli yang bijak, belanjalah sesuai dengan kebutuhan jangan menuruti keinginan, itu salah satu cara menjaga supaya stok dan harga barang tetap stabil,” tutupnya. (bum/3).

No Response

Leave a reply "Gelombang Pasang Sebabkan Harga 6 Barang Naik"